Padat Karya di Lebak Serap 12.000 Pekerja

Padat Karya di Lebak Serap 12.000 Pekerja

NERACA

Lebak - Padat karya di Kabupaten Lebak menyerap tenaga kerja sekitar 12.000 orang melalui penggunaan alokasi dana desa (ADD) yang digulirkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

"Kami yakin padat karya itu bisa memutus angka kemiskinan," kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak, Tahlidin di Lebak, Jumat (10/11).

Pelaksanaan padat karya itu sesuai dengan petunjuk operasional pemenuhan fisik (POPF) dana desa yang ditandatangani Bupati Iti Octavia. Pemerintah daerah juga memiliki kebijakan program "Lebak Sejahtera" sehingga sinergis penggunaan ADD bisa menyerap tenaga lokal.

Penyerapan tenaga kerja sebanyak 12.000 orang jika diakumulasikan rata-rata 35 orang per desa dari 340 desa yang ada. Selain itu juga padat karya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga mendukung percepatan pembangunan. Bahkan, padat karya dapat mendongkrak daya beli masyarakat meningkat.

Disamping itu juga dapat memutus mata rantai kemiskinan dan pengangguran."Semua padat karya itu dilaksanakan secara serentak di 340 desa yang ada di 28 kecamatan," ujar dia menjelaskan.

Menurut dia, padat karya yang didanai dana desa adalah pembangunan infrastruktur desa, seperti jalan lingkungan, jalan poros desa, jembatan gantung dan 'turab' untuk mencegah longsor. Perbaikan saluran irigasi, drainase dan lainya.

Pembangunan infrastuktur desa tersebut diprioritaskan sesuai dengan musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes)."Semua pembangunan desa itu melibatkan padat karya, termasuk pengadaan material lokal yang ada di desa," kata dia menjelaskan.

Tahlidin menyebutkan, selama ini program padat karya berjalan dengan baik dan belum ditemukan permasalahan di lapangan. Pengawasan begitu ketat dilakukan Tim Pendamping (TP) desa juga masyarakat.

Pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas jika pekerjaan padat karya itu asal-asalan dan tidak memiliki kualitas. Penyerapan tenaga kerja padat karya itu mencapai 12.000 orang dengan pendapatan bervariasi antara Rp70-80 ribu/hari. Mereka para pekerja padat karya memberdayakan masyarakat desa sehingga dapat mendorong pendapatan ekonomi.

Disamping itu tujuan padat karya guna menumbuhkan kesetiakawanan dan budaya gotong royong."Saya yakin program padat karya dapat memutus mata rantai kemiskinan karena mereka menerima pendapatan harian," kata dia.

Kepala Desa Bojong Cau Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Yanto mengatakan semua pekerjaan yang didanai ADD melibatkan padat karya sehingga menyumbangkan kesejahteraan masyarakat setempat."Kami menyerap tenaga padat karya sebanyak 35 orang dengan penghasilan Rp70 ribu per hari," ujar dia. Ant

BERITA TERKAIT

Usaha Kecil Disebut Serap Paling Banyak Pekerja

NERACA Jakarta – Survei Organization of Economic Cooperation Development (OECD) menunjukkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) menyerap paling banyak…

Survei OECD: UMKM Serap Paling Banyak Tenaga Kerja di Indonesia

Survei OECD: UMKM Serap Paling Banyak Tenaga Kerja di Indonesia NERACA Nusa Dua, Bali - Survei OECD (Organization of Economic…

Persediaan Beras di Lebak Tidak Perlu Impor

Persediaan Beras di Lebak Tidak Perlu Impor NERACA Lebak - Persediaan beras untuk konsumsi masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten tidak…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup NERACA Jember - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM mengajak Universitas…

NSHE Perkaya Tanaman Kawasan Batangtoru

NSHE Perkaya Tanaman Kawasan Batangtoru NERACA Sipirok, Tapanuli Selatan  - Pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Air Batangtoru, PT North Sumatera Hydro…

KOTA SUKABUMI - Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW

KOTA SUKABUMI Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW NERACA Sukabumi - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah…