Metrodata Merger Dua Anak Usaha - Tingkatkan Daya Saing

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dan menekan efisiensi, dua entitas bisnis PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dan PT Packet System Indonesia (PSI) akan merger. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (7/12).

Sebagai gambaran, LMI didirikan pada 2011. MTDL memegang porsi 49% di LMI, sedangkan 51% saham dimiliki oleh Logicalis Singapore Pte Ltd. Sementara, PSI didirikan pada 2004. MTDL memegang 14,116% saham, dan 54,064% dikuasai Logicalis Singapore Pte Ltd. LMI dan PSI sama-sama bergerak pada bidang teknologi informasi, khususnya pada bidang broadband network and infrastrukture system Integration.

Manajemen MTDL menyatakan, meski keduanya memiliki usaha pada bidang yang sama, namun segmen pelanggan berbeda. PSI memiliki pelanggan segmen bidang enterprise sedangkan LMI memiliki segmen bidang small medium business. “Untuk itulah, merger antara PSI dan LMI ini diharapkan bisa menciptakan suatu sinergi yang dapat memperkuat, mengefektifkan serta mengefisiensikan penggunaan sumber daya, struktur permodalan, dan sumber keuangan PSI," ujar Randy Kartadinata, Sekretaris Perusahaan MTDL.

Selain itu, merger juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing PSI. Sehingga dapat memberikan keuntungan kepada seluruh pemangku kepentingan dan konsumen di Indonesia. Setelah merger efektif, LMI akan melebur ke PSI. Selanjutnya, kepemilikan MTDL dalam PSI akan bertambah menjadi 20,5%, melalui mekanisme penerbitan saham baru.

Susunan pemegang saham PSI setelah merger efektif yakni, Logicalis Singapore Pte Ltd (53,5%), PT Metrodata Electronics Tbk (20,5%), Handy Surya Wirawan (6,5%), Lukas Dharmawan Wibowo (6,5%), Wirjanto Yuwono (6,5%), dan Widjatmoko (6,5%). “Dengan menjadi pemegang saham PSI sebesar 20,5% maka perseroan dapat mengakui pendapatan bersih dari PSI di laporan keuangan perseroan sebagai pendapatan lain-lain," lanjutnya.

Dampak lain pada kelangsungan usaha, antara lain MTDL dapat lebih memperluas segmen usaha pada bidang teknologi informasi, khususnya pada bidang broadband network and infrastructure system integration. "Di mana diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan," kata Randy.

Merger antara PSI dan LMI bukan merupakan transaksi material atau transaksi afiliasi menurut hukum yang berlaku. Hingga akhir tahun ini, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menargetkan pendapatan naik 9,45%year-on-year(yoy) menjadi Rp 11 triliun dan laba bersihnya tumbuh 8,76% menjadi Rp 240 miliar. Disebutkan, ada sejumlah langkah yang ditempuh manajemen untuk memaksimalkan kinerja. Misalnya, efektif dan efisien dalam hal pengelolaan barang.

Pengelolaan barang yang dimaksud antara lain mengatur siklus barang di gudang. Ini bertujuan agar barang tak menumpuk. Jika barang menumpuk, beban bisa membengkak. Pengelolaan barang yang tepat bisa menekan biaya dana dan biaya stok. (bani)

BERITA TERKAIT

BPS: Indonesia Surplus di September 2018 - DAYA BELI BURUH BANGUNAN MENINGKAT RIIL

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, Indonesia mencatatkan neraca perdagangan surplus US$ 227 juta pada September 2018. Surplus ini disumbang oleh…

Dua Klien MNC Sekuritas Tunda IPO - Pertimbangkan Kondisi Politik

NERACA Jakarta – Selain PT Mandiri Sekuritas (Mansek) yang mengalami penundaan rencana IPO kliennya karena kondisi pasar yang dinilai tidak…

Harga Premium Tidak Naik untuk Jaga Daya Beli dan Inflasi

NERACA Jakarta -- Presiden Jokowi menegaskan,  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium tidak mengalami kenaikan. Pasalnya, presiden khawatir kenaikan harga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…