MASKEEI Dorong Efisiensi dan Konservasi Energi Untuk Pembangunan Berkelanjutan

JAKARTA, Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) telah mendapatkan pengakuan atas keberadaannya sebagai sebuah organisasi masyarakat sipil yang mengadvokasi pengembangan energi bersih dan berkelanjutan melalui pengelolaan sisi pemanfaatan energi (demand side). Organisasi ini juga telah berperan aktif membantu pemerintah dalam proses penyusunan kebijakan di bidang konservasi energi dan memberikan masukan menyangkut evaluasi efektifitas kebijakan.

"Kami juga terus mendorong upaya efisiensi dan konservasi energi untuk pembangunan berkelanjutan dan ketahanan energi nasional,” kata Ketua Umum MASKEEI, R.M. Soedjono Respati, usai pembukaan Munas II MASKEEI, di Jakarta, Rabu (06/12).

Acara Munas MASKEEI kali ini dirangkai dengan diskusi panel tentang Strategi dan Rencana Aksi Nasional Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya membahas peranan upaya konservasi dan efisiensi energi di sektor industri, gedung dan mobilitas. Soedjono mengatakan, Indonesia bersama lebih dari 150 negara telah menandatangani kesepakatan dunia untuk melaksanakan agenda pembangunan berkelanjutan di New York. Amerika Serikat, pada September 2015 yang lalu. Kesepakatan itu melahirkan 17 Tujuan yang dikenal dengan Sustainable Development atau Tujuan Pembanguan Berkelanjutan (TPB).

Pemerintah Indonesia sendiri telah menerbitkan Perpres No. 59 Tahun 2017 untuk menyusun rencana aksi dalam mengharmonisasikan Program Pembangunan Jangka Menengah (PJM) sesuai Nawacita dengan TPB. Menteri PPN/ Kapala Bappenas ditugaskan untuk mengkoordinasi upaya- upaya tersebut.

Soedjono mengungkapkan, salah satu tujuan yang sangat krusial TPB (tujuan ke-7 tentang energi) adalah untuk menjamin ketersediaan energi bersih dan berkelanjutan, (Clean and Sustainable Energy) serta terjangkau bagi seluruh warga dunia. “Energi bersih dan berkelanjutan terdiri dari energi terbarukan, ditambah dengan hasil upaya efisiensi dan konservasi energi tidak terbarukan,” jelasnya.(*)

BERITA TERKAIT

Infrastruktur Gas untuk Kemandirian Energi Nasional

  NERACA Jakarta - Pembangunan infrastruktur gas yang memadai ke seluruh daerah di Indonesia dengan didukung alokasi anggaran yang mencukupi…

Konsumen Berhak untuk Tarif Listrik Wajar

  NERACA Jakarta - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan konsumen berhak atas tarif listrik…

Manfaat Integrasi dan Pertukaran Data Perpajakan bagi DJP

Oleh: Aditya Wibisono, Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar Saat ini Kanwil…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

PERANGKO EDISI ASIAN GAMES

Petugas menunjukkan perangko edisi khusus Asian Games 2018 di Kantor Pos Besar, Bandung, Jawa Barat, Senin (19/2). PT Pos Indonesia…

PENGECEKAN FASILITAS KILANG

Pekerja memeriksa fasilitas pengolahan di Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (19/2). Untuk mengantisipasi kecelakaan kerja, tim HSE…

PRODUKSI TAPE MENURUN

Pekerja mendinginkan singkong yang telah direbus untuk dijadikan peuyeum atau tape di Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin…