Nilai Rupiah Jauhi Rp9.000/USD

NERACA

Jakarta--- Apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar kemungkinan masih menguat dan menjauhi level Rp9.000 per USD. "Euforianya masih positif. Menjauhi level Rp9.000 per USD. Kisarannya Rp8.900 sampai Rp8.950 per USD," kata analis valuta asing Rully Nova di Jakarta, Rabu (25/1)

Menurut Rully, kondisi eksternal dan internal saat ini memicu sentimen positif terhadap pergerakan nilai tukar mata uang. "Sentimen eksternal dan internal masih cukup baik menopang rupiah kedepan," ujarnya

Adapun faktor eksternal tersebut adalah tingkat kepercayaan pelaku pasar terhadap negara di Eropa mulai kembali. Sementara itu, faktor internal disorong oleh rating Moodys yang menaikkan peringkat Indonesia menjadi investment grade.

Pada penutupan perdagangan sore kemarin, rupiah terpantau masih berada di bawah Rp9.000 per USD. Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah diperdagangkan di kisaran Rp8.985 per USD, dengan range perdagangan Rp8.940-Rp9.030 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah bercokol di level Rp8.945 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp8.938-Rp8.970 per USD.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menuturkan, memburuknya pasar global seiring dengan masih belum adanya kesepakatan utang antara Yunani dan krediturnya. Menyebabkan pasar di Asia terkoreksi dan terjadi penguatan pada dolar AS yang berdampak pada potensi melemahnya rupiah.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatatkan rupiah diperdagangkan pada level Rp9.018 per USD, dengan range perdagangan Rp8.973-Rp9.063 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah bercokol pada level Rp9.020 per USD dengan range perdagangan Rp8.945-Rp9.010 per USD.

Sebelumnya, pengamat pasar modal Reza Priambada mengatakan, kondisi yang terjadi seperti lelang di Eropa akan mengurangi kekhawatiran para investor. Lelang yang dilakukan beberapa waktu lalu sukses lantaran negara Eropa akan memperoleh tambahan dana segar, selain itu pula yield-nya juga rendah. "Sehingga euro naik terhadap dolar AS, dolar turun nilai tukar rupiah menguat," ungkapnya

Selain faktor tersebut, rating investment grade oleh Moodys pekan lalu juga menambah sentimen positif menguatnya rupiah terhadap dolar. "Namun investor tidak diam begitu saja, kondisi di Eropa masih akan terus dicermati," katanya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Stabilitas Rupiah vs Pertumbuhan

Di tengah tantangan ekonomi global yang tak menentu belakangan, persoalan target pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas mata rupiah selalu menjadi…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun NERACA Lebak - Perguliran nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kominfo Blokir Ratusan Aplikasi Fintech Ilegal

      NERACA   Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komifo) kembali memblokir ratusan aplikasi dan situs perusahaan teknologi…

Digital Perbankan Lebih Dari Sekedar Aplikasi

      NERACA   Jakarta - Executive Director Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia Leonardo Koesmanto mengatakan…

Bank Mantap Incar Kredit Tumbuh 40%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mantap mengincar pertumbuhan kredit sampai 40 persen sepanjang 2019, menyusul peningkatan kemampuan…