HIPMI Dukung Lahirnya Bank Infrastruktur

NERACA

Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung rencana pemerintah mendirikan bank infrastruktur. Pasalnya, selain faktor pembebasan lahan, perbankan yang ada (bank umum) belum mampu didorong untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Hipmi juga menilai keberadaan bank infrastruktur cukup mendesak sebab pemerintah memiliki banyak proyek yang bernilai ribuan triliun rupiah. Kendati demikian, Hipmi mengusulkan agar bank ini berpusat di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Sebab kawasan ini sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur.

“Hipmi sangat mendukung, sebab yang ada termasuk bank Badan Usaha Milik Negara sulit didorong untuk lebih ekspansif bagi pembiayaan infrastruktur,” ungkap Sekretaris Jenderal BPP Hipmi Harry Warganegara di Jakarta, Selasa.

Hipmi mengusulkan agar bank infrastruktur dipusatkan di KTI atau bisa juga dihadirkan di tiga wilayah yakni selain KTI, Indonesia Tengah, dan Barat. Hipmi melihat, KTI merupakan kawasan yang paling membutuhkan kehadiran dan layanan lembaga keuangan infrastruktur sebab tingkat feasibilities berbagai proyek infrastruktur di kawasan ini masih rendah. Akibatnya, banyak bank umum tidak berminat membiayai berbagai proyek infrastruktur di sana meski potensi ekonominya sangat tinggi.

Sementara itu, Hipmi juga menilai keberadaan bank infrastruktur justru sangat mendesak. Selain alasan di atas, bank infrastruktur dapat menjadi integrator atau hub antara lembaga keuangan dan berbagai proyek pemerintah yang tercakup dalam MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia).

Selain itu Harry mengatakan meningkatnya kredit yang mubazir atau undisburst loan di sektor infrastruktur dari tahun ke tahun menunjukan kian jauhnya konektifitas antara sektor keuangan dan riil. “Hal ini disebabkan sumber pendanaan di bank-bank umum belum bisa disesuaikan dengan pendanaan jangka panjang. Takutnya bisa mismatch. Maka kehadiran bank infrastruktur ini sangat penting,” papar Harry.

Harry mengatakan lagi, nantinya bank infrastruktur dapat memberikan pinjaman jangka panjang dengan bunga yang relatif rendah. Oleh sebab itu, bank ini dicarikan sumber pendanaan jangka panjang. “Dengan kian bagusnya citra investasi Indonesia dan adanya predikat layak investasi (investment grade), Hipmi menilai sumber dana jangka panjang terbuka lebar, termasuk dana-dana dari negara yang memiliki unlimited fund seperti China dan Timur-Tengah melalui penerbitan saham (initial public offering/IPO), emisi obligasi, dan pinjaman luar negeri dan lain sebagainya,” ujar Harry.

BERITA TERKAIT

Bank Banten Dukung Bapenda Permudah Layanan Masyarakat

      NERACA   Banten - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) mendukung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)…

Bank Nagari Didorong jadi Bank Syariah

    NERACA   Padang - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah Sumatera…

Depok Tawarkan Investasi Infrastruktur Pariwisata - Raih Award Indonesia Sustainable Tourism 2018

Depok Tawarkan Investasi Infrastruktur Pariwisata Raih Award Indonesia Sustainable Tourism 2018 NERACA  Depok - ‎Pemerintah Kota (Pemkot) Depok setelah berhasil…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Indonesia Latih Petani Hortikultura Timor-Leste

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia memberikan pelatihan teknis hortikultura kepada petani Timor Leste di desa Oesilo, Oecussi untuk membangun ekonomi…

Pungutan Ekspor Sawit Dihentikan, Program Jalan Terus

NERACA Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tetap menjalankan programnya, meski pemerintah menghentikan sementara dana pungutan ekspor…

Menperin: IKM Makanan dan Tenun Kian Prospektif

NERACA Jakarta – Industri kecil dan menengah (IKM) di Provinsi Riau masih menjadi sektor andalan dalam menunjang roda perekonomian masyarakat…