BCA Life Berikan Jaminan Asuransi Jiwa - Dukung Gerakan Indonesia Mengajar

NERACA

Jakarta - Tiap-tiap anak di Indonesia berhak mendapat pendidikan yang baik untuk masa depannya. Sementara itu kualitas dan fasilitas pendidikan belum merata ke seluruh daerah di Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015 – 2019 disebutkan ada 122 daerah tertinggal yang menjadi perhatian pemerintah. Untuk itu pemerintah sangat membutuhkan dukungan dari pihak lain guna membantu pengembangan daerah-daerah tersebut salah satunya adalah BCA Life, anak usaha dari Grup BCA dan Yayasan Indonesia Mengajar yang hadir untuk mendorong perkembangan pendidikan daerah tertinggal.

Komitmen BCA Life mendukung Yayasan Indonesia Mengajar ini merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dan juga termasuk program edukasi asuransi kepada masyarakat Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dengan memberi jaminan asuransi jiwa SiPECI kepada setiap relawan pengajar muda yang akan diberangkatkan setiap tahun ke pelosok wilayah Indonesia. Komitmen ini akan diberikan selama 5 tahun (2016-2020) dan sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu.

Pada tahun kedua kerjasama ini, BCA Life memberikan 40 asuransi jiwa SIPECI dengan total uang pertanggungan sebesar Rp 1 milyar jika terjadi kecelakaan sepanjang masa tugas para pengajar muda angkatan XV yang diberangkatkan ke 26 kabupaten di seluruh pelosok Indonesia selama 1 tahun kedepan. “Kami sangat bangga kepada adik-adik relawan Indonesia Mengajar yang mau mengabdi selama setahun ke wilayah terpencil Indonesia seperti, Singkil (NAD), Natuna (Kep. Riau), Pegunungunan Bintang (Papua) dan Kab. Kepulauan Sula (Maluku) dan berbagai daerah lainnya. Oleh karena itu, BCA Life memberikan asuransi jiwa SiPECI agar mereka dan keluarga merasa nyaman dalam menjalankan tugasnya,”kata Yannes Chandra, Direktur BCA Life dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Asuransi jiwa SiPeci akan memberikan perlindungan kepada seluruh pengajar muda angkatan XV dengan manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan sebesar Rp25 juta dan manfaat meninggal dunia akibat bukan kecelakaan sebesar Rp5 juta. “Semoga dengan kegiatan ini, kualitas pendidikan di Indonesia akan semakin terjamin. Dukungan dari pihak swasta dan NGO merupakan kunci keberhasilan peningkatan ini,”ungkapnya.

Dengan dukungan kepada relawan pengajar muda ini, diharapkan para pengajar muda dapat meningkatkan kualitas guru dan sistem pengajaran agar pendidikan di Indonesia terus maju dan siswanya mampu bersaing dengan kabupaten/kota lain di Indonesia.

BERITA TERKAIT

Produk Atlet Nabung Saham Dirilis di Pasar - Dukung Atlet Melek Investasi

NERACA Jakarta –PT MNC Sekuritas menilai program atlet nabung saham bisa menjadi investasi jangka panjang bagi para olahragawan di Tanah…

Menteri LHK: Saham Freeport Dikuasai Indonesia, Lingkungan Makin Terjaga

Menteri LHK: Saham Freeport Dikuasai Indonesia, Lingkungan Makin Terjaga NERACA Jakarta - Pemerintah melalui PT Inalum (Persero) resmi memiliki 51…

Ketua MPR RI - Indonesia Kuat Jika Bangsanya Bersatu

Zulkifli Hasan Ketua MPR RI Indonesia Kuat Jika Bangsanya Bersatu Jakarta - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan negara Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…