Lagi, SMI Rilis Obligasi Rp 10 Triliun di 2018 - Diminati Investor Asing

NERACA

Jakarta – Sukses mencatatkan surat utang atau obligasi di pasar modal, rupanya dirasakan belum cukup bagi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk mendanai penyertaan modal pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, perseroan berencana kembali menerbitkan obligasi sebesar Rp 10 triliun yang akan dilakukan dalam dua tahap di semester I dan II 2018.

Kata Direktur SMI, Agresius R Kadiaman, aksi korporasi ini masih dalam serangkaian penawaran umum obligasi berkelanjutan.”Tahun depan masih punya alokasi Rp 18 triliun, tapi kita perhatikan, minimal bisa ambil Rp 10 triliun. Itu disesuaikan dengan rencana perusahaan,”ujarnya di Jakarta, Kamis (16/11).

Tahun depan pihaknya menargetkan bisa membiayai proyek infrastruktur hingga Rp 50 triliun. Untuk tahun ini SMI yakni bisa membiayai proyek infrastruktur sebesar Rp 39,5 triliun. Sementara hingga Oktober 2017, pembiayaan yang telah disalurkan SMI sekitar Rp 30 triliun. Adapun nilai aset perseroan saat ini sebesar Rp 55 triliun.

Perseroan sendiri mengklaim penerbitan obligasi berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur tahap II Tahun 2017 dengan nilai emisi sebesar Rp7 triliun mendapatkan respon positif dari pelaku pasar, khususnya investor asing. Asal tahu saja, emisi obligasi tersebut merupakan kelanjutan dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) tahap l di 2016 dan merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur dengan total nilai emisi sebesar Rp30 triliun.

Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini mengungkapkan bahwa penerbitan sebesar Rp7 triliun dalam satu tahap penerbitan merupakan penerbitan yang terbesar di tahun 2017 sampai saat ini.”Pada penerbitan tahap II ini, PT SMI kembali mengalami kelebihan permintaan (over subscribe), dan hampir 30% permintaan tersebut datang dari investor asing," ujarnya.

Emma menuturkan, tingginya permintaan investor terhadap obligasi PT SMI, meskipun dalam era suku bunga rendah ini, menunjukkan tingginya sektor infrastruktur saat ini telah menjadi asset class bagi investor. Hal ini sejalan dengan arahan yang diberikan pemerintah kepada SMI, yaitu meleverage modal yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan infrastruktur nasional.

Adapun, obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti utang untuk kepentingan pemegang obligasi. Obligasi ini sendiri terdiri atas tiga seri yaitu, Seri A senilai Rp1,2 trilun berjangka waktu satu tahun dengan kupon sebesar 6,15%.

Lalu, seri B senilai Rp4,45 trilun berjangka waktu tiga tahun dengan kupon sebesar 7,40%, serta Seri C senilai Rp1,34 trilun berjangka waktu lima tahun dengan kupon sebesar 7,60%. Pada aksi korporasi ini, perseroan bekerja sama dengan PT BCA Sekuritas, PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Securities, PT Indo Premier Securities, PT Maybank Kim Eng Securities dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi. Sementara, bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Mandiri Tbk.

BERITA TERKAIT

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…

Mega Manunggal Targetkan Laba Rp 200 Miliar - Proyeksi Kinerja 2018

NERACA Jakarta - PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan membangun dua sampai tiga gudang di tahun depan. Dengan begitu perusahaan ini…

KARW Incar Pendapatan Tumbuh 5% di 2018 - Beban Yang Ditanggung Membengkak

NERACA Jakarta - PT ICTSI Jasa Prima Indonesia Tbk (KARW) menargetkan pertumbuhan laba yang konservatif untuk tahun 2018. Besarnya beban…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…