KPPU : Perbaiki Tiga Hal Jaga Stok Pangan

KPPU : Perbaiki Tiga Hal Jaga Stok Pangan

NERACA

Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan perlunya perbaikan dalam tiga hal yang siginifikan dalam menjaga stok pangan yakni data, distribusi dan meminimalisasi potensi praktik tidak sehat di kalangan dunia usaha.

"Kami melihat untuk ketahanan pangan, secara stok sudah baik. Kalau lihat di sisi pasokan, publik tidak usah khawatir, pasokan pangan tersedia cukup baik," kata Direktur Pengawasan Kemitraan KPPU Dedy Sani Ardi dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi (Rakor) Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Jakarta, Kamis (7/12).

Dedy menuturkan perbaikan data diperlukan agar ketersediaan data sumber pasokan pangan bisa terekam jelas."Kami sudah koordinasi intensif dengan Badan Pusat Statistik (BPS) soal sumber pasokan pangan. Kangan sampai data ini tidak tersedia dengan baik," ujar dia.

Ia juga mengatakan perbaikan lainnya yang dilakukan adalah di sisi jalur distribusi. KPPU bersama BPS sudah memetakan jalur distribusi 11 komoditas bahan pokok strategis."Ketiga, untuk pelaku usaha. Kami lakukan sesuai otoritas kami untuk meminimalisasi potensi praktik tidak sehat," ucap dia.

Dedy mengatakan upaya pencegahan praktik tidak sehat harus terus dilakukan sehingga pola-pola represif harus mulai dikurangi."Kami ingin sampaikan ke pelaku usaja mau pun pasar bisnis bahwa negara tidak akan kalah dengan mafia pangan," tegas dia.

Kementerian Pertanian menjamin stok pangan jelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 aman. Perum Bulog mencatat stok beras Bulog mencapai 1,1 juta ton. Begitu pula komoditas lainnya seperti gula pasir (413,9 ribu ton); jagung (29,6 ribu ton); daging sapi (18 ton); daging kerbau (18,6 ribu ton); bawang merah (42,47 ton); bawang putih (300,50 ton); dan minyak goreng (1,04 juta liter).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan stok beras bahkan mengalami surplus."Dapat kami simpulkan dalam rapat tadi bahwa stok ketersediaan pangan kita untuk Natal dan Tahun Baru aman. Beras stoknya bahkan melebihi kebutuhan," kata Agung.

Ia mengatakan jaminan ketersediaan pangan juga berlaku bagi sejumlah komoditas pangan lainnya seperti daging hingga bawang putih dan kedelai yang masih dipasok dari impor."Tapi secara umum, stok tersebut aman menjelang Natal dan Tahun Baru," ungkap dia.

Agung mengatakan, dari segi harga, komoditas pangan seperti cabe merah keriting dan bawang merah mengalami sedikit kenaikan hingga sekitar empat persen."Ini tentu ada kaitannya dengan kondisi cuaca yang akhir-akhir ini cukup tinggi curah hujannya. Namun, kita bisa menjaga sampai akhir tahun mudah-mudahan tidak ada kenaikan berarti," ujar dia.

Sebagai upaya tindak lanjut, Agung mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan daerah terutama di sejumlah wilayah yang merayakan Natal dan Tahun Baru yakni Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua serta DKI Jakarta.

Koordinasi akan dilakukan mulai dengan dinas pertanian, badan ketahanan pangan daerah, satgas pangan hingga pemantau inflasi daerah untuk melakukan pengendalian stok bersama."Dalam rangka stabilitasi harga, kita akan lalukan operasi pasar atau bazaar murah jika diperlukan," kata dia. Ant

BERITA TERKAIT

APP Sinar Mas Berjibaku Kerahkan Bantuan Intensif - Jaga Kebakaran Hutan Jelang Asian Games

Dalam rangka mendukung Asian Games 2018 yang bebas api dan asap, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas mengerahkan bantuan…

Ketua DPR RI - Posisi Ulama Strategis Jaga Kebhinekaan

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI Posisi Ulama Strategis Jaga Kebhinekaan Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meyakini peran alim…

KPK Beri Perhatian Khusus Korupsi Sektor Pangan

KPK Beri Perhatian Khusus Korupsi Sektor Pangan NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perhatian serius pada potensi korupsi…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

700 Advokat Ikuti Sosialisasi "e-Court"

700 Advokat Ikuti Sosialisasi "e-Court" NERACA Jakarta - Sebanyak 700 advokat mengikuti sosialisasi aplikasi layanan eletronik pengadilan atau "e-court" yang…

Rizal Ramli Kritik Perindo Uji Materi UU Pemilu

Rizal Ramli Kritik Perindo Uji Materi UU Pemilu NERACA Jakarta - Mantan Menko Kemaritiman sekaligus ekonom senior Rizal Ramli mengkritik…

Peningkatan Produksi Sukowati Bisa Hapus Keraguan Pemerintah

Peningkatan Produksi Sukowati Bisa Hapus Keraguan Pemerintah NERACA Jakarta - Keberhasilan Pertamina meningkatkan produksi lapangan minyak Sukowati, harusnya bisa menghapus…