OBOR Dalam Sudut Pandang Awam

Oleh: Fauzi Aziz

Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri

OBOR dalam kamus bahasa Indonesia yang berlaku umum adalah suluh atau penerang. Dalam konteks geopolitik, geostrategik, dan geoekonomi China adalah sebuah inisiasi strategis bangsa China untuk menciptakan satu lingkungan baru bahwa China adalah sebuah negara benua. Atau bisa dikatakan sebagai mimpi besar dari konsep negara bangsa untuk menjelma menjadi negara benua.

China pemimpin Asia dalam konstruksi geopolitik, geostrategik dan geoekonomi, dan bahkan menjadi pemimpin dunia. One Belt One Road (OBOR) adalah inisiasi brilian China sebagai pembelajar yang ulet di dunia agar bisa mengusai Asia dan dunia. Sebagai orang awam, tentu bisa muncul beragam dimensi pemikiran dan pandangan yang pasti bisa mengambil posisi like, dan ada pula yang bersifat dislike atau no coment sama sekali karena tidak mau repot.

Mereka sangat percaya diri dan haqul yakin untuk menjadi pemimpin dunia. March to modernity-nya dengan bersandar pada 4 pilar yang kokoh dan harus kuat, maju dan berdaya jelajah yang tinggi di bidang pertanian, industri, sains dan teknologi serta militer. Its by design. Its the future.

Upayanya ini diwujudkan dengan memblanding sistem politik, ekonomi dan sosial budaya dari manapun datangnya, mereka padatkan dalam satu sistem nasional yang kuat, kokoh dan diyakini merupakan cara terbaik untuk menjelajah dunia dengan supersonik ekonominya. Kalau meminjam jargonnya Bung Obama, China juga akan mengatakan Yes We Can.

OBOR dibaca dari naluri politik dan ekonomi bersifat ekspansif, eksploitatif dan eksploratif, serta semua aktivitas yang direncanakan dan diimplementasikan berada dalam satu sistem remote control yang dikendalikan langsung dari Beijing. OBOR dalam perspektif manajemen strategis, dapat dipandang bahwa China telah menempatkan dirinya the big holding yang strategic business unitnya mereka tempatkan di enam koridor ekonomi di Asia, termasuk di Indonesia, sebagai bagian dari ASEAN.

Sumber-sumber ekonomi produktif yang menghasilkan barang dan jasa akan dikapitalisasi melalui kekuatan strategic business unitnya yang tersebar di 6 koridor ekonominya yang akan mereka kontrol langsung dari Beijing. Dengan demikian, its clear dilihat dari kepentingan China dimasa depan untuk melaksanakan inisiasi OBOR.

Satu Sabuk Satu Jalan. China akan menjadi suluh atau penerang jalan menuju kebangkitan ekonomi Asia. Mereka telah bergerak maju, cepat, terpimpin dan terkelola secara sistemik untuk bisa menguasai produksi, pasar, pusat - pusat logistik dan jaringan distribusi produk hasil pertanian dalam arti luas, industri dalam arti luas yang didukung oleh penguasaan sains dan teknologi yang advance, serta kekuatan militer yang tangguh untuk mengamankan pusat-pusat produksi, pasar, logistik dan jaringan distribusi, paling tidak di jalur 6 koridor ekonomi yang mereka kelola.

OBOR semangatnya adalah membangun. Sebab itu, mereka mengambil prakarsa membentuk Asia Infrastructure Invesment Bank (AIIB) sebagai "tandingan" dari World Bank dan ADB secara multilateral.

BERITA TERKAIT

Saham MINA Masuk Dalam Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang tidak wajar, perdagangan saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masuk dalam pengawasan PT Bursa…

Perlu Ketelitian Melangkah dalam Hadapi Perang Dagang

Oleh: Muhammad Razi Rahman Perang, apa pun bentuknya, lebih baik dihindari sejauh mungkin karena hanya akan menimbulkan penderitaan di kedua…

Menteri Dalam Negeri - Proses Hukum Calon Kepala Daerah Dipercepat

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri  Proses Hukum Calon Kepala Daerah Dipercepat Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta Komisi…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Asuransi Syariah Petani

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Selain sebagai negara bahari Indonesia dikenal sebagai negara agraris yaitu pertanian. Maka otomatis…

Reformasi Perizinan di Indonesia

  Oleh: Dhenny Yuartha Junifta Peneliti INDEF   Jalan panjang pembenahan perizinan di Indonesia sedang berada di aras reformasi. Tidak…

Pemerintah Indonesia Vs Freeport - Oleh : Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Negosiasi pemerintah Indonesia dengan Freeport masih terus berjalan sangat alot. Dalam hal ini pemerintah harus kuat dan jangan mengalah dengan…