Awas Penipuan Berkedok Investasi

Kasus penipuan berkedok investasi marak terjadi, teliti dan jeli berinvestasi diawal tahun jadi tuntutan. Menimbang pelbagai masukan dan tentukan pilihan berinvestasi menjadi mutlak.

Neraca. Modus investasi yang menjamin keuntungan besar tanpa kegiatan yang jelas seperti itu sebenarnya adalah Money Game. Jadi uang yang disetor member baru digunakan untuk membayar bonus bagi member lama demikian seterusnya dan Sudah banyak modus penipuan investasi seperti ini.

Biasanya, selama beberapa saat perusahaan-perusahaan itu selalu menepati janjinya, dengan melakukan pembayaran bunga selalu lancar dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan, dan saat melakukakan pembayaran biasanya selalu diikuti penawaran dari bagian pemasaran perusahaan tersebut, pada dasarnya untuk merayu nasabah sehingga tertarik untuk memperbesar investasi mereka.

Investasi dalam bentuk emas batangan risikonya akan berbeda dengan emas derivatif alias emas berjangka. Memang, keuntungan emas berjangka relatif lebih besar dibandingkan emas batangan, sehingga risikonya pun semakin besar. Selain itu, masyarakat juga harus pandai membaca situasi global dan Jangan terburu-buru sebelum mengenal kondisi pasar global dan deiharapkan masyarakat bisa mengecilkan risikonya.

Calon investor juga harus paham di mana uang itu akan ditanamkan, sehingga bisa terhindar dari penipuan. Nilai emas cenderung stabil dari tahun ke tahun dan dianggap tidak terpengaruh oleh inflasi / zero inflation effect, dan sangat jarang harga emas turun, dan emas juga bisa digunakan untuk koleksi dan sebagai perhiasan.

Berinvestasi sebenarnya mudah, anda cukup menyediakan uang dan mencari instrument investasi yang cocok dengan anda. Tapi yang tidak mudah adalah menunggu keuntungan. Menungggu dalam berinvestasi mengandung resiko dan perlu waktu untuk mendapatkan keuntungan. Bukan berarti anda tidak bisa mendapatkan keuntungan super besar dalam waktu yang sangat singkat,tentu bisa,investasi di perdagangan berjangka.

Tentu semua bisnis dan investasi apapun itu punya resiko, resiko yang dimaksud di sini adalah resiko kerugian Ini adalah hal paling penting yang perlu diketahui oleh semua investor ataupun calon investor tidak ada satupun investasi yang tidak memiliki resiko,jika anda menemukan brosur promosi yang menawarkan pendapatan tetap bebas resiko maka buang brosur itu ke tempat sampah.

Investasi di obligasi,bahkan obligasi pemerintah sekalipun punya resiko, lihat saja krisis hutang pemerintah yang ada di eropa sekarang, Investasi emas juga tidak lepas dari resiko meskipun emas terkenal karena nilainya yang stabil dan tahan terhadap inflasi tetap saja dapat membuat anda merugi.

Jadi,resiko dalam berinvestasi itu seperti uang koin yang punya dua sisi yang tidak bisa dipisahkan Jangan tergiur dengan jumlah keuntungsn yang bakal ditawarkan, bahkan tertipu dengan para sales marketing suatu produk investasi yang (biasanya) cuma menonjolkan dari sisi keuntungan produknya saja.

Jika anda masih berpikir berinvestasi atau berbisnis itu bebas resiko maka anda perlu memikirkannya lagi hal yang perlu anda ingat tentang resiko investasi adalah,apapun investasinya makin besar keuntungan yang bisa anda dapat maka makin besar juga resikonya.

Hal terpenting kedua dalam berinvestasi adalah legalitas.

Legalitas yang dimaksud di sini adalah legalitas lembaga investasinya dan terdaftar di lembaga legulator di negara setempat, jika anda berinvestasi reksadana maka anda harus mengatahui legalitas/surat ijin pendirian perusahaan tersebut, kemudian mengetahui bahwa perusahaan tersebut terdaftar pada lembaga legulator yaitu Bapepam, untuk bank ada Bank Indonesia, untuk perdagangan komoditi (termasuk yang berjangka) ada Bappebti yang mengawasi.

Meskipun dengan segunung surat ijin sah dari notaris untuk mendirikan perusahaan tersebut,tapi jika tidak terdaftar di lembaga legulator maka perusahaan tersebut illegal. Anda bisa mengetahui daftar perusahaan reksa dana (manajer investasi) legal yang ada di Indonesia.

hal terakhir yang perlu anda ketahui adalah mekanisme mekanisme tentang bagaimana tata cara pembayarannya, pendaftaran, penarikan dana disarankan anda jangan hanya mengandalkan informasi dari sales atau customer service saja, mencari informasi di Internet memang salah satu caranya tapi anda lebih disarankan untuk membeli buku,karena berdasarkan pengalaman informasi yang ada di buku lebih lengkap.

Jika anda hanya mengandalkan sales/marketing atau customer service,maka siapa tau mereka adalah pegawai yang ingin berhenti kerja dan ingin mencari keuntungan dengan menipu, sehingga ketika anda menanyakan kemana seharusnya anda menyetor dana investasi, anda malah disuruh menyetor ke rekening pribadi penipu tadi.

Setelah anda mengetahui dengan persis bagaimana mekanismenya, barulah tanyakan mekanisme investasi tersebut kepada sales/marketing atau customer service-nya sebagai konfirmasi Jika ada informasi/sesuatu yang lain di sana, maka anda patut curiga.

BERITA TERKAIT

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Awas Korupsi di Desa

Membanjirnya anggaran negara ke desa pada hakikatnya bertujuan mulia, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Namun pada kenyataannya, banyak aparat…

MNC AM Kenalkan Investasi Reksadana

Rendahnya literasi keuangan dan pemahaman terkait produk dan layanan keuangan menjadi penyebab banyaknya masyarakat terjebak pada produk investasi bodong. Berbagai…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…