Toyota Ciptakan Anti-Drunk System - Antisipasi Kecelakaan :

Awal pekan ini publik mendapat pelajaran pahit betapa berbahayanya mengemudi dalam kondisi terpengaruh narkoba. Siapapun pengemudinya, menggunakan mobil secanggih dan sehebat apapun, jika terpengaruh narkoba ataupun alkohol, peristiwa pahit itu bisa terjadi lagi.

hal ini yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan di Jalan Abdul Muis. karena pengemudinya menggunakan narkoba sehingga tidak bisa mengendalikan mobilnya dan menabrak warga yang sedang menunggu bus sehabis berolah raga di Monas 9 tewas di tempat kejadian dan 4 lainnya luka parah dan harus dirawat di rumah sakit.

Di banyak negeri, pihak yang berwenang melakukan beragam upaya pencegahan, mulai dari kampanye hingga sanksi tegas. Mereka juga melibatkan komponen masyarakat lain, termasuk kalangan industri otomotif.

Sebagai bagian dari anggota masyarakat, Toyota merespon kondisi itu dengan mengembangkan teknologi untuk mencegah kecelakaan seperti itu terjadi. Para ahli di Toyota mengembangkan sejumlah system pendeteksi dini. Prinsip kerja sistem pencegahan seperti itu ada dua. Pertama, mendeteksi tingkat kesadaran pengemudi lewat analisa kandungan alkohol dan pupil mata. Kedua, mencegah pengemudi yang tidak dalam kondisi utuh kesadarannnya untuk mengendarai mobilnya.

Salah satu sistem yang diperkenalkan dengan menggunakan sejumlah sensor di roda kemudi plus kamera. Sensor-sensor berfungsi mengukur kandungan alkohol pengemudi lewat keringat tangah. Kamera berfungsi mendeteksi fokus tidaknya pupil mata pengemudi ke jalan.

Jika sensor-sensor mengidentifikasi pola pengendaraan yang tidak biasa, atau pupil mata tidak fokus atau kandungan alkohol melampaui batas, maka sistem akan memerintahkan mobil untuk melambat dan berhenti secara otomatis. Dengan demikian situasi seperti yang terjadi akhir pekan lalu tidak terjadi. Dimana mobil melaju dengan kecepatan tinggi yang menurut investigasi Polri mencapai 90km/jam.

Toyota juga mengembangkan sistem yang menggunakan breath analyzer yang mampu menganalisa nafas pengemudi untuk mengetahui kandungan alkohol. Sistem ini juga menggunakan kamera untuk mendeteksi tingkat kesadaran pengemudi.

Dengan menggenggam breath analyzer, pengemudi menghembuskan nafasnya. Jika kandungannya melampaui ambang batas, system akan memperingatkan pengemudi hingga melumpuhkan mobil, tergantung level kandungan alkohol pengemudi.

Apa yang mendorong Toyota mengembangkan system seperti ini. Selain karena tingginya tingkat kecelakaan yang berkaitan dengan alkohol dan narkoba, juga ada sebuah peristiwa yang menyayat hati. Agustus 2006 di Jepang, pengemudi mabuk menabrak mobil lain yang ditumpangi satu keluarga hingga mobil itu terlempar keluar jembatan.

Tiga anak-anak tewas dalam kecelakaan itu. Hal itu yang mendorong otoritas di Jepang untuk memberi hukuman lebih berat pada sopir mabuk. Peristiwa itu juga mendorong pabrikan untuk melengkapi mobilnya dengan fitur dan system yang bisa memastikan keselamatan semua orang dari perilaku tidak bertanggungjawab.

BERITA TERKAIT

Menanti Kepemimpinan Indonesia Ciptakan Stabilitas Asia Selatan

Oleh: Genta Tenri Mawangi Salah satu isu penting yang patut diperhatikan sepanjang lawatan Presiden RI Joko Widodo ke lima negara…

Terkait Airbag, Toyota Tarik 700.000 Kendaraan di Afsel

Toyota South Africa Motors pada Kamis pekan lalu menyatakan telah menyampaikan pemberitahuan untuk menarik lebih dari 700.000 kendaraan karena masalah…

Pemerintah Harus Antisipasi Fluktuasi Harga Minyak

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rofi' Munawar mengingatkan pemerintah melakukan antisipasi terhadap…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Honda Ungkap Sedan Amaze Generasi Kedua di India

Honda memperkenalkan generasi kedua All New Honda Amaze yang dirancang di atas platform sedan premium dengan dua pilihan mesin, berbahan…

Struktur Baru Pajak Otomotif Paling Cepat Tuntas Triwulan I

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengharapkan struktur pajak baru bagi industri otomotif untuk mendorong produksi kendaraan jenis sedan dapat selesai paling…

China Diprediksi Akan Lewati AS Sebagai Pasar Otomotif Terbesar

China diproyeksikan akan melewati Amerika Serikat (AS) sebagai pasar otomotif terbesar dunia pada 2022, menurut Chief Executive Officer Nissan Motor…