Rilis Leaf, Nissan Bidik Penjualan 1,5 Juta Mobil di China

Kendaraan tanpa emisi Nissan Leaf resmi diperkenalkan di China pada hari ini saat perusahaan itu bertekad meraih penjualan sebanyak 1,5 juta unit per tahun di negara itu. Nissan memajang mobil berpenggerak listrik sepenuhnya itu pada pameran China International Automobile Exhibition ke-15 sekaligus memperkenalkan mobil konsep Vmotion 2.0 yang memberi gambaran sekilas tentang mobilitas masa depan.

Venucia, merek dari pabrikan lokal Dongfeng Motor yang bergabung dalam usaha patungan Nissan di China, juga akan memamerkan all-new Venucia T70 yang menawarkan pilihan lain bagi konsumen yang mencari mobil cerdas dan terkoneksi.

"Dengan pertumbuhan perusahaan patungan Nissan yang kuat dan mantap di China, Nissan China telah mencapai pertumbuhan akumulatif dalam 10 bulan terakhir, dan kami menetapkan untuk meningkatkan target penjualan tahunan kami menjadi 1,5 juta kendaraan," kata presiden Dongfeng Motor Co dan wakil presiden senior Nissan, Jun Seki, dilansir laman resmi Nissan, yang disalin dari Antara. "Kami akan terus menawarkan produk inovatif berkualitas kepada pelanggan kami di China yang menginginkan pengalaman berkendara menarik, aman dan cerdas," kata Seki.

Setelah peluncuran perdana di Jepang, Nissan Leaf memulai debutnya di China sebagai standar baru mobil listrik dalam pasar yang sedang berkembang. Dengan jangkauan berkendara yang lebih jauh, teknologi maju dan desain baru yang dinamis, Nissan Leaf menawarkan kenyamanan, konektivitas dan performa lebih kepada konsumen.

Leaf hadir dengan teknologi penggerak otomasi ProPILOT Nissan, ProPILOT Park dan e-Pedal. Mobil tersebut merupakan ikon Nissan Intelligent Mobility yang menjadi pendekatan perusahaan itu untuk mengubah bagaimana kendaraan dinyalakan, digerakkan dan diintegrasikan ke dalam lingkungan.

Nissan Motor Co Ltd pada Jumat mengatakan akan menambah jumlah staf ahli pemeriksa kendaraan menyusul skandal "inspeksi" yang terjadi di pabrik Jepang yang diklaim akibat kekurangan staf pemeriksa.

Bulan lalu, Nissan me-recall 1,2 juta kendaraan - termasuk semua mobil penumpang yang diproduksi untuk dijual di Jepang dalam tiga tahun terakhir - setelah menemukan adanya staf tak bersertifikat yang memeriksa kendaraan di pabrik.

Nissan menyatakan kekurangan staf itu terjadi karena perusahaan tidak memberikan pertimbangan tepat saat memotong jumlah staf pemeriksa, kata Nissan dalam sebuah laporan.

BERITA TERKAIT

MDIS Rilis Program Baru Manajemen dan Bisnis - Mendorong Lulusan Siap Kerja

NERACA Jakarta - The Management Development Institute of Singapore (MDIS), sebagai institusi pendidikan nirlaba tertua di Singapura yang berorientasi pada…

Humpuss Bidik Pendapatan Tumbuh 15% - Bergantung Pada Proyek Pemerintah

NERACA Jakarta – Masih menjanjikannya bisnis jasa angkutan laut tahun depan, seiring dengan membaiknya harga minyak dunia mendorong PT Humpuss…

MCAS Bukukan Penjualan Rp 1,1 Triliun

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini mengantongi angka penjualan sebesar Rp1,1 triliun atau meningkat…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

New Honda Vario eSP Dapat Sentuhan Tampilan Baru

PT Astra Honda Motor (AHM) merilis tampilan anyar untuk skutik andalan mereka, New Honda Vario eSP, yang disemati pembaruan pada…

Produk Otomotif China Tambah Pilihan Bagi Konsumen

Dua industri otomotif asal Tiongkok yakni PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) dan PT Sokonindo Automobile tahun ini resmi memasuki…

Infiniti Perkenalkan All New QX50 Dengan Mesin Baru

Infiniti memperkenalkan medium sport utility vehicle (SUV) kelas premium, All New QX50, yang menggunakan mesin bensin terbaru VC Turbo dengan…