Hotel Syariah Solo Tawarkan Perawatan Kecantikan Syariah

Hotel Syariah Solo telah menawarkan Spa sebagai pelayanan perawatan kecantikan, kesehatan kebugaran berkonsep syariah kepada para tamu yang menginap lebih aman dan nyaman. Public Relations Manager Hotel Syariah Solo, Paramita Sari Indah W, di Solo, Jumat, mengatakan, paket spa berkonsep syariah tersebut yang diluncurkan sejak Desember 2016 hingga sekarang makin diminati para tamu hotel.

Paramita mengatakan paket spa konsep syariah merupakan yang pertama ada di Hotel Syariah. Layanan ini merupakan salah satu wujud komitmen internal managemen hotel untuk senantiasa melakukan beragam inovasi sebagai penambah kenyamanan tamu yang menginap.

Paramita berharap dengan kehadiran spa tersebut dapat melengkapi fasilitas layanan yang saat ini masih jarang ditemukan di hotel syariah pada umumnya. Di samping sebagai pembuka pandangan masyarakat meski berbasis syariah, tetapi layanan yang disajikan tidak kalah dibandingkan hotel konvensional."Kami sejauh ini, pada perkembangannya, layanan spa syariah mengalami perkembangan positif. Mereka menilai dengan konsep syariah, lebih memberikan aman dan nyaman," katanya dikutip dari kantor berita Antara.

Dia mengatakan sejauh ini dari serangkaian treatment yang menjadi favorit adalah "body treatment" yang meliputi "traditional massage", "aromateraphy massage", dan "hand and foot reflexiology", dengan durasi treatment selama 60 menit.

Selain itu, kata dia, ada juga treatment lainnya seperti "body mask", "body scrub", fasial, totok wajah, "manicure pedicure", dan sebagainya dengan harga mulai Rp100.000 per orang.

Menurut dia, para peminat justru yang berasal dari kalangan invidul traveller. Dengan rata-rata peminat mayoritas para wanita."Kami tetap melakukan sosialisasi dan promosi agar spa syariah ini, makin diminati masyarakat luas," katanya.

Dia mengatakan Spa berkonsep syariah, layanannya menggunakan ruangan terpisah antara wanita dan laki-laki, sehingga menciptakan kesan aman dan nyaman. Terapis yang diterjunkan pun tidak sembarangan. Untuk tamu wanita akan dilayani terapis wanita, dan untuk tamu laki-laki dilayani terapis laki-laki.

Selain itu, ujar dia, untuk penggunaan seragam terapisnya sendiri, khususnya wanita, dituntut untuk mengenakan hijab dan pakaian serba tertutup berbeda seragam terapis Spa wanita pada umumnya. "Meskipun, konsepnya syariah, para terapis yang melayani merupakan orang profesional di bidangnya yang kemampuannya tidak kalah seperti di hotel konvensional. Bahan perawatan yang digunakan banyak memanfaatkan khasiat dari rempah-rempah dan bahan alami lainnya," ujarnya.

Menurut dia, layanan Spa ini dapat diakses oleh tamu yang menginap dengan langsung melakukan reservasi di tempat, reservasi lewat telepon di nomor (0271) 711000 atau reservasi langsung melalu kamar dengan memencet tombol ext. 82001. Layanan Spa ini beroperasi mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 24.00 WIB.

Di sisi lain, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang bergerak dalam bidang pariwisata PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) berencana membangun hotel dengan konsep syariah di ibukota.

"Yang namanya hotel syariah itu ada kaitannya dengan halal tourism dan halal destination di Jakarta, nanti kami akan bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk merealisasikannya," kata Direktur Utama PT Jaktour Geraard Jeffrey Zacharias Rantung.

Menurut dia, pembangunan hotel syariah yang berkaitan dengan halal tourism dan halal destination itu juga sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Jadi, visi dan misi kami sudah sejalan dengan Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Halal tourism dan halal destination itu akan kami realisasikan dalam rangka mengembangkan sector pariwisata di Kota Jakarta," ujar Geraard.

Dia menuturkan hotel syariah di Jakarta nantinya akan menerapkan prinsip dan mekanisme syariah atau berdasarkan ajaran Islam, yakni dimulai dari desain bangunan, tata cara pemesanan kamar hingga makanan dan minuman yang disajikan.

"Jadi, di hotel syariah itu semuanya harus islami, mulai dari desain bangunan, posisi kamar, bahkan di ruang pertemuan nanti ada pemisahnya, seperti di masjid, ada yang untuk ikhwan dan akhwat. Kemudian waktu check in, bagi pasangan, kami akan cek surat nikahnya, benar suami istri atau tidak," ujar Geraard.

BERITA TERKAIT

Aver Tawarkan Kemudahan Kolaborasi Di Era Digital

      NERACA   Jakarta - Pertumbuhan pesat dari industri digital di Indonesia telah mendorong munculnya tren Virtual Office,…

SMF Tawarkan Kupon Hingga 8.00% - Terbitkan Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan penyaluran kredit perumahan lebih besar lagi, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) kembali menawarkan obligasi kepada…

Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 19,1%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) hingga akhir Juni 2018 membukukan pembiayaan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Kemenpar Luncurkan Diskon dan Lomba Jelang Asian Games 2018

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meluncurkan Voting Atlet Favorit dan Lomba Video Pesona Asian Games 2018 di lobby utama Gedung…

Menjelajahi Alam Papua Barat

Provinsi Papua Barat menjadi daerah yang memiliki hutan tropis terluas di Indonesia, bahkan diperkirakan menjadi yang terluas di dunia. Belum…

Kota Bunga Tomohon Gelar Festival Seru di Bulan Agustus

Tomohon International Flower Festival (TIFF) kembali digelar di kota Tomohon, Sulawesi Utara, mulai 8-12 Agustus 2018. TIFF 2018 mengangkat tema…