Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA

Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11) untuk membahas peningkatan hubungan bilateral antara Indonesian dengan Tanzania. Pada kunjungan ini Dubes Pardede menyampaikan keinginan kuat Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral dan pedagangan antara Indonesia dengan Tanzania khususnya dengan Zanzibar.

"Indonesia selalu siap untuk bekerja sama dengan Tanzania khususnya dengan Zanzibar di berbagai sektor yang dapat membawa keuntungan bagi kedua negara," ujar Dubes Pardede dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, disalin dari Antara di Jakarta, kemarin.

Zanzibar merupakan wilayah semiotonom yang merupakan bagian dari Tanzania. Pada tahun 1964 Tanganyika dan Zanzibar bersatu membentuk negara berbentuk republik persatuan bernama Tanzania.

Selama ini Zanzibar merupakan langganan pengekspor cengkeh ke Indonesia. Meski demikan, Dubes Pardede menyampaikan terbuka luas kesempatan pengembangan kerja sama dengan Zanzibar di sektor lain yang juga potensial.

Selain itu, Dubes Pardede juga menyampaikan dukungan Indonesia dalam membantu pengembangan budi daya rumput laut dan padi di Zanzibar. Terlebih lagi, Zanzibar merupakan salah satu penghasil rumput laut terbesar di dunia.

Beberapa ahli pertanian dari Zanzibar juga pernah menempuh pendidikan baik untuk bergelar maupun pelatihan di Indonesia. Di saat yang bersamaan, ahli pengembangan produk rumput laut Indonesia baru-baru ini datang memberikan pelatihan pemberian nilai tambah untuk rumput laut di Zanzibar.

Presiden Shein menyambut baik niat Dubes Pardede dalam meningkatkan hubungan bilateral Indonesian dengan Tanzania khususnya Zanzibar. Hal ini diutarakan oleh Presiden Shein mengingat Indonesia dapat membagi pengalaman dan pengetahuannya dalam pengembangan industri di Zanzibar.

Presiden Shein juga menggarisbawahi hubungan historis antara Indonesia dengan Tanzania yang sudah terjalin sejak lama dan memberi nuansa positif bagi pengembangan hubungan bilateral kedua negara.

"Pemerintah Zanzibar menyambut baik upaya peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan Tanzania utamanya untuk meningkatkan pembangunan industri di Zanzibar. Indonesia selalu diterima dengan baik di Zanzibar," ucap Presiden Shein.

Dubes Pardede juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) tahun 2018 di Bali serta mengharapkan Pemerintah Tanzania dapat ikut serta pada forum tersebut.

Presiden Shein menyambut baik rencana penyelenggaraan IAF 2018 serta akan memastikan wakil dari Zanzibara akan hadir dan memanfaatkan forum tersebut. Setelah mengetahui, rencana penyelenggaraan IAF 2018 di Bali, Presiden juga menyampaikan usulannya untuk menjalin hubungan antara Zanzibar dengan Indonesia di bidang pengembangan pariwisata.

"Saya menginginkan Zanzibar juga dapat belajar banyak dalam mengembangkan potensi wisata seperti Bali. Untuk itu kiranya dapat dijajaki pembentukan Sister Province antara Bali dengan Zanzibar," Presiden Shein mengusulkan.

Dubes Pardede menyambut baik usulan Presiden Shein serta akan menindaklanjuti hal tersebut dengan pihak terkait di Indonesia. Selama tiga hari Dubes Pardede melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Kepulauan Zanzibar untuk memetakan kembali potensi kerja sama antara Indonesia dengan Tanzania.

Sementara itu, Indonesia sukses mendapatkan transaksi senilai lebih dari Rp70 miliar dalam rangkaian pameran Jeddah International Trade Fair (JITF) 2017 yang berakhir di Jeddah, Saudi Arabia, Minggu, akhir pekan lalu.

Menurut siaran pers Kepala Indonesia Trade and Promotion Center (ITPC) Gunawan dari Jeddah, yang dikutip dari Antara, JITF 2017 sempat dinyatakan ditutup oleh pihak penyelenggara pameran selama sehari pada 21 November 2017 akibat hujan besar yang sempat melumpuhkan kota Jeddah karena banjir.

Namun Indonesia berhasil meraih transaksi sebesar Rp70 miliar yang berarti jauh melampau nilai tahun sebelumnya senilai Rp39,7 miliar yang berarti mengalami kenaikan 80 persen. Pameran JITF dibuka pada 20 Nopember 2017 oleh Sekretaris Jenderal Jeddah Chamber of Commerce and Industry (Kadin Jeddah) Hassan Ibrahim Dahlan didampingi jajaran dari pejabat Kadin Jeddah beserta Event Organizer dari Alharity. Sekretaris Jenderal Kadin Jeddah menyempatkan diri mengunjungi booth dari Indonesia.

BERITA TERKAIT

Merefleksikan Semangat Natal untuk Indonesia Damai & Bermartabat

  Oleh: Faturahman Dewantara, Pemerhati Masalah Sosial, aktif di Lembaga Kajian Ketahanan Sipil   Seolah telah menjadi tradisi bahwa setiap…

Gerakan Antikorupsi Indonesia Raih Penghargaan PBB

Gerakan Antikorupsi Indonesia Raih Penghargaan PBB NERACA Jakarta - Gerakan "Saya Perempuan Anti Korupsi" dari Indonesia, yang merupakan bagian dari…

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…

Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaam Nasional…

Dunia Usaha - HIMKI Tentang Wacana Dibukanya Kran Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan

NERACA Jakarta - Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Soenoto mengatakan sampai saat ini masih ada pihak-pihak yang…