Membuat Anak Tumbuh Sehat - Marketing Director Consumer Health PT SOHO Indonesia : Kiki Sembiring

Neraca. Cantik, cerdas, dan ramah. Demikian sosok Kiki Maria Sembiring, Marketing Director Consumer Health PT SOHO Indonesia, perusahaan farmasi yang didirikan oleh Tan Tjhoen Lim pada tahun 1956. PT SOHO Industri Farmasi merupakan salah satu dari tiga anak perusahaan dibawah bendera Grup SOHO (GS). Dua perusahaan lainnya adalah PT Ethica, yang memproduksi obat-obat injeksi, berdiri tahun 1946 dan PT Parit Padang (PP), sebuah perusahaan distribusi yang didirikan pada 1956.

Ditemui dikantornya dibilangan Jakarta Timur, Kiki akrab ia disapa menuturkan bila SOHO adalah perusahaan obat berbasis bahan natural, “Alam memang banyak memberi manfaat, termasuk bagi pengobatan,” ujarnya. Ia mencontohkan salah satu produk unggulan SOHO, Curcuma Plus Emulsion, obat penambah nafsu makan pada anak usia 6 bulan hingga 12 tahun.

Lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan, bahwa dalam setiap satu sendok makan (15 ml) Curcuma Plus, terkandung pelbagai vitamin yang dibutuhkan bagi usia pertumbuhan anak, seperti; Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12, Vitamin B5/Dekspantenol, Vitamin D, Kalsium hipofosfit, minyak ikan Kod, dan ekstrak Curcuma Xanthorhiza. “Semua tersaji dalam varian rasa yang disukai anak-anak dan akan tumbuh dengan sehat,” ungkap Kiki.

Produk yang sudah melalui penelitian pra klinis maupun klinis ini, memang terus dilakukan pengembangan demi kepuasan konsumen Curcuma Plus. Salah satunya dengan terobosan memperbaiki rasa, dengan meluncurkan varian rasa strawberry dan jeruk. “Selain rasa yang lebih disukai anak-anak, Curcuma Plus juga memiliki dua zat aktif penambah nafsu makan, yaitu temulawak dan minyak ikan Kod. Sehingga fungsinya bertambah, tidah hanya membantu memperbaiki nafsu makan, tapi juga mempercepat pertumbuhan,” jelas Kiki.

Untuk melahirkan produk-produk unggulan, jelas Kiki, selain memiliki bagian Riset and Development yang cukup handal, PT SOHO juga bekerja sama dengan lem­baga penelitian dan universitas terkemuka, baik di dalam maupun luar ne­ge­­ri. Misalnya dengan Universitas Ga­­jah Mada, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Bogor, Phytohealth Tai­wan, University of Western Sydney Aus­tra­lia dan Institute of Natural Medicine di Toyama Jepang. “Kami menawarkan produk terbaik bagi masyarkat,” ujarnya.

Sosok yang bertanggung jawab dalam mengembangkan produk, pangsa pasar, profit dan loss sejumlah produk OTC (Over The Counter), seperti Diapet, Laxing, Lelap, dan Fitkom Gummy ini bertekad, untuk menjadikan produk-produk yang ditanganinya, agar disenangi, dicintai, dan menjadi pilihan utama konsumen. “Kami terus berupaya agar produk kami tetap tumbuh dan menjadi pilihan bagi konsumen di Indonesia,” ujarnya berharap.

Salah satu strategi yang ia terapkan adalah dengan mendekatkan produk dengan konsumen. Kiki menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan dengan melakukan edukasi kepada konsumen baik itu ibu-ibu maupun anak-anak yang menjadi target utama dari produk-produk multivitamin kami dengan cara mengunjungi sekolah dalam rangka memberi pemahaman pentingnya mengkonsumsi multivitamin dalam mendorong pertumbuhan kesehatan anak.

Seperti halnya produk SOHO lainnya, pendistribusian Curcuma Plus Emulsion dilakukan oleh PT Parit Padang, sehingga tidak tergantung pada distributor lain dan tidak perlu melakukan survey distributor lagi. “Kita memiliki 25 cabang, serta medical channel distribution yang hampir 90% di seluruh Indonesia. Curcuma Plus dapat dengan cepat mempenetrasi pasar. Apalagi PT Parit Padang andal dalam menembus pasar modern, apotek, supermarket, minimarket, dan toko obat,” ujar Kiki mantab.

