Mengukir Harapan Baru: Upaya Serius Pemerintah Membangun Papua

Oleh : Indah Rahmawati Salam, Mahasiswi IAIN Kendari

Harapan masyarakat Papua untuk menjadi lebih baik, lebih bermartabat, dan lebih sejahtera itu kini telah muncul. Harapan untuk keluar dari lingkaran kebodohan, kemiskinan dan ketertingalan itu terbit melalui seorang pemimpin yang sederhana namun peduli terhadap perkembangan provinsi paling timur di bumi Indonesia itu. Jokowi, Presiden RI saat ini tidak jarang berulangkali mengunjungi Papua, mulai dari berdialog dan berinteraksi dengan masyarakat suku setempat, sampai meninjau kondisi pembangunan Jalan Trans-Papua yang kelak akan menumbuhkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru disana.

Berbagai lapisan masyarakat, mulai dari akar rumput sampai kalangan elit pemerintahan Papua turut mengapresiasi gebrakan dari Jokowi dalam membuka isolasi wilayah pedalaman Papua melalui pembangunan berbagai infrastruktur. Seorang Tokoh Masyarakat Papua, Michael Manufandu mengatakan perhatian yang begitu besar dari pemerintahan Presiden Jokowi terhadap Papua harus disyukuri oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah itu. Ya, pembangunan yang massif di Papua kini memang telah menjadi asa baru yang mulai terbit menyingsing.

Asa itu kini terang benderang menjadi harapan baru untuk hidup yang lebih baik. Jika desa-desa di Papua yang dulu kala gelap gulita, kini menjadi terang berkat kebijakan peningkatan rasio elektrifikasi di daerah-daerah tertinggal. Adalah Desa Ampas Keerom, yang telah menikmati terangnya lampu di malam hari berkat selesainya pembangunan pembangkit listrik kecil dengan sistem solar panel di desa itu. Bahkan, warga desa dapat menikmati penerangan tersebut hanya dengan patungan sebesar 20 ribu saja perbulannya. Padahal dulu warga desa Keerom bisa habis 200 ribu hanya untuk membeli sebuah pelita, botol kecil berisi minyak tanah yang diberi sumbu. Namun sejak terangnya desa keerom dengan listrik, uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lain.

Selain membangun secara fisik, Presiden juga mengajak putra asli Papua untuk turut membangun negeri. Penunjukan Ajudan Presiden dari putra Papua, Johny Eddizon Isir, seorang Perwira Polisi menunjukan pesan politik yang sangat tegas, Jokowi ingin. Dan dilantiknya Johnny sebagai ajudan Presiden adalah sejarah baru bagi Papua. Jokowi mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua ke level yang lebih tinggi lagi.

Secercah asa harapan pembangunan untuk rakyat Papua kini tidak perlu lagi dipersandingkan dengan hal-hal berkaitan tuntutan mengenai HAM, politisasi isu sosial, dan ujaran-ujaran kebencian yang dikumandangkan dari mulut seorang provokator. Sekelompok kecil provokator yang selama ini berteriak mengatasnamakan rakyat (padahal hanya sekelompoknya saja) sudah sangat jelas tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya sendiri. Isu SARA pun banyak dimainkan oleh provokator ini untuk kepentingan kelompoknya. Isu kontraktor bukan orang asil Papua, semua pendatang yang dianggap mencari uang dan ‘merampas’nya keluar dari Papua, biasanya merupakan isu yang paling sering dimainkan. Padahal di tengah pesatnya pembangunan demi kemakmuran rakyat, sudah sewajarnya apabila seluruh lapisan rakyat Papua mendukung Pemerintah Jokowi dan mulai meninggalkan para provokator-provokator yang selama ini memang tidak pernah memberikan kontribusinya untuk rakyat sama sekali.

Papua bak seorang Cinderella dengan segala kisahnya. Berada di tangan yang salah selama puluhan tahun menjadikannya tertinggal dibandingkan dengan saudara-saudaranya di provinsi lain. Namun, setelah menemukan seorang pangeran yang meminangnya, naiklah derajat martabat Cinderella menjadi seorang Ratu yang cantik jelita. Setelah bertemu Jokowi, mulailah Papua merasakan keadilan yang diidam-idamkan. Ketertinggalan pembangunan di bidang ekonomi membuat Jokowi bekerja sangat keras untuk memacu kesejahteraan dan mengembalikan Papua menjadi ”anak kesayangan” Ibu Pertiwi kembali. Papua bagaikan bintang di malam hari, memberikan cahayanya untuk bumi Indonesia yang diselimuti gelap seperti halnya dengan perhatian Jokowi terhadap Papua saat ini. Kini Papua telah menjadi bintang harapan baru bagi rakyat Papua untuk dapat kembali bersinar di dalam kehidupan.

BERITA TERKAIT

Penjualan APLN Baru Capai 40% Dari Target - Bisnis Properti Lesu

NERACA Jakarta –Di kuartal tiga 2018, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar…

Waskita Beton Bidik Kontrak Baru Rp 10 Triliun

NERACA Jakarta –Meskipun pencapaian kontrak baru tahun ini direvisi turun, namun hal tersebut tidak membuat PT Waskita Beton Precast Tbk…

Danareksa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru - Gotong Royong Rawat Ciliwung

Sebagai bagian dari pada tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT Danareksa (Persero) menggagas program…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Penundaan BBM Bagian dari Langkah Strategi Penyesuaian

  Oleh : Imam Poldi, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Univ. Gunadarma   Sejumlah pihak menilai keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri…

Kepemimpinan Kolaboratif pada Masa Krisis

Oleh: Anil Dawan Keluhan Wapres Jusuf Kala mengenai manajemen krisis Pemda Palu yang lemah dan banyak digantikan oleh TNI mengindikasikan…

Karut Marut Dana Bencana

Oleh: Pril Huseno Bencana gempa di Lombok dan gempa/tsunami Palu-Sigi-Donggala menyisakan pertanyaan, seberapa jauh kesiapan penanganan masa tanggap darurat serta…