Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaam Nasional (HKBN). "Untuk itu Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi-instansi terkait untuk memastikan harga dan pasokan terjaga dengan baik," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti seusai menghadiri Rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka membicarakan penguatan strategi pengendalian inflasi menghadapi Natal 2017 dan Tahun baru 2018 di Ambon, disalin dar Antara di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan harga-harga Bapok di Provinsi Maluku terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi hari raya Natal 25 Desember 2017 dan memasuki Tahun baru 1 Januari 2018. "Pemerintah akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HKBN," ujarnya.

Menurut Tjahya, berdasarkan pengalaman empiris, harga Bapok pada periode menjelang Natal dan Tahun baru biasanya tidak naik signifikan karena permintaan masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok tidak terjadi secara serentak atau hanya terjadi di daerah-daerah yang mayoritas merayakan Natal.

Namun, Tjahya menilai Pemerintah tetap perlu menempuh tiga langkah antisipatif untuk menghadapi momen ini. Langkah-langkah tersebut adalah mengidentifikasi ketersediaan pasokan dan memantau harga secara nasional di masing-masing daerah, mengidentifikasi kesiapan instansi dan pelaku usaha untuk menghindari kekurangan stok atau gangguan distribusi, serta meningkatkan pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang kadaluarsa, barang seludupan, serta barang impor yang tidak aman dikonsumsi atau digunakan. "Pemerintah Pusat akan terus berkoordinasi dengan Dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan Bapok," ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, untuk menjamin masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun baru dengan khidmat dan tenang. Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan per tanggal 24 November 2017, harga Bapok di Kota Ambon dibandingkan pada bulan lalu, yaitu per tanggal 24 Oktober 2017, yang terpantau stabil adalah beras Rp12.000/kg, gula pasir Rp13.000/kg, minyak goreng Rp13.500/liter, kedelai impor Rp12.000/kg, daging sapi Rp100.000/kg, daging ayam Rp32.000/kg, cabai merah Rp35.000/kg, bawang merah Rp26.000/kg.

Sementara harga yang terpantau turun dibandingkan bulan lalu adalah telur ayam ras dari Rp24.000/kg turun 3,33 persen menjadi Rp23.200/kg, cabai merah keriting dari Rp29.000, turun 2,27 persen menjadi Rp28.667/kg, dan bawang putih dari Rp26.333/kg, menjadi Rp26.000/kg. "Disisi harga yang terpantau naik adalah cabai rawit merah dari Rp31.333/kg naik 29,79 persen menjadi Rp40.667/kg," ujarnya.

Rakor di Ambon, lanjutnya, merupakan bagian dari rangkaian Rakor dalam menghadapi HKBN, Sebelumnya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memimpin Rakor serupa di Pontianak, Kalimantan Barat pada Selasa tanggal 21 November 2017. Dia menambahkan, pada tanggal 11-17 November 2017 Kemendag telah melakukan pemantauan awal harga dan pasokan ke Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatra Utara yang mayoritas penduduknya merayakan Natal.

Hasil pemantauan awal tersebut menunjukan secara umum harga Bapok di enam daerah ini relatif stabil. "Pasokan beras, gula dan minyak goreng, di gudang Bulog Divre setempat cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun baru," ujarnya.

Tjahya Widayanti mengatakan, menghadapi perayaan hari raya Natal 25 Desember 2017 maupun persiapan memasuki tahun baru 1 Januari 2018 stok barang kebutuhan pokok terkendali dan aman. Namun, ada beberapa barang kebutuhan pokok yang belum mengikuti harga eceran tertinggi (HET).

"Tidak ada masalah dengan stok barang kebutuhan sebab semuanya terkendali," katanya seusai mengikuti rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku dalam rangka membicarakan penguatan strategi pengendalian inflasi menghadapi Natal 2017 dan Tahun baru 2018 yang berlangsung di Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, sebagaimana disalin dari Antara, kemarin, di Jakarta.

Menurut dia, harga juga terkendali dan tidak ada masalah, sebab memang stok aman, sekalipun ada beberapa barang kebutuhan pokok yang belum mengikuti harga eceran tertinggi (HET). "Tetapi pada umumnya perkembangan harga bahan-bahan kebutuhan pokok masih stabil," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Strategi Antisipasi Penurunan Harga Sawit

Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat, Idwar Hanis mengatakan bahwa anjloknya harga sawit harus segara diatasi…

Strategi Mengantisipasi Penurunan Harga Sawit

Oleh: Subagyo Selama 50 tahun terakhir hampir semua komoditas pertanian mengalami penurunan harga, rata-rata turun satu persen per tahun. Salah…

Pacu Kualitas Investor Lokal - Komunitas Investa Terus Aktif Gelar Edukasi

NERACA Jakarta - Dalam rangka meningkatkan kualitas para investor lokal, komunitas Investa menyelenggarakan co-live trading dan peningkatan keahlian investor lokal.”Kami…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Penilaian Menteri - Perang Dagang Seharusnya Bisa Tingkatkan Produksi dan Ekspor

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, fenomena perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya bisa…

Ekspor Melalui Kuala Tanjung Ditargetkan Capai 1.000 TEUS

NERACA Jakarta – Ekspor langsung melalui Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, ditargetkan bisa mencapai hingga 1.000 TEUs saat dioperasikan pada…

Industri Sepeda Motor Agresif Pacu Pasar Ekspor

NERACA Jakarta – Industri sepeda motor di Indonesia semakin agresif menembus pasar ekspor. Hal ini tidak terlepas dari peningkatan produktivitas…