Tatanan Baru Bangunan Abad 21

Kongres Arsitek Asia ke-15 :

Sabtu, 28/01/2012

Neraca. Modernisasi pengembangan dan penataan bangunan baru maupun lama di kawasan Asia, menandai proses transisi pusat pertumbuhan dunia baru ke kawasan Asia mulai abad ke-21. Transisi ini didorong oleh kenyataan bahwa negara-negara di kawasan Asia mampu mencatat pertumbuhan ekonomi positif ditengah tren resesi finansial global di belahan dunia lainnya, terutama Eropa dan Amerika yang kini berada dalam proses pemulihan pasca krisis finansial global.

Dapat dilihat pertumbuhan kota-kota di Asia dengan munculnya bangunan-bangunan komersial berukuran raksasa, gedung perkantoran, bandar udara dan perumahan. Disisi arsitektur, makin banyak bangunan dengan bentuk-bentuk menarik yang tak terbayangkan pada masa lalu.

Asia juga dikenal mempunyai kebudayaan tinggi dan kekayaan warisan yang luar biasa dalam bidang arsitektur. Kota-kota kuno di Asia, atau bangunan-bangunan tradisional yang dihormati masyarakat, biasa ditemui di banyak negara Asia. Karya-karya arsitektur masa lampau berupa candi-candi, kuil dan beragam bangunan bersejarah di Indonesia merupakan contoh faktual warisan yang luar biasa sekaligus menjawab tantangan modernisme yang berkembang pesat.

Berkenaan dengan hal tersebut, sebuah induk organisasi yang beranggotakan institusi arsitek dari 18 negara di kawasan Asia, Architects Regional Council Of Asia atau yang lebih dikenal dengan Arcasia, akan menyelenggarakan kembali Kongres Arsitek Asia pada 2012 ini. Kongres yang diselenggarakan kali ini bertujuan untuk menyelaraskan antara modernisasi yang terus mendorong tren arsitektur untuk bergerak maju dan tetap membawa akar budaya warisan arsitektur.

Selain itu, konfrensi ini merupakan ajang pertukaran ide-ide arsitektur baru yang menggabungkan budaya dari setiap negara anggotanya untuk meningkatkan standar pembangunan pada lingkungan di kawasan Asia. Juga merupakan kesempatan yang sangat baik sebagai ajang promosi budaya arsitektur Indonesia.

Indonesia telah terpilih menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Kongres Arsitek Asia ke 15 pada tahun 2012 ini. Bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sebagai mitra penyelenggara, Kongres Arsitek Asia yang akan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center pada 28 Oktober – 2 November 2012 ini mengangkat tema pokok “Tantangan Modernisasi Perkotaan dan Warisan Arsitektur Asia” dan akan dibuka dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia.

Kongres Arsitek Asia ke 15 akan dihadiri sekitar 2000 orang dari berbagai kalangan pakar, pemerhati dan praktisi arsitektur dari berbagai negara. Topik aktual yang akan dibahas berkenaan dengan masalah tata kota dan pembangunannya. Kekayaan arsitektur, tradisi, kearifan lokal dan tanggungjawab terhadap lingkungan. Green Architechtur serta praktik lintas batas internasional.