Pemerintah Rilis 51 Unit PLUT Koperasi Dan Usaha Mikro - Dorong Melek Digital

Merujuk data dari McKinsey Global Institute, hanya lima persen usaha keil dan menengah (UKM) di Indonesia yang sudah mampu bertransaksi secara online. Padahal, keterlibatan UKM secara digital bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar dua persen. Bahkan, diprediksi bisa memiliki pertumbuhan pendapatan antara 23-80 persen terampil memanfaatkan teknologi digital.

Oleh karenanya, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop dan UKM) telah merealisasikan 51 unit Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) yang hasil kerja sama dengan pemerintah daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota).

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKML) Abdul Kadir Damanik mengatakan, program PLUT yang mulai diluncurkan pada tahun 2013 ini terdiri dari 24 unit PLUT tingkat Provinsi dan 27 unit PLUT tingkat Kabupaten/Kota. “PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Tengah yang baru diresmikan pada 25 Oktober 2017 merupakan program tahun 2016 dengan alokasi dana APBN sebesar Rp 3 miliar untuk perencanaan dan pembangunan gedung serta dukungan dana APBD tahun 2016 dan tahun 2017 sebesar Rp2,1 miliar untuk pengadaan sarana perlengkapan dan konstruksi di luar gedung (pagar dan tanaman)”, kata Damanik, dala keterangannya, di Jakarta.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para tenaga konsultan pendamping PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Tengah pada 2017. Antara lain, koordinasi penyusunan program kerja PLUT KUMKM dengan Kepala Dinas dan seluruh Kabid dan Kepala UPT Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah, koordinasi penyusunan dan pelaksanaan program Wirausaha Pemula, identifikasi dan pendataan Koperasi dan UMKM yang menjadi sasaran program pendampingan, dan pelaksanaan program pendampingan kepada Koperasi dan UKM binaan PLUT KUMKM.

Bersamaan dengan peresmian Gedung PLUT, juga diluncurkan Kampung UKM Digital kerja sama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Telkom Tbk. Kerja sama tersebut menempatkan program Kampung UKM Digital PT Telkom Tbk di seluruh lokasi PLUT yang diprogramkan Kementerian Koperasi dan UKM.

“Sampai dengan saat ini, terbangun dan operasional Kampung UKM Digital pada 28 PLUT KUMKM termasuk Kampung UKM Digital yang di luncurkan di PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Tengah ini. Sisanya masih dalam proses pembangunannya yaitu pada 16 PLUT KUMKM. Sedangkan sebanyak 5 PLUT belum dapat dibangun karena masih terkendala, utamanya dengan ketersediaan jaringan internet," papar Damanik.

Digitalisasi koperasi dan UMKM dianggap perlu dalam menghadapi ekonomi digital saat ini yang sedang berlangsung proses pergeseran perniagaan dari offline ke online menggunakan teknologi

Sebelumnya, Menkop dan Usaha Kecil Menengah Puspayoga menegaskan UKM sudah harus melek dan menggunakan internet sebagai bagian dari strategi pemasaran maupun branding produknya. Hal itu karena era digitalisasi sudah.menjadi bagian tak terpisahkan dari perdagangan domestik maupun pasar internasional. "Makanya kalau ndak mau ketinggalan kereta, digitalisasi UKM sudah jadi keharusan," ujarnya.

Menurut Puspayoga dengan pemasaran via digital ini diyakini akan meningkatkan penjualan produk UKM, untuk selanjutnya diikuti dengan peningkatan produksi dan produktifitas UKM pun bisa naik. "Tantangan UKM digital selanjutnya adalah bagaimana bisa menjaga kontinuitas dan kualitas produk. Kalau ini bisa dilewati, maka UKM tersebut akan sukses dan cepat berkembang," tambahya.

Menkop juga menyampaikan penghargaannya kepada PT Telkom yang begitu men support program digitalisasi UKM. " Saya melihat sendiri kesungguhan Telkom dalam membangun kampung UKM digital ini di berbagai daerah, tingggal kuta mensinkronkan program ini dengan PLUT," tambah Menkop.

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri menargetkan 50% dari 49 PLUT KUKMK bakal jadi klinik bisnis Kampung UKM Digital hasil kerjasama dengan PT Telkom. “Secara bertahap dari 49 PLUT- KUKMK yang ada di 25 propinsi dan 24 Kabupaten diseluruh Indonesia akan jadi kampung UKM Digital, yang menjadi klinik bisnis bagi sentra usaha KUKMK setempat, ujar Deputi Bidang Restrukturissi Usaha Kemenkop dan UKM, Yuana Sutyowati dalam kesempatan yang sama.

Dia mengaku target itu cukup menantang, akrena untuk mencapainya harus melihat juga kemampuan Pemda setempat yang sudah diserahi mengelola PLUT dan juga Telkom wilayah. Dari 49 PLUT KUKMK yang ada sudah 19 yang diserahterimakan kepada Pemda untuk dikelola. “Yang jelas nantinya semua PLUT akan masuk era digitalissasi,” tukasnya.

BERITA TERKAIT

Film "Prasangka" Juarai Lomba Film Pendek Koperasi

Tiga film pendek terbaik berhasil memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Oktober 2018.  Ketiga film…

Pemerintah Bakal 'Paksa' Pengembang Bangun Fasilitas Difabel

Kementerian Sosial akan menyiapkan panduan penyediaan fasilitas umum ramah difabel dengan mengadopsi model terbaik di dunia dengan tetap memperhatikan kearifan…

Pemerintah Siapkan Regulasi Cegah Anak Kecanduan Gadget

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, membenarkan kabar bahwa pemerintah tengah menggodok sebuah aturan untuk membatasi penggunaan gawai seperti smartphone atau…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…