Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk(SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat. Oleh karena itu, perseroan menargetkan bisa melakukan ekspor batubara ke pasar India pada kuartal pertama tahun 2018. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Corporate Secretary PT Renuka Coalindo Tbk, Farah Rakhisah menyatakan, Renuka dalamproses mendapat lisensi perdagangan yakni izin usaha pertambanganoperasi produksi khusus (IUP OPK) pengangkutan dan penjualan. Hanya,Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengubah peraturan seputar lisensi perdagangan. Efeknya, Renuka mengevaluasi lagi persyaratan peraturan baru itu. Meski begitu, "Kami yakin proses akan selesai pada Januari 2018," ujarnya.

Jika proses mendapatkan lisensi ini lancar, maka Renuka siap melakukan pengiriman batubara ke India pada kuartal I 2018 nanti. Adapun, produksi batubara akan diambil daritambang di Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan. Tak hanya sebatas itu saja. Perseroan menargetkan bisa menjual hingga 1 juta ton batu bara berkalori rendah tahun depan, jika IUP OPK pengangkutan dan penjualan terbit tahun ini.

Jika merujuk keterangan manajemen perusahaan ini, Renuka menargetkan bisa menjual antara 500 ribu ton hingga 1 juta ton batubara pasca izin keluar. SQMI berencana memasok 500 ribu ton ke grup perusahaan yakni ShreeRenukaSugars Limited. Sisanya akan dijual ke sejumlah perusahaan lainnya di India.

BERITA TERKAIT

Keseriusan China Buka Produk Impor Peluang Ekspor Indonesia - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Indonesia baru saja mengakhiri keikutsertaan pameran dagang importir terbesar di dunia "The 1st China International Import Expo"…

LPEI Mendorong BUMN Ekspor ke Pasar Prospektif

    NERACA   Jakarta – Pasar prospektif menjadi salah satu alternatif negara tujuan untuk memperluas ekspor di samping Cina…

PRODUKSI KERAJINAN ROTAN UNTUK EKSPOR

Perajin menganyam rotan menjadi replika kanguru untuk diekspor ke Australia di sentra kerajinan rotan Kampung Krabatan, Pakintelan, Gunungpati, Semarang, Jawa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…