Chandra Asri Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berencana menawarkan surat utang dengan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2017. Obligasi tersebut memiliki nilai maksimal Rp500 miliar yang merupakan bagian dari penawaran obligasi berkelanjutan tahap I senilai Rp1 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2017 ini memiliki tiga seri yakni, seri A berjangka 3 tahun, seri B berjangka 5 tahun, serta seri C berjangka 7 tahun. Masa penawaran awal diperkirakan 13-24 November 2017 dan perkiraan masa penawaran umum 6-7 Desember 2017 serta pencatatan di BEI pada 13 Desember 2017. Pefindo memberikan peringkat idAA- untuk obligasi ini dimana penjamin pelaksana emisi BCA Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia, serta Mandiri Sekuritas dengan wali amanat Bank BTN.

Sebagai informasi, di kuartal kedua tahun ini, laba bersih perseroan sebesar US$174,2 juta atau naik 32% dibandingkan di semester I-2016 sebesar US$ 131,8 juta. Kinerja itu mencerminkan marjin produk sehat yang berlanjut di tengah dinamika penawaran atau permintaan yang baik. Direktur Chandra Asri Petrochemical, Suryandi pernah bilang, kinerja kuartal II-2017 lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I-2017 terutama karena penurunan musiman selama periode Lebaran yang jatuh pada Juni 2016. Di mana perseroan biasanya mengalami penurunan penjualan sehingga mempengaruhi laba kotor perseroan.

Dirinya mengklaim, tingkat operasional yang lebih tinggi membuat keuangan perseroan tampil gemilang. Laba yang naik didukung oleh pendapatan bersih yang meningkat jadi US$ 1,195 miliar dari sebelumnya posisi US$ 882,1 juta di Juni 2016.Peningkatan pendapatan bersih, disebutkannya, sebagian besar disumbang oleh kenaikan volume penjualan 1.248 KT di enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan 1.036 KT per Juni 2016. Lalu, ditambah dengan marjin produk sehat yang terus berlanjut, yang sebagian diimbangi oleh kenaikan biaya bahan baku, terutama Naphtha, sekitar 24 persen menjadi US$ 486 per ton.

Hasilnya, margin laba kotor untuk semester I-2017 menjadi sebesar 24,4%, jika dibanding 24,7% di enam bulan pertama tahun 2016. Demikian pula, EBITDA meningkat secara signifikan sebesar 32 % menjadi US$ 295,2 juta dari US$ 224 juta untuk periode yang sama tahun lalu.

BERITA TERKAIT

Bidik Pendapatan Rp 720 Miliar - Superkrane Datangkan Crane Super Jumbo

NERACA Jakarta - Emiten penyewa crane terbesar di Indonesia, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) mendatangkan dua alat berat berukuran…

Perumnas Terbitkan MTN Rp 300 Miliar

Danai pengembangan bisnisnya, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) akan menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN)…

Prudential Berikan Pelatihan Literasi Keuangan ke 2.500 Perempuan

    NERACA   Jakarta - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kembali mengadakan rangkaian kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…