OJK Bali Kaji Pemberian Relaksasi Kredit

NERACA

Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkaji pemberian relaksasi kredit bagi para nasabah yang terpaksa mengungsi karena terdampak erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. "Salah satu upaya kami meminta kebijakan relaksasi ke OJK Pusat karena kebijakan seperti itu wewenangnya ada di Jakarta," kata Deputi Direktur Pengawas Lembaga Jasa Keuangan II dan Perizinan OJK Regional Bali Nusa Tenggara Rochman Pamungkas di Denpasar, Jumat (1/12).

Menurut dia, relaksasi kredit tersebut untuk membantu nasabah karena kondisi alam termasuk mewujudkan perbankan di Bali dalam kondisi sehat. Dia menjelaskan, permintaan kebijakan relaksasi tersebut saat ini sedang dikaji oleh Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan.

OJK di daerah, kata dia, saat ini juga sedang mengupayakan agar kebijakan tersebut dapat segera direalisasikan karena pihaknya juga berkepentingan untuk menjaga kondusivitas perbankan di Bali. "Kami menunggu keputusan OJK Pusat memberikan perlakuan khusus bagi perbankan yang nasabahnya mengalami kendala kesulitan dalam membayar kewajibannya," katanya.

OJK melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi ancaman kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) yang dialami perbankan karena dampak erupsi Gunung Agung. Sebelumnya, Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara, Hizbullah mengatakan telah berkoordinasi dengan OJK Pusat terkait kebijakan relaksasi yang akan diberikan kepada debitur-debitur yang kemungkinan akan terdampak bencana letusan Gunung Agung.

Kebijakan serupa juga pernah dilakukan di beberapa daerah yang mengalami bencana gunung meletus. Berdasarkan hasil rekapitulasi data keuangan BPR di Bali, data sementara per 23 Oktober 2017 terdapat 56 BPR yang memiliki debitur terdampak bencana erupsi Gunung Agung dengan baki debet sekitar Rp 222,3 miliar.

Sedangkan untuk data keuangan bank umum yang memiliki jaringan kantor di Bali, sebanyak 12 bank umum (termasuk BPD Bali dan Bank Mantap) yang memiliki debitur terdampak bencana Gunung Agung dengan baki debet sekitar Rp 1,4 triliun.

BERITA TERKAIT

Menkeu Upayakan Bunga Kredit Ultra Mikro Diperkecil

      NERACA   Sumut - Pemerintah berupaya memperkecil suku bunga Kredit Ultra Mikro untuk semakin memberi manfaat besar…

Permintaan Kredit Baru Meningkat

    NERACA   Jakarta - Hasil Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan kredit baru pada kuartal IV…

Ristia Bintang Rights Issue 653,44 Juta Saham - Akuisisi Hotel Le MeRidien di Bali

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) masih memilih pendanaan pasar modal sebagai andalannya. Berdasarkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Konsorsium Asuransi untuk Jamin Aset Negara

      NERACA   Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Dadang Sukresna menyebutkan bahwa para pelaku usaha…

BNI Raup Laba Rp13,62 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk mendongkrak pertumbuhan laba bersih sebesar 20,1 persen…

BSM Targetkan Fee Based Hingga 50% dari Asuransi

  NERACA   Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri menargetkan pertumbuhan pendapatan komisi (Fee Based Income) sebesar 25-50 persen dari…