Desa Nabung Saham Hadir di Timika dan Lombok - Bidik Investor di Pedalaman

NERACA

Jakarta – Perluas penetrasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya untuk mengajak masyarakat Indonesia berinvestasi di pasar modal. Saat ini Bursa tak hanya mengincar potensi investor yang ada di kota-kota besar. Bursa pun menyasar investor hingga ke daerah-daerah pedalaman yang ada di Indonesia Timur.

Untuk itu, Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan‎ mengatakan dalam waktu dekat ini Bursa akan mencanangkan program Desa Nabung Saham di Timika maupun di Lombok Tengah. Di tengah program "Yuk Nabung Saham" yang ditunjang, adanya galeri investasi dengan menyasar generasi milineal.”Lebih dari 316 perguruan tinggi. Di 310 perguruan tinggi ada yang punya lebih dari 1 galeri investasi," kata Nicky di Jakarta, Selasa, (21/11).

Tak hanya Indonesia Timur, Bursa juga sudah membangun desa nabung saham di Aceh. Di tanah Sabang, Bursa sudah merealisasikannya pada Oktober lalu. "Kami juga mulai luncurkan desa nabung saham Oktober di Aceh udah," ungkap Nicky.

Pada tahun ini, dia mengaku Bursa membidik sebanyak 630 ribu investor saham. Hingga kini, telah mencapai 618 ribu investor. ‎Sedangkan investor reksa dana telah mencapai 1,09 juta investor. Angka itu jauh lebih meningkat jika dibanding dua tahun lalu. ‎"Setelah diluncurkan yuk nabung saham November 2 tahun lalu, ada peningkatan dari sekitar akhir Desember 2015, sampai 430 ribu. Sudah hampir 50 persen peningkatannya selain dari sisi tambahan jumlah investor aktif juga pertumbuhan rata-rata perbulan 100 ribu dari tahun lalu 78 ribu," ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, komposisi investor masih didominasi oleh pelaku pasar yang memiliki usia 20-30 tahun. Sedangkan kaum millenial masih sedikit.‎ "Para kaum milenial saya rasa ada sekitar 30 lebih. Frekuensi ada peningkatan enggak hanya tambah investor tapi juga yang bertransaksi nambah," tandasnya.

Belum lama ini, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Jambi juga menyampaikan rencana mengembangkan desa nabung saham untuk memberikan edukasi dan mengajak warga desa di provinsi itu menabung saham.”Saat ini kita sedang mengembangkan desa nabung saham, konsep desa nabung saham ini kita mencoba mengedukasi masyarakat desa terkait manfaat nabung saham," kata Kepala Perwakilan BEI Provinsi Jambi, Gusti Ngurah Sandiana.

Untuk desa yang akan dikembangkan menjadi desa nabung saham tersebut kata dia, nantinya akan menggandeng pemerintahan desa, sehingga mulai dari perangkat desa dan masyarakat desa akan didorong menjadi lebih melek terhadap dunia pasar modal.”Apa nama desanya belum bisa saya sebutkan, karena sekarang kami sedang penjajakan ada tiga desa yang sedang penjajakan,"paparnya.

Melalui program desa nabung saham itu, akan lebih mengedukasi (literasi) masyarakat desa mengenai produk-produk di pasar modal sekaligus memperkuat penetrasi inklusi keuangan masyarakat pedesaan di Jambi supaya melek investasi.”Kami ingin supaya pemahaman masyarakat terhadap pasar modal lebih merata, karena selama ini stigma pasar modal ini masyarakat tahunya hanya untuk orang kota, padahal pasar modal ini bisa nikmati seluruh kalangan termasuk masyarakat desa,”jelasnya.

BERITA TERKAIT

BUVA Bidik Dana Rights Issue Rp 800 Miliar

Danai akuisisi perusahaan, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyiapkan sejumlah aksi korporasi tahun ini guna meningkatkan likuiditas saham. Rencanannya,…

Peringkat Perusahaan Membantu Investor - Sebagai Acuan Berinvestasi

NERACA Jakarta –Hadirnya penilaian peringkat bagi perusahaan yang akan menerbitkan surat utang, dinilai cukup membantu investor dalam menanamkan modalnya di…

Masa Kampanye Pilkada 2018 dan Netralitas ASN/PNS

Oleh : Amril Jambak, Founder Forum Pemerhati Masalah Sosial Kemasyarakatan Memasuki tiga bulan pelaksanaan kampanye, sejumlah pasangan calon (Paslon) kepala…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harum Energy Bagikan Dividen US$ 45 juta

Sukses membukukan kinerja positif dengan perolehan laba bersih melesat tajam, PT Harum Energy Tbk (HRUM) akhirnya memutuskan untuk membagikan dividen…

PTPN X Terbitkan MTN Rp 500 Miliar

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menerbitkan "Medium Term Notes" (MTN) atau surat utang jangka menengah tahun 2018 senilai Rp500 miliar,…

Mitra Investindo Masuk Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, perdagangan saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) masuk dalam pengawasan PT Bursa…