ROTI Berniat Jual 700 Ribu Saham Buyback

NERACA

Jakarta – Meskipun baru saja menggelar rights issue, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) masih butuh modal besar untuk pengembangan bisnisnya di tahun depan. Oleh karena itu, emiten produsen Sari Roti ini berniat menjual sebanyak-banyaknya 700.000 saham hasil pembelian kembali atau buyback.”Waktu pelaksanaan pengalihan ditetapkan paling cepat 14 hari terhitung sejak pengumuman ini," ujar Direktur ROTI, Indrayana dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

ROTI telah membuka tenggat waktu buyback sejak 2015. Sejak saat itu, perusahaan tercatat dua kali melakukan buyback. Buyback pertama dilakukan pada 2 September 2015 atas 500.000 saham dengan nilai transaksi Rp 539,58 juta. Transaksi kedua dilakukan pada 28 September 2015. Buyback dilakukan atas 200.000 saham dengan nilai pembelian Rp 227,63.

Sehingga, total dana yang dikeluarkan Rp 767,2 juta. Dengan kata lain, rata-rata harga buyback saham ROTI berada pada level Rp 1.096 per saham. ROTI tidak akan menjual kembali saham hasil buyback itu di bawah harga rata-rata buyback. Tapi, sesuai peraturan, harga penjualannya tidak boleh lebih rendah dari harga penutupan perdagangan sebelum tanggal penjualan saham.

Atau, harga rata-rata dari harga penutupan perdagangan selama 90 hari terakhir sebelum tanggal penjualan saham oleh perusahaan, mana yang lebih tinggi. Sebagai informasi, perusahaan investasi global Kohlberg Kravis Roberts & Co LP (KKR) belum lama ini mengambil porsi saham ROTI. Lewat aksi korporasinya, KKR mengumumkan telah mengakuisisi sekitar 12,64% saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk pada harga Rp 1.275 per saham, dengan total investasi sekitar US$ 74 juta atau sekitar Rp 1 triliun.

Investasi ini menjadikan KKR sebagai salah satu pemegang saham terbesar di Indosari, selain PT Indoritel Makmur Internasional Tbk yang dimiliki oleh Salim Grup, Bonlight Investments Limited (Bonlight), perusahaan milik Keluarga Yap dan Pasco Shikishima Corporation yang dimiliki oleh Keluarga Morita.”Kami sangat senang menyambut KKR sebagai investor di Indosari. Kami percaya bahwa pengetahuan dan pengalaman KKR pada sektor konsumen akan membawa manfaat untuk Indosari, dan kami berharap keahlian serta dukungan penuh KKR dapat memacu pertumbuhan bisnis serta membawa perusahaan menuju kesuksesan jangka panjang," kata Wendy Yap, Pendiri sekaligus Presiden Direktur & Chief Executive Officer Indosari.

KKR melakukan investasi dengan sumber pendanaan dari Asian Fund III. Investasi KKR di Indosari merupakan investasi ketiganya di Indonesia dalam kurun waktu kurang dari 18 bulan.“Indosari merupakan investasi ketiga KKR pada perusahaan barang konsumsi terkemuka di Indonesia, langkah ini menegaskan keyakinan kami yang kuat terhadap pertumbuhan sektor konsumen yang berkelanjutan di negara ini. KKR fokus untuk bermitra dengan pengusaha Indonesia yang tangguh dengan memberikan bantuan dan modal kepada perusahaan unggulan yang tumbuh dari dalam negeri seperti Indosari. Kami yakin bahwa dengan misinya untuk mempersembahkan produk premium berkualitas tinggi kepada Konsumen, Indosari berada dalam posisi yang tepat untuk meraih peluang di seluruh Indonesia maupun di luar negeri. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Ibu Wendy Yap dan seluruh tim Indosari untuk membangun kesuksesan perusahaan,” kata Jaka Prasetya, Managing Director KKR Asia.

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…