YPA-MDR Bangun Gedung Baru SMKN 2 Donorojo - Tunjang Fasilitas Belajar Mengajar

Sebagai bentuk komitmen untuk tingkatkan mutu pendidikan di Indonesia, PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) belum lama ini melaksanakan prosesi peletakan batu pertama di SMKN 2 Donorojo bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Saiful Rachman, MM, M.Pd. , Bupati Pacitan, Bapak Drs. Indartato, MM. dan secara resmi dimulainya pembangunan gedung sekolah.

YPA-MDR berperan secara aktif sebagai agent of change and agent of development dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dengan membantu pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, pengembangan kurikulum dan manajemen sekolah serta penyediaan sarana prasarana sekolah sesuai Standar Mutu Pendidikan Nasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, khusus di Kabupaten Pacitan, sejak tahun 2012 Astra merintis dan membina SDN Kalak 1, SDN Kalak 2, SDN Sendang 1, SDN Sendang 3 dan SDN Widoro 2. yang diawali dengan 5 SDN. Setelah itu, Astra melanjutkan pembinaan di SMPN 2 Donorojo dan SMKN 2 Donorojo pada 2016. Pada kesempatan yang sama, SMKN 2 Donorojo akan diterapkan pembinaan kejuruan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), jurusan tersebut dipilih karena sesuai dengan kecakapan hidup di Kecamatan Donorojo yaitu, pertanian. “Tujuan perintisan tersebut adalah agar jenjang pendidikan siswa binaan kami terpenuhi dan dapat menghasilkan siswa yang dapat mengharumkan nama daerahnya serta turut berperan dalam pembangunan ekonomi daerah,”ujarnya.

Herawati juga menambahkan, siswa siswi SMKN 2 Donorojo Jurusan APHP akan dipersiapkan untuk mengikuti Program Teaching Factory (TeFa) yang merupakan program pengembangan kemampuan kewirausahaan siswa untuk mempersiapkan diri memiliki usaha kecil menengah (UKM) yang bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap aspek pendidikan serta turut berperan dalam pembangunan ekonomi daerah binaan. Kedepannya, demi meningkatkan mutu manajemen di SMKN 2 Donorojo, perlu menerapkan ISO 9001 yang merupakan standar internasional Sistem Manajemen, agar secara efektif dan efisien dapat menjaga dan meningkatkan mutu sekolah. Serta tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan sekolah yang berbasis Information Communication Technology (ICT) agar sekolah berwawasan global pada 2020 dapat tercapai.

Fasilitas Terbaik

Dengan luas bangunan 2142 m2, pembangunan SMKN 2 Donorojo ini meliputi fasilitas sekolah seperti 3 ruang workshop, 3 ruang kelas, mushola, ruang tamu, ruang tata usaha, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang UKS, ruang BK, toilet dan menara air. YPA-MDR berharap pembangunan gedung sekolah SMKN 2 Donorojo dapat berjalan dengan lancar dan dapat memberikan fasilitas terbaik agar menjadi penunjang keberhasilan proses belajar dan mengajar guru dan siswa di sekolah.

Sementara Bupati Pacitan, Indartato mengatakan bahwa pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup manusia. Karena akan membentuk manusia yang baik dalam segala hal. Ada dua hal yang menjadi perhatian didalam dunia pendidikan. Yakni akses dan mutu."Mudah-mudahan apa yang dilakukan PT. Astra Internasional tetap memberi manfaat,”harapnya.

Asal tahu saja, YPA-MDR secara khusus didirikan oleh PT Astra International Tbk untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di bidang pendidikan di daerah prasejahtera. YPA-MDR berperan aktif sebagai agent of change dan agent of development dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah dengan membantu pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, pengembangan kurikulum dan manajemen sekolah serta penyediaan sarana prasarana sekolah sesuai standar mutu pendidikan nasional.

Komitmennya dalam meningkatan kualitas pendidikan di daerah prasejahtera cukup besar melalui empat pilar pembinaan yaitu akademis, karakter, kecakapan hidup dan seni budaya sehingga menjadi sekolah swapraja menuju sekolah unggul. Sejak tahun 2006 hingga kini, YPA-MDR telah memberikan donasi kurang lebih sebesar Rp 200 miliar dengan membina 67 sekolah negeri, 905 guru dan 16.058 siswa. Yang terdiri dari 54 SD, 9 SMP dan 4 SMK yang terletak di Bogor,Gunungkidul, Bantul, Lampung Selatan, Pacitan, Kutai Barat, Kupang, dan Serang.

Disebutkan, program bantuan yang diberikan oleh YPA-MDR kepada sekolah-sekolah binaan meliputi pembinaan yang meliputi empat pilar yakni pembinaan akademis, pendidikan karakter, kecakapan hidup dan seni budaya kepada sekolah untuk menjadi sekolah Swapraja menuju sekolah unggul, membantu sarana penunjang pendidikan seperti buku pelajaran untuk siswa, buku pegangan untuk guru, buku perpustakaan, perangkat UKS serta alat peraga dan media pembelajaran dan penambahan prasarana ruangan dan renovasi gedung sekolah berikut mebel agar kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan berkualitas.

BERITA TERKAIT

KPK Buka Kemungkinan Penyidikan Baru Kasus Century

KPK Buka Kemungkinan Penyidikan Baru Kasus Century NERACA Jakarta - KPK membuka kemungkinan penyidikan baru kasus dugaan tindak pidana korupsi…

BRI Targetkan 300.000 Kartu Kredit Baru pada 2018

      NERACA   Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk optimistis akan target menerbitkan 300.000 kartu kredit…

Menkop Dukung Inkopkar Bangun Rumah Karyawan

Menkop Dukung Inkopkar Bangun Rumah Karyawan NERACA Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tingkatkan Ekonomi Pedesaan di Pandeglang - XL Edukasi Pemanfaatan Internet dan Medsos

Komitmen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dalam membantu pemerintah dalam menyiapkan masyarakat memasuki era ekonomi digital, kembali ditunjukkan lewat…

Pacu Minat Baca Masyarakat - Bhimasena Donasikan 2.160 Paket Buku di 15 Perpusdes

Menyadari masih rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, mendorong PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek pembangkit listrik tenaga uap…

Sinergi Pemanfaatan Dana CSR - Pelaku Usaha di Batam Sepakat Lakukan Penghijauan

Menjadi kawasan ekonomi khusus, kota Batam tentunya akan banyak melakukan transformasi untuk mengakomodasi kepentingan pelaku bisnis sehingga terkadang lupa pada…