Nilai Tukar Rupiah di 2018 Diprediksi Kisaran Rp13.600

NERACA

Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memproyeksikan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 2018 mendatang akan mencapai Rp13.600 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan target pemerintah dalam APBN 2018 Rp13.400 per dolar AS. Ekonom INDEF Eko Listiyanto, Rabu (29/11), mengatakan pergerakan rupiah tahun depan akan dipengaruhi oleh kebijakan pengetatan moneter AS, serta rencana penurunan pajak oleh Pemerintahan Donald Trump.

Kedua kebijakan tersebut, lanjutnya, akan berimplikasi pada meningkatnya 'capital outflow' dan perlu diantisipasi dengan penguatan fundamental perekonomian domestik secara lebih intensif. "Kalau AS berhasil membaik sedikit saja, kita pasti terdepresiasi," ujar Eko menjadi pembicara dalam seminar nasional "Stabilitas Tanpa Akselerasi".

Dari sisi domestik sendiri, pilkada serentak 2018 dinilai akan memengaruhi persepsi investor di pasar uang terhadap stabilitas perekonomian. Selain itu, perkembangan data-data perekonomian terutama yang berkaitan dengan risiko anggaran negara, data makroekonomi, serta data daya beli akan menentukan fluktuasi nilai tukar rupiah dari dalam negeri.

Secara umum, fluktuasi rupiah pada 2018 diprediksi akan lebih besar jika dibandingkan dengan 2017 mengingat berbagai perkembangan kebijakan ekonomi dan politik di level global, terutama kebijakan moneter dan fiskal AS. "Target Rp13.400 itu memang ada 'extra effort' dari Bank Indonesia untuk melakukan intervensi, jika tidak, bisa lepas," ujar Eko. Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada Rabu ini mencapai Rp13.515 per dolar AS, menguat dibandingkan hari sebelumnya Rp13.527 per dolar AS

BERITA TERKAIT

Realisasi KUR 2018 Capai Rp120 Triliun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2018…

KONDISI 2018 LEBIH BURUK DIBANDINGKAN SURPLUS 2017 - BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Defisit US$8,57 Miliar

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan Indonesia (NPI) mengalami defisit hingga US$8,57 miliar sepanjang Januari-Desember 2018. Angka defisit ini…

Sentimen Positif Rupiah Topang Kinerja IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

LPS Perkirakan BI Tahan Suku Bunga Di Awal 2019

NERACA Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate pada awal 2019 ini…

Regulator Terapkan Perhitungan Risiko Pasar Basel III Terbaru

  NERACA Jakarta - Regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadiri pertemuan para Gubernur Bank Sentral dan Pimpinan Otoritas Pengawas Sektor…

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…