Opsi Kenaikan Harga BBM Lebih Realistis

Belakangan ini memang muncul lagi opsi pemerintah untuk menaikkan harga BBM, terutama untuk BBM bersubsidi. Hal ini dilakukan mengantisipasi harga minyak dunia yang kembali melambung tinggi. Namun karena anggaran pemerintah yang terbatas, mau tidak mau menaikkan harga BBM adalah pilihan terbaik. Hanya saja nantinya pemerintah harus sigap melakukan sosialisasi dan edukasi terkait masalah tersebut.

Sejumlah pihak baik dari pemerintah, DPR maupun PT Pertamina (Persero) menyambut positif munculnya opsi kenaikan harga BBM bersubsidi. Karena opsi itu dinilai jauh lebih mudah dilaksanakan, tidak perlu pembangunan infrastruktur dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi, ketimbang dengan membatasi pemakaian BBM bersubsidi bagi mobil pribadi.

Adalah wajar jika pada akhirnya pemerintah diminta menetapkan besarnya subsidi untuk setiap liter BBM bersubsidi, atau mekanisme pemberian subsidi BBM secara fluktuatif. Sehingga edukasi dan sosialisasi ke masyarakat menjadi penting, agar mereka mengetahui tingginya harga minyak menjadi beban rakyat, dan pemerintah tidak menanggung pembengkakan subsidi BBM di waktu medatang.

Bahkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo menyatakan, ada beberapa cara mengurangi beban subsidi BBM yang terus membengkak. Salah satunya, dengan menaikkan harga BBM bersubsidi secara bertahap.

Jadi, sebenarnya ada beberapa cara untuk mengurangi subsidi harga BBM. Salah satunya adalah, menaikkan harga Premium untuk mobil pribadi setiap tahun. Misalnya pada 1 April 2012, harganya naik menjadi Rp 6.000, lalu pada 2013 menjadi Rp 7.000 dan tahun 2014 menjadi harga pasar atau sekitar Rp 8.000 per liter.

Lain halnya jika menerapkan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi. Pelaksanaan pembatasan rentan menimbulkan kekacauan di lapangan. Hal itu terutama akibat masih minimnya infrastruktur bahan bakar minyak non-subsidi dan minimnya pengawasan. Selain itu, pembatasan konsumsi rawan kebocoran dan pasar gelap BBM.

Tidak hanya itu. Opsi pembatasan juga berpotensi mendorong peningkatan konsumsi oleh pengguna sepeda motor serta tidak efektif terhadap implikasi kenaikan harga minyak mentah dunia.

Memang disadari bahwa opsi menaikkan harga BBM bersubsidi terhambat oleh pasal 7 ayat (6) UU No 22/2011 tentang APBN 2012 yang menyatakan bahwa harga jual eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan, sehingga ditafsirkan pemerintah tidak boleh menaikkan harga BBM bersubsidi pada tahun ini.

Namun ada sejumlah anggota DPR mengajukan judicial review terhadap pasal tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK), atau merevisi UU APBN 2012 sehingga mempercepat pembahasan UU APBN-P 2012 lebih cepat untuk mengakomodasi kenaikan harga BBM bersubsidi. Atau ada opsi lain seperti diferensiasi harga, yaitu kenaikan harga yang dikombinasikan dengan kebijakan harga berfluktuasi dengan batas atas tertentu. Bagaimanapun, opsi kenaikan harga relatif lebih sederhana dalam implementasi serta tidak membutuhkan tambahan infrastruktur maupun pengawasan yang ruwet di lapangan.

BERITA TERKAIT

Agar Petani Lebih Dominan Gunakan Pupuk Organik

NERACA Jakarta – Petani di Kabupaten Lebak diminta menggunakan pupuk organik untuk usaha pertanian pangan, palawija, dan hortikultura guna mencegah…

Ini Penjelasan Harga Cabai Merah Stabil Tinggi

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat harga cabai merah keriting dan cabai merah besar di sejumlah pasar tradisional menunjukkan peningkatan…

Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat di Sukabumi Normal - Sebagian Komoditi Alami Kenaikan

Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat di Sukabumi Normal Sebagian Komoditi Alami Kenaikan NERACA Sukabumi – Pasca idul Fitri, harga kebutuhan pokok…

BERITA LAINNYA DI OPINI

KPK Tidak Konsisten dengan Temuan Hasil Audit BPK

Oleh: Maqdir Ismail, Advokat di Jakarta Dalam simpulan “Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Negara Atas Dugaan Tindak…

Bukan Sekedar Ritual

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo    Idul Fitri kemarin diwarnai pilpres yang situasinya…

Pemilu Bukan Berarti Tidak Bersatu

Oleh : Elan Lazuardi, Pemerhati Masalah Sosial Politik   Sebagai bangsa yang besar, tentu Indonesia harus mampu menunjukkan kepada dunia,…