BEI Bakal Tambah Tiga Sektor Saham Baru - Perbanyak Perusahaan Go Public

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan likuiditas dan transaksi harian di pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah tiga sektor saham baru yang diperdagangkan di pasar domestik. Hal ini juga bertujuan untuk merapikan sektor yang ada di bursa. “Bulan ini akan kita ajukan proposalnya,”kata Direktur Utama BEI, Tito Sulistio di Jakarta, Senin (11/12).

Tiga sektor baru yang akan ditambahkan di bursa, yaitu sektor logistik, teknologi, dan hiburan. Selain bisa membuat pembagian emiten lebih terkonsentrasi, penambahan sektor baru ini juga bisa mendorong lebih banyak perusahaan dari ketiga sektor tersebut untuk melakukan initial public offering (IPO) dan bersaing dengan perusahaan yang bergerak di bisnis yang sama. "Jadi, untuk perusahaan rumah produksi, misalnya, mereka akan berada di sektor sendiri dan tidak lagi harus bersaing dengan emiten media yang jelas lebih besar,"jelas Tito.

Asal tahu saja, BEI tahun ini membidik nilai kapitalisasi pasar alias market capitalization (market cap) bisa tembus Rp 6.500 triliun. Maka untuk mewujudkan target tersebut, berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan total nilai pasar modal. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar BEI sudah mencapai Rp 6.482 triliun. Artinya, hanya perlu tambahan Rp 18 triliun lagi untuk mencapai target.

Tito Sulistio, pernah bilang, salah satu cara mendongkrak market cap yakni melalui penawaran umum perdana saham perusahaan. Dengan demikian, perusahaan semakin bertambah dan menambah jumlah kapitalisasi. Menurutnya, market cap menjadi acuan BEI dalam mengukur kemajuan pasar modal. Pasalnya, bila berbicara harga saham, maka tidak bisa dipengaruhi. Semua berjalan atas mekanisme pasar. Berbeda halnya dengan market cap, meski tidak masuk dalam kontrol BEI, angkanya masih bisa diusahakan naik. Di antaranya dengan mendorong perusahaan untuk IPO. "Karena kalau indeks kita melihat gabungan dari broker yang kuat, infrastruktur yang bagus, dan emiten yang kuat,”jelasnya.

Kemudian mengakhiri perdagangan saham di BEI Senin (11/12) awal pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 4,325 poin (0,07%) ke 6.026,633. Posisi tertinggi yang sempat dihinggapi IHSG tercatat di 6.052,515 dan terendah di 6.024,037. Perdagangan saham terpantau landai dengan frekuensi perdagangan saham 273.219 kali transaksi sebanyak 9,5 miliar lembar saham senilai Rp 5,9 triliun.

Lima sektor saham melemah, menyeret IHSG bergerak turun. Sebanyak 122 saham menguat, 223 saham melemah dan 99 saham stagnan. Sementara di awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 12,38 poin atau 0,21% menjadi 6.043,34, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,16 poin (0,31%) menjadi 1.020,98.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere mengatakan bahwa bursa saham Indonesia menguat, optimisme pemerintah terhadap pemulihan ekonomi yang berlanjut menjadi salah satu faktornya.”Bank Indonesia memperkirakan pemulihan ekonomi akan berlanjut karena arus masuk masih ada dan neraca perdagangan tetap positif dalam dua tahun terakhir," kata Nico Omer.

BERITA TERKAIT

Gubernur Sumsel Minta Bank Perbanyak KUR

Gubernur Sumsel Minta Bank Perbanyak KUR NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru minta kepada perbankan termasuk bank…

Sejak Revisi PMK, Delapan Perusahaan Terima Tax Holiday

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebanyak delapan perusahaan atau wajib pajak sudah menerima…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…