Mendefinisikan Ulang Sektor Pendidikan di Asia dengan Transformasi Digital

Mendefinisikan Ulang Sektor Pendidikan di Asia dengan Transformasi Digital

NERACA

Jakarta – Revolusi Industri Ke-4 telah membawa perubahan dalam segi digital bagi ekonomi dan sistem sosial, yang berakibat pada pergeseran cara kita bekerja saat ini. Mengutip sebuah fakta menarik - Thomas Frey, memprediksi bahwa dua miliar pekerjaan akan hilang pada tahun 2030. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa 65% anak-anak yang saat ini sedang bersekolah bekerja pada sektor-sektor pekerjaan yang belum ada saat ini.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Neraca, Senin (20/11), The World Economic Forum telah merilis laporan The Future Jobs, membahas implikasi dari perubahan yang dihadapi ketenagakerjaan, keterampilan, dan rekrutmen. 34% responden melihat teknologi internet mobile dan komputasi awan menjadi pendorong utama perubahan teknologi, yang memungkinkan lebih efisiennya penyampaian layanan dan kesempatan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Sementara 26% lainnya melihat bahwa kemajuan dalam kekuatan komputasi dan big data akan menjadi faktor pendorong perubahan pada dunia kerja, saat organisasi dan dengan perluasan ekonomi berusaha untuk mewujudkan potensi penuh teknologi dalam membantu memahami banyaknya data yang sangat jumlahnya. Hal ini jelas menunjukkan perlunya institusi pendidikan untuk membekali siswa dengan keahlian yang tepat demi memenuhi tuntutan masa depan.

Dampak dari transformasi digital tentunya juga relevan dengan perguruan tinggi. Laporan Mckinsey yang dirilis baru-baru ini, tercatat bahwa gelar menjadi “penanda” untuk perekrutan, bahkan di era digital; namun, sepertinya tidak ada hubungan langsung antara tingkat perguruan tinggi dan kesuksesan profesional.

Sudut pandang menarik lainnya tentang kesenjangan keterampilan saat ini adalah kurangnya keterampilan khusus. Menurut studi Manpower group yang dilakukan pada tahun 2016, ketidakmampuan untuk menemukan individu yang tepat bagi sebuah pekerjaan adalah masalah serius keenam, dari sembilan masalah ekonomi global terbesar saat ini. Sama halnya, 40% perusahaan dunia melaporkan kurangnya keterampilan khusus, yang akhirnya berdampak pada ketersediaan pelamar, keterampilan teknis, dan pengalaman; yang menjadi alasan mengapa banyak posisi disebuah perusahaan yang belum terisi.

Mengatasi Dampak Perubahan (Digital)

Di akhir tahun 2016, kami melakukan sebuah studi pada13 negara dengan hampir 1.500 pemimpin bisnis untuk lebih memahami dampak transformasi digital pada organisasi mereka. Hal ini juga melibatkan 265 pemimpin dari sektor pendidikan.

Studi dari Microsoft Asia Digital Transpormation menemukan bahwa 87% pemimpin di industri pendidikan sepakat bahwa organisasi mereka perlu ditransformasi menjadi bisnis digital untuk memungkinkan pertumbuhan dimasa mendatang, namun hanya 23% yang telah memiliki strategi untuk menghadapi perubahan ini. Mohar

BERITA TERKAIT

Kementerian PUPR Segera Teken MoU dengan BTN terkait KPR FLPP

  NERACA Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memastikan bahwa PT Bank…

Korem 061/SK Gelar Silaturahmi Dengan Insan Pers

Korem 061/SK Gelar Silaturahmi Dengan Insan Pers NERACA Sukabumi - Komando Resor Militer (Korem) 061/SK gelar silaturahmi dengan insan pers…

UU MD3 Bertentangan dengan UUD 1945

NERACA Jakarta-Revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD (UU MD3) dinilai bertentangan dengan prinsip keterwakilan rakyat dalam UUD 1945, terutama Pasal 122 huruf…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Menteri Dalam Negeri - Kepala Daerah Waspadai Area Korupsi

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri Kepala Daerah Waspadai Area Korupsi Kendari - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan kepala daerah…

ICW Peringkat 22 Dunia Versi Lauder Institute

ICW Peringkat 22 Dunia Versi Lauder Institute NERACA Jakarta - Lembaga swadaya masyarakat Indonesia Corruption Watch (ICW) berada di peringkat…

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital - Ketua KPPU

Pelaku Usaha Industri Media Tak Perlu Gentar Bersaing di Era Digital Ketua KPPU NERACA Padang – Ketua Komisi Pengawas Persaingan…