Menristekdikti - Pemimpin PTN Harus Siap Hadapi Era Disrupsi

Mohammad Nasir

Menristekdikti

Pemimpin PTN Harus Siap Hadapi Era Disrupsi

Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan pemimpin perguruan tinggi negeri (PTN) harus siap menghadapi era disrupsi.

"Pemimpin PTN harus mempersiapkan tugas kedepan yang jauh lebih berat karena situasi masa lalu tidaklah mudah dari situasi masa kini. Kerja keras menjadi kunci utama," ujar Nasir usai melantik sejumlah pemimpin PTN di Jakarta, Selasa (5/12).

Dia juga berharap para pemimpin baru dapat menjadikan universitas dan politeknik supaya lebih baik lagi serta mampu menyediakan lulusan yang bekualitas. PTN juga harus mampu mengubah kearah tata kelola universitas yang baik, kuncinya yaitu transparansi, jujur, dan bertanggung jawab.

Nasir juga menjelaskan, sudah saatnya melakukan perubahan karena saat ini adalah era yang persaingannya sudah semakin tinggi. Ia juga mengatakan era saat ini telah mengalami era disrupsi dan para pemimpin PTN harus siap menghadapi era sekarang ini."Yang harus diperhatikan betul dalam era disrupsi ini, tidak lagi mengelola lembaga sebagai bisnis biasa, tetapi bagaimana suatu lembaga bisa bersaing di era global dengan cepat, akuntanbilitas dan transparansi yang baik," pungkas Nasir.

Nasir juga mengingatkan para pemimpin universitas yang baru untuk melakukan perubahan dalam mengelola universitas-nya."Minimal bisa menempuh Akreditasi A, kalau bisa Akreditasi di tingkat internasional, inilah perjuangan yang harus dilakukan bersama," imbuh dia.

Selain itu, Nasir juga mengingatkan kepada para pemimpin politeknik untuk segera menyiapkan sumber daya yang berkualitas dan punya kemampuan dalam pendidikan vokasi."Tidak cukup lulusan politeknik hanya mendapatkan ijazah saja, perlu dikembangkan sertifikat kompetensi pada masing-masing prodi di politeknik tersebut. Dosen juga harus mempunyai sertifikat kompetensi agar mereka betul-betul menjadi dosen profesional sesuai bidangnya. Dosen yang ada di politeknik juga tidak cukup dari akademisi saja, tetapi harus melibatkan dari industri yang terkait," jelas Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu.

Dalam kesempatan itu, pejabat yang dilantik yakni Rektor Universitas Nusa Cendana, Fredrik Lukas Benu, Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri, dan Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi, Son Kuswadi. Ketiganya akan memulai tugas barunya untuk periode tahun 2017-2021. Ant

BERITA TERKAIT

Pemkot Palembang Siap Merevisi Rencana Tata Ruang

Pemkot Palembang Siap Merevisi Rencana Tata Ruang NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan merevisi Rencana Tata Ruang dan…

OJK Pastikan Terus Kordinasi - Hadapi Tekanan Global

      NERACA   Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan terus meningkatkan koordinasi maupun komunikasi dengan Pemerintah…

Industri Kerajinan Harus Dorong Daya Saing Tingkat Global

NERACA Jakarta – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Mufidah Jusuf Kalla mengatakan industri kerajinan harus terus meningkatkan daya saing sehingga…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Indonesia-Palestina Kerja Sama Keamanan Obat

Indonesia-Palestina Kerja Sama Keamanan Obat NERACA Jakarta - Indonesia membantu Palestina untuk peningkatan kapasitas bidang pengawasan keamanan obat, sebagai bagian…

Walhi: Korupsi Bidang Energi Harus Dijadikan Prioritas

Walhi: Korupsi Bidang Energi Harus Dijadikan Prioritas NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia Nur Hidayati mengatakan…

KPK: OTT Kabupaten Bekasi Terkait Perizinan Meikarta

KPK: OTT Kabupaten Bekasi Terkait Perizinan Meikarta NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan menyatakan operasi…