MCAS Miliki 14,81% di MatchMove Indonesia - Kebut Ekspansi Bisnis

NERACA

Jakarta - PT M cash Integrasi Tbk (MCAS) dan induk usahanya, PT Kresna Graha Investama (KREN), meresmikan kerja sama segitiga dengan PT MatchMove Indonesia (MMI) awal pekan kemarin.MCAS dan KREN berinvestasi di perusahaan mobile wallet itu, masing-masing dengan kepemilikan saham sebesar 14,81%.

Padaawal November lalu, MCAS bersama KREN juga menekennota kesepahaman untuk menanamkan investasi di MMI.”Simpelnya MatchMove buat saya adalah pabrik dari platform keuangan fintech. M Cash adalah distribution channel. Apapun produk yg dikeluarkan MatchMove akan didistribusikan di seluruh jaringan distribuai kami," tutur Direktur Utama MCAS, Martin Suharlie di Jakarta, kemarin.

Sebaliknya, melakui kerja sama ini, MCAS akan mendapatkan kepastian produk untuk masa mendatang. Sementara, bagi KREN, kerja sama dengan MMI akan memperkuat pilar bisnis financial markets dan fintech. "MMI juga diuntungkan dengan pemanfaatan infrastruktur digital dan ekosistem milik KREN, termasuk lebih dari 9juta pengguna," ujar Managing Director KREN Suryandy Jahja.

Sedangkan, CEO MMP Shailes Naik mengatakan, kerja sama ini akan mengantarkan international open loop capabilities ke ranah digital wallet Indonesia. Hal ini akan direalisasikan dengan penerbitan kartu dan e-KYC (electronic Know-Your-Costumer) ke dalam kios digital MCAS.

Suryandy Jahja pernah bilang, dana untuk investasi di MMI diambil dari dana kas internal masing-masing perusahaan. Sebelum menggelar IPO, MCAS memiliki dana sebesar Rp 80 miliar. Sebagian dana tersebut dialirkan ke MMI.“Untuk Kresna kita punya net cash sekitar Rp 500 miliar, dipakai untuk itu. Kita tidak pakai semua, ada strukturnya,” jelas Jahja.

Adapun detail nilai investasi pada MMI oleh MCAS maupun KREN belum bisa dipublikasikan hingga persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) keluar. Estimasinya, persetujuan BKPM akan dikantongi pada November ini. Meski perseroan sudah berdiri, namun secara bisnis belum beroperasi. MMI nantinya akan menjalankan model business to business (B2B). Produk yang ditawarkan adalah berupa platform untuk mendukung layanan keuangan digital.

Mitra dari MMI nantinya adalah perusahaan perbankan. Saat ini, Jahja bilang, sudah ada 10-15 calon mitra yang ada pada pipeline MMI. Dalam waktu dekat pihaknya akan merealisasikan kerja sama dengan bank-bank besar, salah satunya PT Bank Rayat Indonesia Tbk (BBRI).

Sekadar mengingatkan, bertepatan dengan IPO MCAS pada awal November lalu, MCAS bersama KREN telah meneken nota kesepahaman untuk menanamkan investasi di MMI. Perusahaan mobile wallet ini merupakan anak usaha dari MatchMove Pay Pte Ltd (MMP), yang bermarkas di Singapura. Asal tahu saja, MMP merupakan perusahaan terafiliasi dengan KREN melalui kepemilikannya di Vickers Venture Partners. “Vickers itu venture capital di South East Asia. Kami punya saham di sana, dan Vickers itu pemegang saham mayoritas dari MatchMove,” jelas Jahja.

BERITA TERKAIT

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…

Akselerasi Bisnis Gratis Demi Menelurkan Pengusaha

  NERACA   Jakarta - Menjadi pengusaha sukses adalah impian banyak orang. Tetapi tidak banyak orang mampu mencapai kesuksesan dalam…

Presiden Kelima Indonesia - Negara Kuat Jika Pancasila Selalu Diajarkan

Megawati Soekarno Putri  Presiden Kelima Indonesia Negara Kuat Jika Pancasila Selalu Diajarkan Tondano - Presiden Kelima Indonesia Megawati Soekarno Putri…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…