Asing Kuasai 30% SUN

Asing Kuasai 30% SUN

Suarabaya--- Investor asing tampaknya memang keranjingan dengan Surat Berharga Negara (SBN). Bahkan asing terus ingin menguasai kepemilikan SBN. Apalagi saat ini kepemilikan SBNmencapai 30%. "SBN kita itu bagus, nasionalnya bagus. Tapi negara lain tidak ada yang banyak porsi asingnya hanya 15%, 12%, kita mencapai 30%," kata Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution di Surabaya,

Menurut mantan Dirjen Pajak ini, tak ada negara lain yang kepemilikan asingnya mencapai setinggi Indonesia . Namun, kata Darmin lagi, dengan adanya intervensi BI di pasar SBN, porsi asing kembali menurun. Dan hal ini terjadi karena kepercayaan investor lokal terhadap surat berharga kembali pulih karena ada intervensi BI tersebut. "Bukan karena ada dana dalam negeri untuk membeli itu, tetapi pengalaman di masa lalu, setiap goncangan dunia harga SBN jatuh, kalau bunga menarik kalau harganya jatuh, kan repot," tambahnya

Tetapi semenjak bulan September 2011 kepercayaan pengusaha kepada SBN kembali timbul. Oleh karena itu, Darmin menilai dengan intervensi tersebut telah mengurangi porsi asing dalam kepemilikan SBN. "Jadi orang tidak lagi berfikir deposito, ini investasi kalau dia ini kuat dan tidak mudah goncang. Jadi kita sedang robah (investasi SBN) dan kita bisa," imbuhnya

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengungkapkan Surat utang negara (SUN) atau obligasi yang dikeluarkan pemerintah semakin diminati investor. Bahkan total penawaran lima surat utang pemerintah mencapai Rp50,134 triliun. Apalagi setelah tiga lembaga pemeringkat yakni Moody’s Investment Service, Fitch’s rating dan Japan Credit Rating Agency (JCRA) memberikan predikat layak investasi (investment grade).

Penerbitan obligasi sebelumnya sempat mencapai Rp32 triliun pada 2011. Pemerintah kembali menggenjot penerbitan surat utang untuk menutup defisit anggaran 2012. Dari hasil lelang lima seri tersebut, pemerintah berhasil menyerap surat utang sebesar Rp10,5 triliun. "Lelang lima seri surat utang negara dalam mata uang rupiah dilakukan pada 26 Januari 2012. Total penawaran mencapai Rp50,134 triliun. Artinya, demand terhadap obligasi kali ini khususnya SUN semakin meningkat,” ungkapnya

Rahmat menuturkan, minat dan ketertarikan investor terhadap SUN semakin tinggi, khususnya investor asing. "Ini juga menunjukan persepsi investor dengan perekonomian indonesia di persepsikan bagus,” ucapnya

Hasil lelang lima seri surat utang negara (SUN) hari ini meliputi SPN03120429, penawaran yang masuk Rp12,48 triliun. Pemerintah menyerap Rp800 miliar. Jatuh tempo 29 April 2012. Seri SPN12130111, penawaran yang masuk Rp 12,29 triliun. Pemerintah menyerap Rp 1 triliun. Jatuh tempo 11 Januari 2013. Seri FR0061, penawaran yang masuk Rp 6,109 triliun. Pemerintah menyerap Rp 2,1 triliun. Jatuh tempo 15 Mei 2022. Seri FR0059, penawaran yang masuk Rp7,421 triliun. Pemerintah menyerap Rp3,4 triliun. Jatuh tempo 15 Mei 2027. Seri FR0058, penawaran yang masuk Rp11,82 triliun. Pemerintah menyerap Rp3,2 triliun. Jatuh tempo 15 Juni 2032. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemerintah Serap Rp22,5 triliun dari Lelang SUN

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,5 triliun dari lelang enam seri Surat Utang Negara (SUN) untuk…

Media Asing Soroti Kebijakan Polkam dan Ekonomi RI

NERACA Jakarta - Hasil riset yang dilakukan oleh Indonesia Indicator (I2) menyebutkan, kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang telah melewati…

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tarif Cukai Rokok Naik 10% di 2018

      NERACA   Jakarta - Pemerintah secara resmi akan menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,04 persen mulai…

Menyampaikan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika Lewat Kesenian

    NERACA   Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyampaikan bahwa pendiri bangsa…

Grand Eschol Residences & Aston Karawaci Hotel Kembali Dibangun - Sempat Tertunda

    NERACA   Jakarta - PT Mahakarya Agung Putera, pengembang Grand Eschol Residence & Aston Karawaci City Hotel, menegaskan…