Sukses Mengembangkan Bisnis Fashion - Owner LAYA Boutique : Agustine Susanti

Neraca. Where there is a will, there is a way; ketika ada kemauan, ada jalan keluar. Pepatah yang tepat mengambarkan Agustine Susanti, sosok enterpreneur muda dibidang fashion.

Dibawah bendera LAYA Boutique yang didirikannya sejak April 2011 lalu, kiprah perempuan dua orang putra tercinta Dafi Rafiali Pribadi (10) dan Laya Luna Pribadi (3), buah pernikahannya dengan Dicky Pribadi ini mampu membuktikan bila ketekunan akan membuahkan hasil.

Susan, akrab ia disapa pun berkisah saat bisnisnya dibidang aneka aksesoris dan craft mulai menurun sejak akhir 2010. Kalau dibiarkan pasti akan gulung tikar, ucapnya, “Saya harus berubah,” ia bertekad menyelamatkan usahanya dengan melirik bisnis fashion. Ia pun mulai merancang sebuah model busana berbahan dasar kaos.

Saat digelar Pameran Inacraft 2011 di Jakarta, ia tertantang untuk menawarkan hasil rancangannya, “Ya semoga saja masyarakat mau menerima," ungkapnya berharap. Pada hari pertama dari lima hari pameran berlangsung, dari sekitar 50 busana yang dijual ternyata habis terjual.

Kreatifitas bisnis pun mulai menggoda. Dibantu beberapa orang penjahit, kembali ia membuat 100 busana dengan beberapa model rancangan. Hasilnya? “Alhamdulillah semua habis dibeli pengunjung,” ungkapnya bersyukur.

Sejak itulah bisnis aksesoris yang sebelumnya ia geluti dengan nama SOUL mulai beralih konsentrasi, dengan lebih memfokuskan diri dengan mendirikan LAYA Boutique, yang menawarkan pelbagai rancangan fashion bervariasi menarik dan aneka busana muslim yang modis berbahan dasar kaos.

Rancangan yang diberi nama model “Botol” ini, jelas Susan, dipetik dari rancangan yang memang menyerupai bentuk botol. “Saat itu hanya spontanitas saja, kok mirip botol ya setelah dijahit,” ungkapnya, sejak itulah istilah model botol dalam dunia mode dikenal masyarakat.

Menurut Susan, sebenarnya model dengan baju berbahan kaos sudah ada, tapi dengan beberapa improve yang ia lakukan maka jadilah model botol yang ia ciptakan , “Kita coba meng-improve, baik dalam cutting, kerah, atau model tangannya. Dan jadilah model botol dengan pelbagai variasi,” jelas pemilik tujuh buah toko yang tersebar di Jakarta (ITC Kuningan dan Citos Bazaar), Bandung (Paris Van Java), dan Surabaya (SUTOS) ini. Bahkan wilayah seperti Palembang, Balikpapan, Samarinda, Makasar, Batam, hingga Aceh sudah merebak busana muslim dengan model botol hasil kreasi dirinya.

Bahan kaos yang ia pilih bukan tanpa alasan. Selain harganya lebih terjangkau, tambah Susan, bahan kaos memiliki banyak kelebihan. Ia lebih lentur, praktis, nyaman dikenakan, mudah perawatannya, dan dapat dikenakan bagi setiap wanita, “Kita memang merancang untuk all size. Semua bisa pakai, baik berbadan kurus atau gemuk, dan dapat tampil lebih cantik, ” ujarnya. Harga yang ditawarkannya juga terbilang murah, sekitar Rp 20 ribu untuk aksesoris hingga busana seharga Rp 400 ribu dengan ratusan model yang tersedia.

Ia berprinsip hidup harus dinamis, begitupun dengan menjalankan bisnis. “Kadang kita mengalami kendala dalam bisnis kita jangan pernah patah semangat. Lakukan improve dengan melihat peluang yang dapat kita kerjakan, lalu fokus untuk mengerjalannya," ungkapnya. Ia memandang hidup penuh dinamika, karena itu harus dijalani dengan berjiwa besar dan bersemangat, "Jalankan saja dengan serius dan tetap mensyukuri apa yang telah kita miliki kehadiratNYA,” ujarnya berpesan.

BERITA TERKAIT

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…

Akselerasi Bisnis Gratis Demi Menelurkan Pengusaha

  NERACA   Jakarta - Menjadi pengusaha sukses adalah impian banyak orang. Tetapi tidak banyak orang mampu mencapai kesuksesan dalam…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

Tanto Darmawan Sutjipto Pemilik, PT Metro Taruna Agency - Menuai Sukses Dimulai Dari Tukang Antar Koran

Sejatinya hiruk pikuk dan branding sebuah media tidak lepas dari jasa para pengecer, loper, hingga agen sebuah surat kabar. Oleh…

Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) - Industri Tekstil Siap Bersaing di Pasar Global

Industri tekstil mengaku yang paling siap menyongsong Indonesia kembali bergabung dalam perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP). Namun, ada beberapa…