Pasar Modal Kuat, Ekonomi Indonesia Hebat - Top Capital Market 2017

NERACA

Jakarta -Sejumlah perusahaan publik dan manajer investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berkinerja tinggi dan memiliki prospek bisnis yang baik mendapatkan penghargaan Top Capital Market 2017. Ada beberapa kategori penghargaan yang diberikan, yang terbagi dalam beberapa kategori, yang diberikan kepada para pemenang (untuk lebih lengkapnya, lihat di daftar pemenang yang menyertai siaran pers ini).

Ketua Dewan Juri Top Capital Market 2017, Erry Firmansyah dalam siaran persnya di Jakarta, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan Top of Form Bottom of Form penghargaan tertinggi yang diberikan kepada emiten dan pelaku pasar modal yang dinilai memiliki kinerja yang tinggi, dan memiliki reputasi perusahaan yang baik.”Tujuan penyelenggaraan kegiatan Top Capital Market 2017 ini adalah membangun kepercayaan masyarakat dan citra positif emiten maupun pelaku pasar modal di Indonesia. Juga, untuk mendorong peningkatan kinerja dan layanan emiten dan pelaku pasar modal,”ujarnya.

Dirinya menjelaskan, semua perusahaan emiten dan manajer investasi di Bursa Efek Indonesia, diikutkan dalam penilaian. Dia menjelaskan, metode penilaian dalam Top Capital Market 2017 untuk masing-masing kategori, dilakukan sebagai berikut: Pertama, kategori Top Corporate Reputation, dinilai melalui market researchh dengan responden masyarakat dan investor, di 4 kota besar, yakni Jakarta (Jabodetabek), Surabaya, Medan, dan Makassar, yang berlangsung sejak 15 Desember 2016-31 Maret 2017.

Pengukuran indeks reputasi perusahaan, corporate brand reputation [CBR] Index, kata Erry, didasarkan pada 3 indikator utama yaitu: (a) Corporate Brand Knowledge [CBK], indikator ini mengukur popularitas perusahaan baik popularitas brand korporat maupun brand produk. (b) Corporate Brand Image [CBI], Indikator ini mengukur citra dari perusahaan baik dari sisi citra produk maupun citra layanan yang diberikan. (c) Corporate Brand Engagement [CBE], Indikator ini mengukur ikatan emosional perusahaan dan konsumennya.

Kedua, kategori Top emiten, dinilai berdasarkan analisa kinerja keuangan 2015-2016 (Data 2 tahun terakhir) dan Kinerja semester 1 tahun 2017, dengan menggunakan metode laba ekonomis plus atau Eva plus, yang sekaligus digunakan untuk menilai prospek bisnis perusahaan ke depan. Metode ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana manajemen telah berupaya dalam meningkatkan value perusahaannya.

Perusahaan-perusahaan yang menjadi kandidat pemenang dalam kategori Top Corporate Reputation dan Top Emiten, disaring dan direview kembali dari aspek penilaian GCG dan kepatuhan terhadap regulasi dan administrasi Bursa Efek Indonesia. Kandidat yang nilai GCG-nya rendah dan/ atau tidak lolos verifikasi kepatuhan dan suspensi dari Bursa Efek Indonesia selama periode penilaian, dinyatakan gugur. Pemenang kategori TOP Corporate Reputation dan TOP Emiten, diklasifikasikan dalam 33 sektor bisnis, dan ada 2 sektor bisnis yang tidak ada pemenangnya, karena tidak lolos verifikasi.

Selanjutnya kategori Top Saham. Penilaian Top Saham didasarkan pada kriteria penilaian yaitu saham-saham yang punya gain dan likuiditas baik, selama tahun 2014 – 2016 dan selalu berada dalam LQ45 selama periode penilaian (6 periode). Tidak pernah disuspensi oleh otoritas selama masa penilaian (6 periode) dan tidak memperoleh return negatif selama periode penilaian.

BERITA TERKAIT

PTBA Berharap Masuk Daftar Indeks MSCI - Market Cap Tumbuh Besar

NERACA Jakarta – Kembali boomingnya bisnis pertambangan batu bara, diharapkan membawa dampak pada pertumbuhan bisnis dan kinerja PT Bukit Asam…

Transformasi Pembangunan Ekonomi

Oleh: Dhenny Yuartha Junifta Peneliti INDEF   Gejolak ekonomi global memang tak berkesudahan. Setiap kali datang, banyak negara dihantam. Kali…

Mahaka Media Klaim Sentimen Positif Pasar - Harga Saham Melesat Tajam

NERACA Jakarta – Keluar masuknya saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dari suspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat kekhawatiran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…