Aset Bank Umum Di Jambi Tumbuh 4,75%

NERACA

Jambi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi menyebutkan, aset perbankan umum yang beroperasi di provinsi itu mengalami pertumbuhan sebesar 4,75 persen atau menjadi Rp39,6 triliun. "Aset bersih bank umum berdasarkan data Juli 2017 mencapai Rp39,6 trilun atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp37,8 triliun," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi, Endang Nuryadin di Jambi, Jumat (8/12).

Aset bersih yang dihimpun tersebut kata dia, terangkum secara keseluruhan pada 36 Bank Umum yang beroperasi di Provinsi Jambi. Pertumbuhan perbankan di Jambi menunjukan kinerja yang positif, mulai dari aset bersih, kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Sedangkan kinerja kredit yang disalurkan Bank Umum hingga periode Juli 2017 tersebut dari berbagai sektor ekonomi mencapai Rp31,01 triliun atau tumbuh 2,94 persen (year on year) dari sebelumnya hanya Rp30,12 triliun.

"Secara total kredit tersebut ada 24 sektor ekonomi yang disalurkan dari bank umum dan untuk penyaluran kredit terbesar menurut sektor ekonomi masih jenis konsumtif," katanya. Berkaitan dengan penyaluran kredit oleh Bank Umum itu dijelaskannya, masih didominasi jenis konsumtif atau khususnya terdapat dalam sektor rumah tangga sebesar Rp9,7 triliun. Kemudian diikuti sektor perdagangan dan eceran mencapai Rp7,1 triliun serta sektor pertanian Rp5,7 triliun.

"Sedangkan untuk penyaluran kredit terkecil melalui bank umum pada posisi Juli 2017 terdapat pada sektor Administrasi Pemerintahan, Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib yang hanya sebesar Rp934 juta," katanya. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh Bank Umum juga tumbuh sebesar 19,27 persen (yoy) dari sebelumnya Rp24,1 triliun dan pada posisi Juli 2017 menjadi 28,8 triliun.

Endang menyatakan pihaknya akan terus mendorong kontribusi perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat dengan menggerakan penyaluran kredit ke sektor produktif. "Perbankan harus menggali potensi penyaluran kredit ke berbagai daerah yang potensial dan juga bagi daerah yang masih terbatas akses keuangannya," katanya.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Diminta Serius Revitalisasi Angkutan Umum

      NERACA   Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan pemerintah harus…

Menatap IPO Bank Syariah

  Oleh: Syafaat Muhari, Peneliti IBFI, Universitas Trisakti Pasar modal syariah mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak pengembangan awalnya pada…

Tak Hanya Diusut, KPK Diminta Sita Aset - Kasus BLBI

    NERACA   Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk mengusut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Konsorsium Asuransi untuk Jamin Aset Negara

      NERACA   Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Dadang Sukresna menyebutkan bahwa para pelaku usaha…

BNI Raup Laba Rp13,62 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk mendongkrak pertumbuhan laba bersih sebesar 20,1 persen…

BSM Targetkan Fee Based Hingga 50% dari Asuransi

  NERACA   Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri menargetkan pertumbuhan pendapatan komisi (Fee Based Income) sebesar 25-50 persen dari…