Biaya Bangun Rel KA Batam Capai Rp2,4 T

Senin, 30/01/2012

NERACA

Batam-- - Kementerian Perhubungan menegaskan Batam membutuhkan investasi sebesar Rp2,4 triliun untuk membangun dua koridor kereta api sebagai antisipasi kepadatan lalulintas kota tersebut. "Dari tiga koridor yang telah dikaji, ada dua yang menjadi prioritas pembangunan. Yaitu Batam Centre-Batuaji sepanjang 17,7 kilometer (KM) dan Bandara Internasional Hang Nadim-Batuampar sepanjang 19,6 KM dengan nilai investasi setidaknya Rp2,4 triliun," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Tundjung Inderawan di Batam.

Menurut Tundjung, Pertimbangannya pada lintas tersebut merupakan jalur padat yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi dengan Bandara Hang Nadim sebagai pintu masuk Batam. "Sementara satu koridor lain yang menghubungkan Batuampar-Sekupang belum menjadi prioritas karena industrinya belum begitu berkembang dibanding koridor lain," kata dia.

Sementara pada 2013, akan dibentuk operator kereta api yang diharapkan pemerintah setempat (Pemerinta Kota Batam) dapat berinvestasi membentuk badan usaha. “Pelelangan akan dilakukan pada 2014, dan konstruksinya akan dimulai sepanjang 2014 hingga 2016. Diharapkan dapat beroperasi pada 2017," kata dia.

Pertimbangan penyelenggaraan perkeretaapian di Batam, kata Tundjung, Pulau Batam merupakan Kawasan Perdagangan Bebas dan bertumbuhnya pergerakan masyarakat dan barang akibat aktifitas industri dan perdagangan.

Tundjung menambahkan perkeretaapian nasional memiliki pangsa pasar 11%-13% dan barang sebesar 15%-17% dari total pangsa pasar nasional pada tahun 2030. "Tahun 2010 pangsa pasar penumpang 202 juta orang dan barang 19 juta ton. Pada 2030, targetnya penumpang 929 juta orang,” pungkasnya. **cahyo