Sentul City Bidik Marketing Sales Rp 1,5 Triliun - Pasang Target Bisnis Konservatif

NERACA

Bogor – Perusahaan properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencetak kinerja positif sepanjang Januari-September 2017. Dimana perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 715.123 miliar, meningkat 49,56% dari priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 478.147 miliar. Sementara laba kotor sebesar Rp338.093 miliar, meningkat 17,83% dari Rp 286,935 miliar. Sedangkan hingga Oktober 2017, BKSL berhasil meraih marketing sales sebesar Rp 902.3 miliar.”Kami optimis target marketing sales tahun 2017 sebesar Rp 1.2 triliun tercapai. Tahun depan kami menargetkan bisa meraih pertumbuhan sekitar 20%, dengan target marketing sales sebesar Rp 1.5 triliun, “kata Keith Steven Muljadi, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk dalam siaran persnya di Bogor, kemarin.

Perseroan menyakini, target pertumbuhan bisnis tahun depan cukup realistis karena situasi ekonomi yang belum kondusif, ditambah adanya pemilihan kepala daerah pada 2018, sehingga akan konservatif dan melangkah dengan hati-hati di tahun 2018.

Untuk tahun depan, BKSL akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 700 miliar. Sentul City tahun 2018 rencananya akan meluncurkan 4 cluster baru sebanyak 361 unit rumah yang akan di bangun di atas lahan seluas 20 hektare dengan target nilai penjualan sebesar Rp 650 miliar. Sepanjang triwulan tiga 2017 hingga triwulan dua 2018, Sentul City akan menyerahterimakan sekitar 2.000 unit rumah.

Saat ini PT Sentul City Tbk. tengah mengembangkan superblok di Central Business Distric (CBD) Sentul City, di Jl MH Thamrin, Sentul City, Bogor seluas 7,8 hektar yang memiliki luas bangunan mencapai 500.000 m2. Di kawasan superblok CBD, selain pusat perbelanjaan asal Jepang AEON Mall, juga akan dibangun empat tower apartemen (salah satunya Saffron), gedung perkantoran, hotel bintang empat dan lima.

BKSL menggandeng Sumitomo Corporation asal Jepang untuk mengembangkan tiga tower apartemen di superblok tersebut. “Tahun depan kami targetkan satu tower apartemen yang bekerjasama dengan Sumitomo terjual dengan target nilai penjualan Rp 550 miliar,” kata Syukurman Larosa, Direktur Independen PT Sentul City Tbk..

Saat ini AEON Mall Sentul City seluas 103.000 m2 tengah digenjot pembangunannya dan rencananya akan topping off pada Januari 2018 dan beroperasi pada akhir tahun 2018. Ditargetkan AEON Mall Sentul City akan dikunjungi 2 juta pengunjung per bulan atau 24 juta pengunjung per tahun. Syukurman mengungkapkan, saat ini komposisi penjualan dari landed house dan high rise building masing-masing 65% dan 35%, namun pada tahun 2018 komposisinya landed house akan 40% sementara high rise building 60%. “Kami akan menggenjot proyek high rise building,” kata Syukurman.

Sejak dikembangkan tahun 1993, kota mandiri (township) Sentul City telah dikembangkan seluas 1.000 hektar dari total lahan seluas 3.100 hektar. Sejumlah fasilitas telah dibangun dan akan terus bertambah di masa datang. Saat ini harga tanah residensial berkisar Rp 7 juta hingga Rp12 juta per m2, sementara komersial berkisar Rp12 juta hingga Rp20 juta per m2. Dalam sepuluh tahun terakhir, harga tanah di Sentul City meningkat 12 kali lipat.

Asal tahu saja, Sentul City mengungkapkan akan semakin berkembang di masa datang. Pasalnya, banyak katalis yang akan menjadi pendorong perkembangan Sentul City. Antara lain infrastruktur dan penambahan berbagai fasilitas. Selain itu, Sentul City akan terus secara aktif mencari dan juga bekerjasama dengan mitra-mitra strategis yang memiliki kompetensi dan juga rekam jejak yang kuat. Hal itu untuk mendukung komitmen Sentul City melaksanakan pengembangan perkotaan hijau yang berkelanjutan dan inovatif guna memastikan keluarga dan masyarakat dapat secara konsisten menikmati pengalaman mereka untuk hidup, bermain, dan bekerja di Sentul City.

BERITA TERKAIT

BNI Rilis Convertible Bond Rp 2 Triliun

Dalam rangka perkuat modal, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk akan mengeluarkan obligasi yang bisa dikonversi atau convertible bond guna…

Avrist AM Targetkan Dana Kelola Rp 4,3 Triliun

NERACA Jakarta - Optimisme pertumbuhan ekonomi tahun ini masih tumbuh positif ditengah semarak pemilikan kepada daerah, menjadi keyakinan pelaku pasar…

Bakrieland Pilih Pendanaan Rights Issue - Restrukturisasi Utang Rp 3,9 Triliun

NERACA Jakarta - Pemegang saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menyetujui rencana perusahaan untuk menerbitkan waran dengan mekanisme penambahan modal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasar Reksadana Marak di Tahun Politik

Di tahun politik saat ini, invetasi reksadana masih menjadi pilihan utama bagi para investor pasar modal. Oleh karena itu, manajer…

BNI Rilis Convertible Bond Rp 2 Triliun

Dalam rangka perkuat modal, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk akan mengeluarkan obligasi yang bisa dikonversi atau convertible bond guna…

BUMD dan Swasta di NTB Didorong Go Public

NERACA Mataram – Perbanyak jumlah emiten di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) aktif melakukan roadshow dan edukasi pasar…