Membantah Generasi Milenial yang Terancam Tak Punya Hunian

NERACA

Bekasi - Ada anggapan generasi milenial yang berusia di bawah 25 tahun tidak mampu mempunyai hunian. Hal itu karena harga hunian yang cukup tinggi sementara gaji yang diterima belum mencukupi. Namun, hal itu dibantah oleh Rizzky Pratama selaku Project Sales and Marketing Advisor dari apartemen Midpoint Residence at Grand Satria City di Bekasi, Jawa Barat.

Saat media briefing di Bekasi, Selasa (12/12), Rizzky menyampaikan anggapan generasi milenial terancam tak punya hunian itu terlihat paradoks karena saat ini banyak sekali proyek-proyek yang dibangun, baik di Jakarta maupun di kota kota penyanggahnya seperti Bekasi, Depok, Tanggerang maupun Bogor. "Kita mempelajari bahwa anggapan generasi milenial terancam tak punya hunian itu karena pembiayaan, harga dan lokasinya," katanya.

Menurut dia, mayoritas pembeli apartemen yaitu kaum milenial. “64% pembeli apartemen itu adalah kaum milenial yang umurnya dibawah 25 tahun. Maka dari itu industri properti perlu melihat juga kebutuhan kaum milenial seperti apa?. Ada beberapa hal yang menjadi syarat segmentasi untuk generasi milenial seperti hunian apartemen biasanya tipe studio, aman dan nyaman, dilengkapi furniture yang fungsional dan terakhir itu akses internet,” tukasnya.

Syarat-syarat tersebut diakomodasi lewat Apartemen Midpoint Residence at Grand Satria City di Bekasi, Jawa Barat. Apartemen Midpoint Residence menyajikan beberapa fasilitas seperti kolam renang dewasa dan ank, sky garden, jogging track, multifunction room, acces card,CCTV, pengamanan 24 jam, smart living system. Disamping itu, pihaknya juga menyiapkan fasilitas seperti co working space, barbeque area, hot and cool pool, yoga room dan cofee shop. “Kami menyiapkan berbagai fasilitas ini karena kita sangat peduli dengan tren anak muda jaman sekarang yang unik dan kreatif,” ungkap Sales and Agent Cordinator Grand Satria City Marlene di tempat yang sama.

Midpoint Residence at Grand Satria City menyiapkan 2 tower yang masing-masing tower tersedia 1.000 unit. “Karena kita menargetkan generasi milenial maka 80% unit lebih banyak untuk tipe studio dan 20% untuk tipe dua kamar tidur. Untuk harga pun, kami memberikan harga untuk generasi milenial yaitu diangka Rp199 juta untuk tipe studio dan Rp399 juta untuk tipe dua kamar tidur. Harga tersebut hanya untuk promo saja nanti kedepannya akan melihat kondisi,” jelasnya.

Ketika ditanya mengapa harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan apartemen lainnya di lokasi yang sama, Rizzky mengatakan bahwa pihaknya telah lema memiliki tanah seluas 1,6 hektar untuk membangun apartemen tersebut. “Jika dilihat itu harga apartemen antara Rp250-300 juta per unitnya. Tapi kita bisa Rp199 juta karena kita sudah memiliki tanah ini sudah lama makanya kita kasih harga yang bagus,” jelasnya.

Apartemen Midpoint Residences jadi pilihan hunian terbaru di Bekasi yang lokasinya berdekatan dengan pintu kota Harapan Indah, Bekasi. Lokasinya pun cukup berdekatan dengan beberapa fasilitas transportasi umum seperti kereta dan pintu tol. “Cukup butuh 10 menit untuk tiba di tol Cakung Barat dan jika ingin masuk pintu tol Bekasi Barat bisa tiba hanya waktu 15 menit. Selain itu, akses transportasi umum seperti kereta hanya menempuh waktu 5 menit ke stasiun Kranji. Bagi pengguna transportasi Transjabodetabek hanya memakan waktu 3 menit untuk tiba di halte,” jelasnya.

Disamping itu, apartemen Midpoint Residences at Grand Satria City bekerjasama dengan kontraktor PP untuk membangun hunian yang ditaksir membutuhkan investasi sebesar Rp1 triliun. “Kontraktor PP sudah memiliki kredibilitas yang baik dalam bisnis kontruksi nasional dan telah menyelesaikan proyek-proyek besar di Indonesia. Apartemen ini telah bersertifikat SHM dan memiliki izin yang lengkap,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Bisnis Game yang Mulai Berubah ke Mobile - Audition AyoDance Mobile

    NERACA   Jakarta – Industri game di Indonesia tengah mengalami perubahan yang signifikan. Jika sebelumnya, game berbasis Personal…

Pengamat: Nilai Profesi Advokat Ada Yang Hilang

Pengamat: Nilai Profesi Advokat Ada Yang Hilang NERACA Jakarta - Pengajar hukum pidana Universitas Bung Karno Azmi Syahpura menilai fenomena…

Pemerintah Fokus Perbaiki Indikator yang Masih Jelek - Indeks Kemudahan Berusaha

      NERACA   Jakarta - Pemerintah terus bertekad untuk memperbaiki peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB) Indonesia,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Ekonomi Global Membaik Ditandai dengan Surplusnya Neraca Perdagangan

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kinerja sektor perdagangan nasional yang membaik…

Jadi Mensos, Idrus Marham Ingin Kurangi Kemiskinan

  NERACA   Jakarta - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Rabu (17/1) dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri…

Program Swasembada Pangan Dinilai Belum Membumi

  NERACA   Bogor - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Intan Fitriana Fauzi SH, LLM mengatakan kebijakan pemerintah mengambil…