Ambon Menuju Kota Musik Dunia

Pemulihan Kota Ambon terus dilakukan pasca konflik silam. Kini Ambon terus berlari untuk menobatkan diri sebagai "Kota Musik" dunia."Ambon manise", julukan itu begitu tersirat ketika melihat masyarakatnya bernyanyi. Sangat mudah bagi wisatawan untuk mendengarkan merdunya mereka bernyanyi. Mulai dari sambutan di beberapa tempat wisata, resto, juga hotel.

Masyarakat Ambon bilang, di dalam DNA mereka memang terselip bakat musik. Ibaratnya, nafas orang Ambon saja sudah merdu. Melihat potensi tersebut, Sekretaris Daerah Kota Ambon, Antony Latuheru mengatakan kotanya memang pantas disebut "The City of Music". Ia bersama tim sejak awal tahun 2017 terus melakukan tersebut di berbagai sektor, terutama pariwisata."Yang sedang digarap itu ialah 'Ambon Kota Musik', banyak talenta talenta berbakat di sini. Lagi terus dimaksimalkan," ungkapnya.

Kota yang sempat disinggahi oleh banyak negara karena rempahnya ini memersatukan musik dengan wisata baharinya yang sangat kaya. Di berbagai destinasi bahari unggulannya terdapat program atau acara musik dari masyarakat. Mulai dari Ienternational Ambon Music Festival yang digelar tiap Oktober, Festival Budaya Ambon yang sudah digelar pada 7 September 2017, Pesta Teluk Ambon yang digelar pada 8-10 September, Open Water Swimming yang dilaksanakan 11-13 September, dan Tour de Moluccas pada 15 September 2017.

"Seluruh bahari kita temanya musik, sudah jadi ciri khas dan beda dari yang lain. Jadi kebanyakan atraksi-atraksi musiknya di laut," kata Henry Marijes Sopachua, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon dalam kesempatan yang sama.

Henry mengatakan wisatawan asing yang datang untuk menikmati ragam acara tersebut mayoritas berasal dari Belanda, Australia, Jerman, dan Kanada. "Di Ambon, musik tak hanya sekedar acara tapi sudah jadi ciri hidup kita. Sedari kecil latihan musik di mana-mana, lintas agama, di rumah, tempat wisata, kafe dan lainnya," ungkap Henry.

Menurutnya, tak jarang musik digunakan sebagai alat pemersatu ragam adat dan budaya juga agama di Ambon. Salah satunya fungsi musik di sini ialah menjadi bahan rekonsiliasi lintas agama, termasuk saat pemulihan pasca kerusuhan silam.

BERITA TERKAIT

Wali Kota Denpasar Ajak Angkat Kearifan Lokal, Bentuk Karakter Anak - Rare Bali Festival 2018

Wali Kota Denpasar Ajak Angkat Kearifan Lokal, Bentuk Karakter Anak Rare Bali Festival 2018 NERACA  Denpasar - Rare Bali Festival…

Steady Safe Pacu Ekspansi Bisnis di Tiga Kota - Perluas Penetrasi Pasar

NERACA Jakarta – Ketatnya bisnis transportasi seiring dengan serbuan transportasi berbasis online, tidak menyurutkan emiten penyedia jasa transportasi PT Steady…

TunaiKita Ekspansi di 159 Kota dan Kabupaten Indonesia

      NERACA   Jakarta - Perusahaan Financial Lending Tunaikita mendukung target pemerintah mencapai finansial inklusi 75 persen di…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Festival Seru di Indonesia Bulan Agustus 2018

Bulan Juli dan Agustus menjadi puncak musim panas di Indonesia. Sejumlah festival besar dilaksanakan sepanjang bulan ini, dengan maksud mengundang…

Mobil Hias 'Kuasai' Jalanan di Bogor

Pelbagai mobil hias meramaikan jalanan di Kota Bogor dalam acara Seni Budaya & Pawai Mobil Hias 2018 bertema 'Bogor Genah…

Nomadic Market ala Pasar Karetan Kian Menjanjikan

Warga antusias mendatangani Destinasi Digital milik GenPI Jawa Tengah, yakni Pasar Karetan saat dikenalkan mengenai konsep Nomadic Market di Festival…