Transaksi Saham Akhir Tahun Bakal Meningkat - Optimisme Ekonomi Tumbuh

NERACA

Jakarta - Analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menilai, transaksi saham hingga akhir tahun ini berpotensi terus meningkat didorong oleh harapan positif investor terhadap ekonomi nasional.”Kuatnya optimisme pasar terhadap ekonomi nasional yang masih akan terus tumbuh dan pada akhirnya berdampak pada kinerja keuangan emiten memicu investor, terutama lokal tetap aktif melakukan transaksi saham,”ujarnya di Jakarta, Senin (13/11).

Dia menambahkan, di tengah situasi yang optimistis itu maka aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus meningkat hingga akhir tahun ini. Apalagi, fenomena "window dressing" pada akhir tahun ini juga cukup terbuka.”Baik sentimen positif maupun negatif, aktivitas transaksi akan tetap berlangsung. Di tengah situasi yang positif ini, transaksi beli cenderung lebih tinggi," katanya.

Dirinya mengemukakan, nilai transaksi saham pada Oktober 2017 ini sekitar Rp337 triliun, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya Rp252 triliun. Menurut Reza Priyambada, meningkatnya jumlah investor lokal juga turut memberi kontribusi terhadap meningkatnya transaksi saham di dalam negeri.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah sub rekening efek per Oktober 2017 sebanyak 763.752 investor, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 748.409 investor. Sementara itu, Direktur Mandiri Sekuritas Heru Handayanto mengatakan bahwa Mandiri Sekuritas berada di peringkat kedua dalam hal transaksi saham, situasi itu tidak lepas dari peran investor lokal.”Tahun ini, kita rangking dua untuk transaksi broker equity. Biasanya, peringkat pertama sampai delapan itu didominasi asing, dan Mandiri Sekuritas biasanya di rangking lima atau enam. Sekarang rangking dua, jadi ada perubahan kondisi pasar," ujarnya.

Untuk mempertahankan itu, ia mengatakan pihaknya akan terus berupaya untuk menambah jumlah investor ritel domestik, salah satunya dengan mengembangkan infrastruktur teknologi internal.”Kami memiliki inisiatif untuk memperbesar investor ritel. Kalau bicara ritel maka teknologi menjadi peran penting, dalam hal ini transaksi secara online (online trading)," katanya.

Di awal perdagangan Senin (13/11), IHSG BEI dibuka melemah 1,07 poin atau 0,02% menjadi 6.020,75. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,27 poin (0,03%) menjadi 1.000,86.”Terbatasnya katalis positif menahan laju IHSG untuk bergerak di area positif," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere.

BERITA TERKAIT

KOTA SUKABUMI - Anggaran DBHCHT Selalu Meningkat Tiap Tahun

KOTA SUKABUMI  Anggaran DBHCHT Selalu Meningkat Tiap Tahun NERACA Sukabumi - Penyerapan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil tembakau (DBHCHT) di…

Transaksi Saham Sepekan Rp 7,60 Triliun - IHSG Bergerak Positif 0,25%

NERACA Jakarta – Perdagangan pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 0,25% ke level 6,370.65 poin dari 6,353.73…

Bijak Memilih Investasi di Tahun Politik

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Investasi merupakan komponen penting, tidak hanya bagi negara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perkuat Pasar Ekspor Ke Afrika - Sido Muncul Bikin Anak Usaha di Negeria

NERACA Jakarta - Setelah sukses membuka pasar ekspor ke Filipina dengan berlanjutnya rencana pembukaan kantor pemasaran disana, kini PT Industri…

Gelar Rights Issue, SCMA Bidik Rp 3,58 Triliun

Cari pendanaan di pasar modal lewat penerbitan saham baru atau rights issue, kini tengah marah dilakukan emiten. Begitu juga halnya…

Bahana Sekuritas Taksir IHSG Capai 7.000

NERACA Jakarta – Pencapaian rekor baru indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2017…