Bank Dunia Dukung Instrument Pembiayaan PFORR

Jakarta--- Bank Dunia mendukung efektifitas pembangunan dengan menyetujui "Program-for-Results". Adapun program ini instrumen pembiayaan baru yang mengikat pinjaman kepada negara-negara klien lembaga keuangan multilateral itu dengan hasil pembangunan terverifikasi. “Pembiayaan dengan `Program-for-Results` menuntut akuntabilitas yang lebih besar dari negara mitra dan pada gilirannya akan membantu negara-negara itu untuk terus menunjukkan hasil jangka panjang yang berkelanjutan setelah keterlibatan Bank Dunia berhenti," kata Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Robert Zoellick, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memakai pendekatan pembangunan yang inovatif itu, yaitu pendekatan yang menghubungkan pengucuran dana secara langsung dengan hasil yang pasti atau dengan kata lain, dana tersebut akan mulai dikucurkan setelah terdapat hasil yang telah dapat diverifikasi.

Lebih jauh Zoellick, memaparkan, PFORR akan mendukung program pemerintahan dalam beragam negara dan sektor. Di beberapa negara, PFORR dilaporkan akan membantu meningkatkan cakupan layanan ibu hamil dan bayi atau meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak-anak.

Pada negara lain, PFOR juga akan membantu menyediakan pasokan air bersih yang berkelanjutan dan pelayanan sanitasi; memperkuat kualitas pendidikan dasar; atau berkontribusi kepada program pemerintahan untuk mengurangi jumlah keluarga di daerah pedesaan yang hidup di bawah garis kemiskinan. "Meningkatkan efektivitas pembangunan dengan membantu negara-negara berkembang mencapai hasil adalah penting bagi misi yang dijalankan Bank Dunia," kata Zoellick.

Selain itu, lanjut Zoellick, masih menurut dia, PFORR juga akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dari berbagai program yang terdapat di negara berkembang, dan memperkuat sistem untuk memerangi tindak penipuan dan korupsi.

Di bawah instrumen pembiayaan baru tersebut, Bank Dunia tidak hanya menyediakan sebagian atau seluruh dana yang dibutuhkan dalam program negara-negara berkembang tetapi juga akan menyediakan keahlian teknis kepada program pemerintah yang lebih besar.

Sebagai contoh, komitmen Bank Dunia terhadap keterbukaan dan transparansi akan diterapkan kepada keseluruhan program yang didukung, termasuk melalui aplikasi kebijakan Akses Bank Dunia kepada Informasi dalam pelaksanaan PFORR.

Berbagai asesmen kunci dari sistem program itu akan dibuka kepada publik. Asesmen tersebut merupakan fitur yang penting bagi instrumen baru itu serta akan meyakinkan bahwa pembiayaan dari Bank Dunia digunakan secara tepat dan bahwa dampak lingkungan serta sosial juga dapat dipenuhi secara memadai.

Pembiayaan PFORR juga dinilai Bank Dunia akan membantu negara-negara mitra untuk meningkatkan rancangan dan implementasi dari program pembangunan, memperkuat kelembagaan, dan membangun kapasitas. **cahyo

BERITA TERKAIT

Dunia Usaha - Making Indonesia 4.0 Disebut Pemicu Ekspor Industri Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Oleh karena itu, pemerintah semakin menggenjot…

Bank Sampoerna Buka Cabang Di Bandung

    NERACA   Jakarta - Dalam rangka meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada para nasabah, PT Bank Sahabat Sampoerna…

Chandra Asri Petrochemical Dukung Penerapan Aspal Plastik di Cilegon

Chandra Asri Petrochemical Dukung Penerapan Aspal Plastik di Cilegon NERACA Jakarta – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), perusahaan petrokimia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…