Realisasi KUR Di Bali Masih Rendah

NERACA

Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bali masih rendah yaitu mencapai Rp2,4 triliun atau 56 persen dari target penyaluran 2017 Rp4,3 triliun karena adanya persyaratan yang menghambat penyerapan KUR. Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah di Denpasar, Senin (13/11), menjelaskan hambatan tersebut di antaranya penerima atau calon debitur diwajibkan yang belum memiliki kartu kredit.

Persyaratan lain yang menghambat ruang gerak perbankan dalam penyaluran KUR di antaranya kartu identitas penerima kredit harus dalam bentuk KTP elektronik. Sedangkan masih banyak debitur potensial di Bali, kata dia, yang belum mengantongi kartu identitas baru tersebut karena terkendala menyangkut administrasi kependudukan.

Meski demikian, mulai semester kedua tahun 2017 persyaratan wajib menggunakan KTP elektronik telah dipermudah sehingga cukup dengan surat keterangan dari dinas terkait, debitur yang belum memiliki KTP elektronik sudah bisa mengakses KUR. Hizbullah mengharapkan agar perbankan melakukan diversifikasi terkait penyaluran KUR yang merata ke sejumlah sektor khususnya yang selama ini masih minin penyerapan di antaranya pertanian, perikanan, industri pengolahan.

OJK mencatat hingga September 2017, total bank penyalur KUR di Bali mencapai sembilan bank yakni BRI, BNI, Mandiri, Maybank, BPD Bali, BCA, BRI Syariah, Bukopin dan Artha Graha. Untuk target realisasi KUR, kata dia, ditentukan oleh kantor pusat perbankan masing-masing bukan dari kewenangan pemerintah atau OJK.

Sementara untuk ruang lingkup nasional, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sempat mengatakan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir September 2017 telah mencapai Rp69,7 triliun atau 65,3 persen dari target plafon Rp106,6 triliun. "Sampai September, kita sudah mencapai Rp69 triliun atau 65-66 persen, untuk tiga kuartal ini masuk akal," kata Darmin.

Darmin menambahkan dalam periode tersebut jumlah debitur yang menerima KUR mencapai 3.098.515, dengan kredit macet (NPL) dari penyaluran pinjaman tersebut hanya sebesar 0,014 persen. "NPL itu 0,014 persen, itu rendah sampai September. Tapi itu belum diverifikasi dengan sistem, seperti laporan bank serta sistem TI yang dibangun khusus untuk KUR. Itu nanti ikut menentukan hasilnya," ujar Darmin.

Ia menambahkan realisasi penyaluran KUR tersebut sudah menyasar ke berbagai sektor produksi hingga mencapai 43 persen, atau mulai mendekati penyaluran ke sektor perdagangan sebesar 55 persen. "Sekarang sudah 43 persen ke sektor produksi, sektor perdagangan sudah tinggal 55 persen. Penyaluran ke sektor perdagangan ini sudah turun jauh dari yang tadinya 70-an persen," ujarnya.

Darmin menargetkan penyaluran KUR ke sektor produksi seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi dan jasa produksi pada 2018 bisa mencapai 50 persen dari target total penyaluran sebesar Rp120 triliun. Dari realisasi penyaluran KUR pada 2017, sebanyak Rp49,46 triliun atau 71 persen disalurkan kepada KUR Mikro, sebanyak Rp19,9 triliun atau 28,6 persen kepada KUR Ritel dan sebesar Rp230 miliar atau 0,33 persen untuk KUR penempatan TKI.

Perbankan yang menjadi penyalur KUR tertinggi adalah BRI sebesar Rp52,19 triliun, Bank Mandiri sebesar Rp9,1 triliun, BNI sebesar Rp5,4 triliun, Bank Pembangunan Daerah sebesar Rp5,2 triliun dan Bank Umum Swasta sebesar Rp4,9 triliun.

BERITA TERKAIT

Bali Masih Jadi Wajah Pariwisata RI

Maklum adalah kata pertama yang muncul saat kaki mendaratkan kaki ke Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Maklum dengan antrean keluar…

Realisasi Belanja APBN Sumsel Masih Rendah

Realisasi Belanja APBN Sumsel Masih Rendah NERACA Palembang - Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat hingga…

Indonesia Kantongi Investasi Infrastruktur Rp202,5 Triliun - Pertemuan IMF-World Bank di Bali

    NERACA   Bali - Indonesia melalui 14 BUMN mengantongi investasi hingga 13,5 miliar dolar AS atau setara Rp202,5…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sompo Insurance Permudah Proses Klaim Asuransi Kendaraan

  NERACA   Jakarta - PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) kembali menyuguhkan hasil inovasi layanan klaim Pelanggan melalui peresmian…

10 Poin Hasil Pleno Development Committe IMF-World Bank

      NERACA   Bali - Development Committee (DC), perkumpulan menteri dan pejabat sektor keuangan seluruh dunia, melakukan pertemuan…

Wapres Harap Bank Pembangunan Jadi Investor Jangka Panjang

    NERACA   Bali - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta sejumlah bank pembangunan dunia, seperi Bank Dunia (WB), Bank…