PT Parit Padang yang merupakan bagian dari Group SOHO, memang terbukti andal dalam mementingkan availibility produk dan service. Mereka mampu mengusahakan waktu pengiriman secepat mungkin. Terlebih dengan aplikasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah diterapkan Group SOHO, maka pengelolaan distribusi pun menjadi lebih mudah. Lewat ERP, kata Kiki, mereka dapat melakukan kontrol atas semua produknya. “Mulai dari statistik produksi, stok barang, hingga identitas masa expired produk,” jelasnya.

Dengan kata lain, perusahaan mampu mengendalikan semua barang yang pernah diproduksi, misalnya data kode produksi yang berguna untuk mengidentifikasi keberadaan produk yang sudah kadaluarsa untuk ditarik dari pasar.

Penyandang gelar Master of Management dibidang marketing dari Marquette University, Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat ini menuturkan bahwa consumer health telah mengembangkan strategi yang membidik empat langkah utama, yakni; Build an integrated consumer health team, Review and confirm brand architecture, Review and confirm product innovation plans, dan Drive a step gap improvement in availability.

Kunci strategi adalah kekuatan consumer sales, “Program pemasaran yang efektif adalah dengan memadukan seluruh elemen pemasaran yang terkoordinasi. Strategi ini akan membangun posisi yang kuat ke dalam pasar dan tepat sasaran,” tegas Kiki.

Kejelian Kiki melihat sisi peluang sebuah produk dalam dunia marketing, bukan hal baru. Pengalamannya teruji dalam sejumlah perusahaan besar di Indonesia. Ia pernah dipercaya sebagai New Business Manager PT Danone Dairy Indonesia, Marketing Manager Baygon PT Johnson Home Hygiene Products, Manager Beverage Heinz ABC, dan Johnson & Johnson sebagai Brand Manager, Trade Marketing Manager, and Marketing Manager for Beauty & Skin Care and Baby Care, menjadi bukti kepiawaian Kiki mengusung produk dan mendulang profit bagi perusahaan.

Pencinta olahraga diving dihampir seluruh perairan di Indonesia seperti Bali, Lombok, Manado, Ambon, Banda, Komodo, Alor, Raja Ampat, Derawan, Maratua, Kapoposan, Philipina hingga Republik Palau, menuturkan bila Curcuma Plus merupakan produk OTC yang mengincar pangsa pasar yang lebih besar dengan cara memberi akses yang lebih luas pada konsumen untuk memperoleh produk.

Sebagai produk OTC, jelas Kiki, Curcuma Plus juga dipromosikan melalui media cetak dan elektronik. “Selain mengandalkan kekuatan produk, kita juga gencar melakukan aktivitas komunikasi pemasaran.

Saat ini, Curcuma Plus merupakan satu-satunya produk alami yang berkhasiat sebagai penambah nafsu makan dan mempercepat pertumbuhan. Belum banyaknya kompetitor yang mampu mengimbangi produk ini, “Potensi Curcuma Plus sangat besar untuk terus tumbuh dan berkembang, seiring pertumbuhan anak-anak Indonesia yang sehat dan cerdas,” ungkap Kiki berharap.

BERITA TERKAIT

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…

Produksi Tumbuh Lampaui 17%, IKM Yogyakarta Juga Inovatif

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian gencar memacu produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional. Sektor yang menjadi…

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Selamatkan Masa Depan 250 Ribu Siswa Keluarga Ekonomi Lemah

KCD Wilayah III‎ Disdik Jawa Barat, H.Herry Pansila M.Sc    Saatnya Untuk selamatkan 250 Ribu Siswa dari Keluarga Ekonomi tidak…

Aktivis Masjid Yang Kini Menjabat Sebagai Menteri - Idrus Marham, Menteri Sosial Republik Indonesia

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Perjalanan karier Idrus sebagai…

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…