Investasi Emas Dan Segudang Keuntungan

Berbeda dengan menyimpan kekayaan dalam bentuk uang kertas, emas logam mulia yang tidak mudah terkorosi. Nilai pun bertendensi meningkat tak lekang dihantam jaman.

Neraca. Emas tahan terhadap inflasi? Bayangkan anda memiliki uang sejumlah Rp 2 juta di tahun 1980 uang tersebut mungkin bisa digunakan untuk membeli sebidang tanah yang cukup luas. namun, coba bandingkan dengan keadaan sekarang dengan uang yang sama, yakni Rp 2 juta rupiah, kita mungkin hanya mendapatkan tanah seluas beberapa meter saja penyebabnya adalah karena adanya inflasi.

Inflasi secara perlahan menggerogoti nilai uang yang kita miliki sehingga setelah beberapa tahun, uang yang kita pegang tidak bisa digunakan untuk membeli materi yang senilai dengan dahulu emas memiliki sifat yang berbeda dengan uang kertas. Emas dikenal memiliki sifat zero inflation effect, alias tidak terpengaruh akan adanya inflasi.

Dalam jangka pendek, fluktuasi harga emas bisa dikatakan kurang begitu besar, bila dilihat secara garis besar memang di beberapa kejadian, emas mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi, namun hal ini jarang terjadi, sehingga jika kita berinvestasi dalam jangka pendek, kita mungkin tidak mendapatkan hasil investasi (return) yang maksimal.

Di jaman Nabi, satu dinar emas bisa digunakan untuk membeli seekor kambing. dan sekarang, 14abad kemudian 1 dinar yang setara dengan 4,25 gram emas masih bisa digunakan untuk membeli seekor kambing pula sebuah fakta yang nampaknya sederahana, namun memiliki pelajaran yang sangat berharga.

Selain dapat digunakan sebagai alat tukar, emas juga bisa digunakan sebagai sebuah agunan untuk mengajukan kredit atau hutang di bank. Ini tentu sangat berguna bagi orang yang ingin menambah modal usaha atau keperluan lainnya

Meskipun harga emas mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu, namun secara umum harga emas selalu mengalami kenaikan dalam keadaan harga minyak mengalami penurunan, harga emas pun mengalami penurunan namun ketika harga minyak mengalami penurunan tajam, harga emas “hanya turun” saja.

Beberapa pengamat emas selain itu, dalam jangka panjang, nilai emas mempunyai trend harga yang selalu naik dalam jangka waktu 1 bulan, harga emas mungkin mengalami trend penurunan tapi jika di tarik jangka waktu yang lebih panjang, katakanlah 10 tahun harga emas akan selalu mengalami kenaikan.

Selain tak lekang oleh waktu, kelebihan emas lainnya adalah nilainya diakui di semua tempat dan semua negara bahkan ketika terjadi gejolak politik dan keamanan misalnya ketika terjadi peperangan dan kekacaun sosial, emas tetap mampu melindungi nilai kekayaan pemiliknya lain halnya dengan uang kertas yang nilainya bisa jatuh dalam kondisi keamanan negara yang kritis sejarah membuktikan bahwa uang kertas bisa menjadi tumpukan kertas tak bernilai di beberapa negara yang mengalami kekacauan seperti di Rwanda atau Jerman ketika mengalami kekalahan perang.

Salah satu keuntungan lainnya adalah harga emas juga dipatok dalam mata uang US dollar, jadi bila terjadi peningkatan nilai US dollar, Anda bisa memperoleh dua keuntungan langsung yaitu dari kenaikan dollar dan juga kenaikan dari harga emas itu sendiri tapi kondisinya pun bisa sama, bila harga emas sedang turun tapi untuk jangka panjang harga emas cenderung stabil dan naik.

BERITA TERKAIT

Genjot Investasi dan Ekspor, IKTA Dipacu Perdalam Struktur

NERACA Jakarta – Industri Kimia, Tektsil, dan Aneka (IKTA) merupakan kelompok sektor manufaktur yang berkontribusi signfikan terhadap Produk Domestik Bruto…

Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng - Minat Asuransi Meningkat

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Kampanye Pilkada 2018 - Ini Dia Visi, Misi dan Program Pak Dirman Menuju Kursi Gubernur Jateng

Kampanye Pilkada 2018 Ini Dia Visi, Misi dan Program Pak Dirman Menuju Kursi Gubernur Jateng NERACAJakarta – Genderang kampanye Pemilihan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…