PPK Kemayoran Revitalisasi Hutan 11,6 Hektar - Asian Games 2018

NERACA

Jakarta - Menjelang pagelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang pada Agustus mendatang, Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran ikut berbenah dalam fasilitas penunjang bagi para atlet yang ikut bertanding di Asian Games yang diperkirakan terdapat 15.000 atlet yang terlibat. Salah satu yang dilakukan oleh PPK Kemayoran adalah dengan merevitalisasi hutan kota Kemayoran seluas 11,6 hektar.

PPK Kemayoran mulai merevitalisasi hutan kota Kemayoran antara lain karena akan disinggahi para peserta perhelatan olahraga terbesar bangsa-bangsa Asia, mengingat Wisma Atlet terdapat di sini. Karena kawasan hutan yang terletak di Jalan Benyamin Sueb, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara tersebut kondisinya sempat kurang terawat. Maka, PPK Kemayoran melakukan revitalisasi ini.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan PPK Kemayoran, Riski Renando, mengatakan dengan total luas sekitar 40 hektar kondisi hutan kota sebelumnya tampak kurang terawat dan dipenuhi sampah. Sejumlah sarana seperti lintasan jogging mengalami kerusakan. Adapun danau seluas 12 hektar yang terdapat di dalam hutan kota mengalami pendangkalan dan dipenuhi eceng gondok. "Untuk mengatasi pendangkalan danau ini kami dibantu Dinas Tata Air Pemerintah Provinsi DKI. Kami bekerjasama dengan menggunakan 2 eksavator selama 6 bulan untuk mengatasi pendangkalan tersebut," kata Riski saat meninjau langsung hutan kota Kemayoran di Jakarta, Rabu (6/12).

"Caranya dengan melakukan pengerukan menggunakan alat berat. Harapannya setelah pengerukan selesai, danau bisa menampung air lebih banyak lagi karena endapan yang ada di danau sudah dihilangkan,” lanjutnya. Selama ini di areal hutan kota Kemayoran ada hutan bakau, namun banyak orang yang tidak tahu. Ini karena sebelumnya banyak tertutup enceng gondok dan kangkung air jadi tidak tampak. Namun, kini, setelah dibersihkan hutan bakaunya sudah kelihatan lagi.

PPK Kemayoran menyiapkan dana Rp40 miliar untuk menjalankan program revitalisasi hutan kota ini. Dana sebesar itu dibutuhkan untuk pemasangan turap (seet pile) di kali sepanjang 1,2 km yang ada di pinggiran hutan kota yang berbatasan dengan lingkungan pemukiman penduduk memakan biaya paling besar hingga Rp20 miliar. Sisanya dihabiskan untuk perbaikan lintasan joging, pembangunan jembatan, pembuatan plaza, dan panggung di atas air yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Termasuk pembangunan menara pengawas di tiga titik.

PPK Kemayoran berencana mengundang komunitas tertentu untuk menggambar hutan kota sesuai tema yang ditentukan. Jika di sepanjang dinding turap tersebut sudah selesai, pihaknya juga akan membuat tempat bermain dan tempat pembibitan tanaman di kawasan hutan kota ini. Jadi, saat membutuhkan tanaman untuk penghijauan kawasan ini tidak perlu beli ke pihak lain.

Di dalam kawasan hutan kota juga terdapat danau, itu akan dibersihkan dan ditanam kembali dengan pohon bakau. Hingga pengunjung bisa menggunakan danau untuk olahraga kano dan mancing. Setelah direvitalisasi hutan kota bisa menjadi kawasan ekowisata dan pengunjung bisa memanfaatkannya sebagai sarana pendidikan, rekreasi, dan olahraga.

BERITA TERKAIT

PPK Kemayoran Terus Jaga ATC Menara Tintin

      NERACA   Jakarta - Sebelum ada Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur,…

Mega Manunggal Targetkan Laba Rp 200 Miliar - Proyeksi Kinerja 2018

NERACA Jakarta - PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan membangun dua sampai tiga gudang di tahun depan. Dengan begitu perusahaan ini…

KARW Incar Pendapatan Tumbuh 5% di 2018 - Beban Yang Ditanggung Membengkak

NERACA Jakarta - PT ICTSI Jasa Prima Indonesia Tbk (KARW) menargetkan pertumbuhan laba yang konservatif untuk tahun 2018. Besarnya beban…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kadin Dukung Pemindahan Ibu Kota

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap mendukung rencana pemindahan ibu kota RI…

40% Jembatan Dalam Kondisi Tak Baik

  NERACA   Semarang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan sekitar 40 persen jembatan di…

BI Dorong Jakarta Tingkatkan Anggaran Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Anggaran pemerintah DKI Jakarta untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai perlu ditingkatkan karena…