Pertamina Pastikan Stok Elpiji Lebih dari Cukup

NERACA

Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyebutkan bahwa stok gas Elpiji tiga kilogram bersubsidi lebih dari cukup memenuhi kebutuhan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan gas. Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar pada konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina Jakarta memaparkan total stok Elpiji tiga kg sebesar 113,6 ribu metrik ton (MT) dengan rata-rata penyaluran 24 ribu MT atau berada pada kisaran 19 hari rata-rata nasional.

"Sampai Desember ini, stok harian Pertamina sangat aman berada pada kisaran 18,9 atau 19 hari rata-rata nasional. Itu di atas stok minimal 11 hari. Range aman 15 sampai 19 hari terjaga pada level itu," kata Iskandar, akhir pekan kemarin. Ia menegaskan Pertamina akan tetap menjamin ketersediaan Elpiji tiga kg bersubsidi sebagai komitmen penugasan dari pemerintah sehingga berapa pun kebutuhan masyarakat akan dipenuhi.

Untuk menstabilisasi harga dan menekan lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan, Pertamina pun telah melakukan operasi pasar di sejumlah wilayah, antara lain Marketing Operation Region (MOR) I yakni Aceh dan Riau, MOR II di Sumatera Selatan dan MOR III di Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Sebelumnya, pada masa libur panjang akhir pekan di awal Desember 2017, telah terjadi peningkatan kebutuhan Elpiji tiga kg bersubsidi di wilayah Depok, Bogor, dan sebagian Jakarta.

Namun dari pantauan beberapa lokasi operasi pasar sejak Senin (4/12), ada beberapa titik yang ternyata sepi peminat. Salah satunya adalah operasi pasar yang digelar di Paledang, Bogor pada Kamis (7/12) yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut sudah tercukupi. Tingginya permintaan terhadap gas bersubsidi ini akibat penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Dari temuan di lapangan, Elpiji tiga kg bersubsidi digunakan oleh pengusaha rumah makan, laundry, genset, dan rumah tangga mampu.

Berdasarkan data penyaluran harian Elpiji tiga kg bersubsidi, hingga akhir November 2017, realisasi penyaluran telah mencapai 5,750 juta MT, atau 93 persem dari kuota yang ditetapkan pada APBN-P 2017 sebesar 6,199 juta MT. Sampai dengan akhir Desember 2017, penyaluran Elpiji tiga kg bersubsidi diperkirakan akan melebihi kuota sekitar 1,6 persen di atas kuota APBN-P 2017 tersebut.

BERITA TERKAIT

BUMN Hingga Pemda Diminta Tampung Ikan Hasil Tangkapan Nelayan - Stok Melimpah, Harga Jatuh

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan prihatin dengan harga ikan nelayan Kabupaten Jembrana, Bali, yang merosot…

OJK Pastikan Terus Kordinasi - Hadapi Tekanan Global

      NERACA   Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan terus meningkatkan koordinasi maupun komunikasi dengan Pemerintah…

Menkeu Pastikan Indonesia Dapat Manfaat dari Tuan Rumah IMF-World Bank

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan Indonesia memperoleh banyak manfaat positif saat menjadi tuan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Yakin Target Penjaminan Tercapai

      NERACA   Jakarta – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) merasa yakin target penjaminan infrastruktur senilai Rp210 triliun…

Garap Proyek Serpong Garden, HAP Gandeng Creed Group

      NERACA   Jakarta - PT Hutama Anugrah Propertindo (HAP) menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Jepang, Creed Group.…

Sri Mulyani Dinobatkan Jadi Menteri Keuangan Terbaik

      NERACA   Bali - Sri Mulyani Indrawati memperoleh penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik di kawasan Asia Timur…