Perlu Dikembangkan Potensi Energi Matahari

Jumat, 27/01/2012

NERACA

Jakarta----Potensi energy sinar matahari menjadi sumber energi alternative di Indonesia sangat besar. Alasanya, Indonesia yang terletak di jalur khatulistiwa. Sehingga cocok untuk pengembangan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi yang besar. “Indonesia memiliki potensi menggunakan energi panas matahari sebagai salah satu sumber energi terbarukan dengan biaya murah dan ramah lingkungan," kata Eksekutif Group General Manager Solar Systems Development Group SHARP, Hiroshi Morimoto di Jakarta, Kamis,26/1.

Lebih jauh Morimoto menambahkan penggunaan energi sinar matahari merupakan salah satu cara dan solusi untuk mengatasi permintaan energi yang terus meningkat. Bakan disisi lain, energy sinar matahari juga mengurangi gas karbon dioksida yang dikeluarkan dari penggunaan bahan bakar fosil. "Untuk di Indonesia, sinar matahari bisa didapatkan di daerah manapun, sedangkan untuk penggunaan bahan bakar fosil ada resiko dengan peningkatan harga minyak dunia," tambahnya

Diakui Morimoto, untuk membangun pembangkit listrik energy sinar matahari memang butuh biaya mahal. Karena ini merupakan investasi jangka panjang. “Investasi jangka panjang untuk pembangkit tenaga surya menjadi sangat berharga di Indonesia, karena temperatur dan radiasi sinar matahari tinggi," paparnya

Dikatakan Morimoto, untuk di Indonesia lebih cocok mempergunakan panel surya berjenis "thin film" daripada "crystalline silicon" karena lebih tahan lama dan ramah lingkungan, selain mempunyai karakteristik yang unik. "Mempergunakan energi surya jauh lebih murah daripada membangun pembangkit listrik yang lain," kata Morimoto, yang juga mengatakan bahwa untuk panel surya biaya pemeliharaan dan pengoperasian sangat jauh lebih murah apabila dibandingakan dengan pembangkit listrik lainnya.

Terkait dengan pemeliharaan, lanjut Morimoto, tidak perlu berlebihan hanya perlu memeriksa sistem tersebut berjalan dengan baik atau tidak. Namun, untuk menerapkan pembangkit listrik tenaga surya tersebut, memang dibutuhkan kebijakan dari pemerintah yang mendukung program itu.

Morimoto menjelaskan bahwa kelebihan dari penggunaan tenaga surya selain tidak menghasilkan gas karbon dioksida adalah untuk instalasi skala besar hanya diperlukan waktu enam sampai delapan bulan, dan juga menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

SHARP telah melakukan instalasi untuk pembangkit listrik tenaga surya di Thailand, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, dan Mongolia. "Salah satu pembangkit listrik tenaga surya yang berkapasitas besar adalah di Thailand, dengan kapasitas 73 Mega Watt (MW), dan investasi yang dibutuhkan kurang lebih sebesar US260 juta dollar," tukasnya

Dalam kesempatan tersebut, Product Manager Solar Panel SHARP, Budi Supomo, mengatakan bahwa untuk memasang satu instalasi dengan kapasitas 3500 Watt, dibutuhkan biaya kurang lebih berkisar Rp110 juta.

"Biaya yang dibutuhkan untuk satu rumah dengan kapasitas 3500 Watt kurang lebih berkisar Rp110 juta yang bisa berumur lebih dari 30 tahun," kata Budi, yang juga mengatakan bahwa dengan biaya tersebut terdiri dari 12 unit solar panel, 10 unit batere. Untuk batere yang dipergunakan, setiap lima tahun harus dilakukan penggantian namun penggantian tersebut bukan termasuk panel suryanya.

Menurut Budi, investasi proyek Solar Panel untuk satu unit rumah meraup investasi sekitar Rp4 juta-Rp5 juta. “Namun, untuk satu rumah di daerah pedesaan, biaya yang dibutuhkan hanya berkisar empat sampai lima juta rupiah karena konsumsi listrik hanya untuk penerangan," pungkasnya. **cahyo