Penjualan Sepeda Motor Terganggu Administered Price

Kepala Divisi Hubungan Investor PT Astra International Tbk (Astra), Tira Ardianti, mengatakan gangguan daya beli masyarakat yang terjadi terutama pada periode semester I-2017 turut mempengaruhi penjualan sepeda motor.

"Di semester I-2017, konsumen roda dua terpengaruh oleh `administered price` untuk STNK, BPKP, dan tarif listrik. Itu membuat orang-orang `kaget`," kata Tira Ardianti ditemui usai lokakarya di Cianjur, Jawa Barat, sebagaimana disalin dari Antara.

Ia menilai kalangan masyarakat di sektor industri rumah tangga harus melakukan penyesuaian serta restrukturisasi biaya ketika harga barang yang diatur pemerintah naik. Hal itu membuat mereka harus menghemat dan menjaga pengeluaran.

Selain pengaruh harga barang yang diatur pemerintah terhadap gangguan di daya beli masyarakat, Tira mengatakan ada dampak panen yang tertunda di beberapa daerah pada semester I-2017.

"Situasi di enam bulan pertama 2017 ada pengaruh penundaan panen di beberapa lokasi. Setelah periode semester I lewat, semester II sudah ada panen sehingga membantu penjualan sepeda motor," kata dia.

Sesuai data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan domestik motor Honda meningkat dua persen di triwulan III-2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan memiliki pangsa pasar 74,6 persen (3,2 juta unit). Namun, penjualan unit sepeda motor berbagai merek secara keseluruhan di triwulan III-2017 menurun tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan sepeda motor hingga triwulan III-2017 tercatat 4,34 juta unit dan penjualannya di triwulan III-2016 tercatat sebanyak 4,35 unit. Sejak Januari hingga September 2017, Astra telah meluncurkan 7 model sepeda motor baru dan 14 model permak (revamped) dengan rentang harga Rp17 juta hingga Rp575 juta.

Sebelumnya, diwartakan, penjualan sepeda motor tahun 2017 diprediksi tidak lebih dari enam juta unit atau sedikit melebihi dari penjualan tahun lalu sebesar 5,9 juta unit.

Penasihat Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan penjualan sepeda motor 2017 tidak akan melebihi enam juta unit karena masyarakat Indonesia untuk saat ini cenderung menyimpan uangnya ketimbang dibelanjakan untuk membeli sepeda motor. "Proyeksinya enam juta unit," kata Gunadi Sindhuwinata. "Dilihat dari lima bulan pertama ini, kelihatannya paling maksimum enam juta unit. Saya tidak tahu, bagaimana angkanya menjelang dan sesudah Lebaran," kata dia.

Gunadi mengatakan pada pertengahan tahun 2017 masyarakat tidak akan membelanjakan uangnya untuk membeli sepeda motor baru karena harus memenuhi kebutuhan lain yang lebih penting antara lain. "Dorongan pertumbuhan ekonomi memang cukup kuat tapi masyarakat cenderung menunggu dan menyimpan uangnya ketimbang membelanjakan," kata Gunadi.

BERITA TERKAIT

CPRO Incar Penjualan Ekspor US$ 100 Juta

NERACA Jakarta – Sampai dengan akhir tahun 2018, PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menargetkan penjualan ekspor udang olahan mencapai…

Adira Insurance Optimis Asuransi Motor Roda Dua Tumbuh

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) optimis bisnis asuransi kendaraan bermotor roda dua…

Pemerintah Tetapkan Hasil Penjualan SBR004 Rp7,3 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004 sebesar Rp7,3 triliun dengan…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Harga Mobil CBU Honda Terpapar Pelemahan Kurs Rupiah

PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang terjadi belakangan  ini berimbas pada naiknya…

Truk Fuso Siap Gunakan Bahan Bakar Biodiesel 20

Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors ( KTB) mengatakan truk Mitsubishi Fuso produksi mulai tahun 2016…

Lexus Kenalkan Teknologi Digital Side-View Monitors

Lexus, belum lama ini memperkenalkan teknologi Digital Side-View Monitors pertama di dunia untuk tipe mobil ES terbaru. Dengan menginstal kamera…