Menyiapkan Dana Darurat Untuk Investasi

Dalam kehidupan manusia, segala macam kejadian yang tidak terduga bisa datang dengan sendirinya. Kita tidak bisa memprediksikan apa yang akan terjadi besok. Oleh karena itu, sebagai manusia yang dibekali kecerdasan oleh Tuhan, sudah seharusnya melakukan tindakan pencegahan. Sudah seharusnya melakukan perencanaan yang matang dan terprogram dengan melihat ke depan.

Salah satu cara untuk mempersiapkan dana darurat adalah menyisihkan sedikit uang penghasilan bulanan dan menabungnya. Berikut cara mempersiapkan dana darurat untuk investasi ;

1. Mengatur Porsi Dana Darurat dan Investasi

Untuk mempersiapkan dana darurat, dibutuhkan dana yang besar. Oleh karena itu, idealnya kita dapat menyisihkan dana darurat dari penghasilan minimal 10 persen dari pendapatan rutin yang dimiliki. Misalnya pendapatan kita adalah Rp 10 juta setiap bulan, maka diperlukan sekitar Rp 1 juta untuk dana darurat.

Dari sisa dana tersebut, bisa membagi proporsinya sebagai dana untuk investasi atau juga dapat menggunakan dana darurat sebagai investasi secara berkala. Yang dimaksud secara berkala adalah ketika dana darurat sudah terkumpul banyak, maka kita bisa menguranginya 50 persen untuk dana investasi.

Mengingat investasi membutuhkan dana awal yang cukup besar untuk memulainya, untuk berinvestasi kita dapat memilihnya untuk investasi jangka panjang. Kita bisa memilih investasi dalam bentuk emas atau juga investasi berupa reksa dana dengan instrumen yang mendukung untuk perencanaan jangka panjang.

Untuk investasi jangka menengah juga bisa menjadi alternatif pilihan, akan tetapi tetap mengalokasikan investasi ke dalam investasi jangka panjang.

2. Mengelola Keuangan dari Pendapatan

Bagi kita yang mempunyai pendapatan tetap dalam satu bulan, tentunya mengalokasikan untuk kepentingan-kepentingan dana darurat dan investasi merupakan hal yang sulit.

Kita dengan mudah mengalokasikan dana setiap bulannya secara tetap ke dalam dana darurat atau dana investasi. Namun bagaimana dengan yang tidak mempunyai penghasilan tetap melainkan tak tentu, contohnya yang bekerja sebagai seorang freelancer.

Langkah pertama adalah membuat rekening baru yang berguna sebagai dana darurat. Mengapa kita harus memisahkan dana ini ke dalam satu rekening terpisah. Dengan bercampurnya rekening dana darurat dan dana pribadi, kita akan kesulitan menghitung anggaran dan dan untuk sehari-hari ataukah dana untuk darurat. Namun dengan memisahkan kita akan lebih bisa mengontrol dan melihat perkembangan dari dana darurat.

3. Bisa Dimulai dengan Mengumpulkan Uang Receh

Bagi pekerja dengan penghasilan tidak tetap, kita bisa menyisihkan uang receh yang kita dapati sehari-hari untuk kita masukkan ke dalam dana darurat ditambahkan dengan pemotongan presentase dari setiap penghasilan dengan pengahsilan besar (nominal tertentu). Dengan begitu sedikit demi sedikit dana akan terkumpul dan siap untuk dibagi sebagai dana darurat dan investasi.

BERITA TERKAIT

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

Merefleksikan Semangat Natal untuk Indonesia Damai & Bermartabat

  Oleh: Faturahman Dewantara, Pemerhati Masalah Sosial, aktif di Lembaga Kajian Ketahanan Sipil   Seolah telah menjadi tradisi bahwa setiap…

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Sruput Peluang Usaha Bareng Coffee Stall Good Day

Minum kopi menjadi bagian dari gaya hidup. Bisnis kedai kopi pun banyak bermunculan. Tak ketinggalan, PT Santos Jaya Abadi yang…

Membangun Bisnis Untuk Pemula

Membuka bisnis sendiri atau berwirausaha kian digandrungi banyak orang. Bagi seseorang yang fleksibel dan tidak suka terikat, berbisnis memang menjadi…

Kian digemari, Gigit Usaha Camilan Dimsum

Kudapan dimsum sudah populer di lidah masyarakat Indonesia. Teksturnya yang kenyal dan lembut berpadu dengan rasa gurih, membuat makanan khas…