Lagi, IHSG Cetak Rekor Baru di Level 6.070

NERACA

Jakarta – Menjelang akhir perdagangan saham akhir tahun, tren penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus merangkak naik hingga mencapai rekor baru. Tercatat mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/11), IHSG kembali menguat sebesar 6,12 poin (+0,10%) ke level 6.070,71. Hal tersebut kembali membuat indeks kembali mencatatkan rekor tertingginya sepanjang masa.

Disebutkan, begerak di kisaran 6.015,90 hingga 6.070,71. Peguatan IHSG diiringi oleh menghijaunya Indeks LQ45 dengan menguat tipis sebesar 5,03 poin (+0,49%) ke level 1.024,69. Investor bertransaksi senilai Rp8,18 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 351,879 kali transaksi, dengan volume 10,42 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Investor asing membukukan transaksi beli bersih (nett buy) senilai Rp102,92 triliun.

Ada tiga sektor menghijau dan tujuh sektor memerah. Sektor consumer goods menguat paling besar sebesar 1,42%. Sementara sektor aneka industri terkoreksi paling dalam sebesar 1,36%. Sebanyak 130 saham naik, 236 saham turun, dan 114 saham tidak bergerak.Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah ALKA naik Rp102 atau 24,4% ke Rp418, ASRM naik Rp450 atau 24,32% ke posisi Rp1.850, POLY naik Rp10 atau 14,08% ke Rp71, BULL naik Rp17 atau 10,83% ke Rp157, dan ZINC naik Rp95 atau 9,31% ke Rp1.020.

Adapun saham-saham yang masuk top losers yakni INCF turun Rp78 atau 21,55% ke Rp362, KARW turun Rp25 atau 16,89% ke Rp148, PSDN turun Rp68 atau 16,27% ke Rp418, GEMS turun Rp360 atau 13,19% ke Rp2.730, dan IIKP turun Rp32 atau 10,26% ke Rp312. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah 9,48 poin atau 0,16% menjadi 6.055,10, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 2,41 poin (0,24%) menjadi 1.017,23.”Sentimen positif baik dari eksternal dan internal yang relatif terbatas, mmebuat pergerakan IHSG cenderung tertahan," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere.

Dari eksternal, Nico Omer mengemukakan bahwa investor sedang menyoroti perkembangan rencana reformasi pajak AS yang masih dibayangi ketidakpastian menyusul adanya halangan dari senat Amerika Serikat yang mengajukan reformasi pajak berbeda dari rencana sebelumnya. Sementara dari domestik, lanjut dia, investor seedang mencermati hasil review perkembangan ekonomi Indonesia dari lembaga pemeringkat global Fitch Ratings dan Moody's di tengah kinerja penerimaan negara yang relatif masih rendah.”Sebagian pelaku pasar khawatir kondisi itu dapat mempengaruhi pada peringkat utang Indonesia. Namun, pemerintah optimistis terhadap fundamental ekonomi nasional akan terus membaik," katanya.

Sementara itu, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan bahwa koreksi saham di dalam negeri bersifat jangka pendek, hal itu wajar terjadi setelah IHSG sempat mencatatkan reor tertinggi barunya.”Dengan fundamental ekonomi nasional yang masih kuat maka dapat dijadikan momentum bagi investor untuk tetap melakukan akumulasi beli dalam jangka panjang," kata William Surya Wijaya.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei dibuka naik 64,16 poin (0,29%) ke 22.559,36, indeks Hang Seng melemah 50,46 poin (0,17%) ke 29.635,73 dan Straits Times melemah 0,49 poin (0,01%) ke posisi 3.435,27.

BERITA TERKAIT

Sentimen Negatif Eksternal Hambat laju IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (15/10) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan…

Penjualan APLN Baru Capai 40% Dari Target - Bisnis Properti Lesu

NERACA Jakarta –Di kuartal tiga 2018, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar…

Waskita Beton Bidik Kontrak Baru Rp 10 Triliun

NERACA Jakarta –Meskipun pencapaian kontrak baru tahun ini direvisi turun, namun hal tersebut tidak membuat PT Waskita Beton Precast Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…