Kilas berita

Kamis, 26/01/2012

Bekasi Butuh Tambahan Perahu Evakuasi Banjir

Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat, menemukan fakta jumlah perahu untuk penanganan darurat banjir di wilayah setempat jauh dari ideal.

"Saat ini hanya tujuh perahu yang bisa digunakan, sedangkan 15 perahu lainnya dalam keadaan rusak dan segera dilakukan penghapusan aset," kata Kepala Sub Perlindungan Masyarakat Bidang Ketahanan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Bekasi Sulastri di Bekasi, Selasa.

Menurut dia, idealnya di sebuah lokasi rawan banjir disiagakan tiga unit perahu, sehingga proses evakuasi dapat lebih maksimal. Dengan adanya 23 titik rawan banjir di Kota Bekasi, idealnya tersedia 69 perahu. Sementara yang ada saat ini hanya tujuh unit.

Namun demikian, pihaknya menyiasati kekurangan perahu dengan meminjam dari Kodim dan beberapa lintas instansi lainnya yang tergabung dalam tim bantuan kemanusiaan.

Warga Dukung Langkah

Bupati Tolak Prov. Cirebon

Ribuan warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendukung langkah Bupati Sutrisno menolak pembentukan provinsi Cirebon karena dianggap akan menghancurkan pembangunan kota "Angin" yang selama ini semakin berkembang.

"Kami mendukung sikap dan langkah Bupati Majalengka untuk tetap menjadi bagian dari provinsi Jawa Barat, karena pembangunan Majalengka kini semakin maju, terutama rencana dalam membangun Bandara Internasional Jawa Barat," kata Usman salah seorang warga Majalengka kepada wartawan di Majelangka.

Penolakan Bupati Majalengka untuk pembentukan provinsi Cirebon dinilai masyarakat langkah tepat, karena program mereka hanya mimpi tanpa memperhitungkan segalanya, meskinya orang yang berkehendak dirikan provinsi baru melihat penghasilan, katanya.

Kepala Desa Cimanggu Hilir Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka, Ili Rohili, menuturkan, pihaknya bersama masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Majalengka menolak dengan keras terkait rencana dan impian membentuk provinsi Cirebon.

Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Karawang Menurun

Hasil tangkapan ikan nelayan di wilayah perairan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menurun sejak beberapa pekan terakhir akibat kondisi cuaca yang buruk.

"Sudah sekitar sejak tiga minggu lalu, para nelayan tidak berani melaut, karena angin kencang," kata Saepul, koordinator nelayan di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, di Karawang, Rabu.

Menurut dia, walaupun ada beberapa nelayan yang memaksakan melaut di tengah buruknya kondisi cuaca, mereka hanya mencari ikan di daerah sekitar pinggir pantai, tidak sampai ke tengah.

Atas hal tersebut, hasil tangkapan ikan nelayan di daerahnya menurun. Padahal pada tahun ini pihaknya ditargetkan mencapai 50.000 ton.

Selama kondisi cuaca buruk, kata dia, hasil tangkapan ikan nelayan tidak bisa dijual, karena sangat sedikit.

Hasil tangkapan ikan dirinya dan nelayan lain, hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelautan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Karawang Durahim Suarli mengakui menurunnya hasil tangkapan ikan nelayan di Karawang sejak beberapa pekan terakhir.

BRI Syariah Akan Tambah 9 Kantor

BRI Syariah akan menambah sembilan unit kantor cabang baru serta sejumlah unit layanan syariah di Jawa Barat dalam rangka ekspansi bisnis pada 2012.

"Tahun ini ditargetkan menambah sembilan kantor cabang baru dan sejumlah unit layanan mikro di Jabar, salah satu targetnya untuk meningkatkan target pendanaan dan juga peningkatan penyaluran pembiayaan," kata Kepala Cabang BRI Syariah Citarum Bandung Rois M Iyon di Bandung, Rabu.

Menurut Rois, pengembangan cabang baru itu akan dilakukan dan disupervisi oleh dua Kantor Cabang BRI Syariah di Kota Bandung dengan pembagian pengembangan jaringan ke kawasan barat dan timur.

Pengoperasian cabang baru itu akan dilakukan di Bandung, Purwekarta, Subang, Garut, Tasikmalaya dan Sumedang. Hal sama juga dilakukan perluasan jaringan layanan mikro di kawasan Rancaekek Bandung, Jamika, Plered dan Purwakarta.

"Dengan perluasan jaringan itu kami optimistis pertumbuhan pendanaan dan pembiayaan akan meningkat hingga 100%," katanya.

Rumah dan Bengkel

Rusak Tertimpa Pohon

Dua rumah dan satu bengkel di pinggiran Jalan Singaparna, Kampung/Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon besar yang roboh diterjang angin kencang, Rabu.

Beruntung penghuni rumah milik keluarga Ny Ibad (45) dan Yasin (25) serta pemilik bengkel Nitop (58) berhasil menyelamatkan diri berhamburan keluar ketika mengetahui pohon akan roboh.

Salah seorang korban rumah tertimpa pohon, Yasin, menerangkan pohon berukuran diameter sekitar 1,5 meter dan tinggi 50 meter tersebut diperkirakan sudah berusia puluhan tahun.

Akibat batang pohon rapuh dan angin kencang yang terjadi sejak Selasa (24/1) malam, menurut Yasin menyebabkan pohon tersebut roboh tidak kuat menahan hembusan angin.

"Sebelum kejadian saya sedang ngobrol sama teman, tiba-tiba terdengar suara aneh, saat itu saya keluar lewat belakang, ternyata benar pohon roboh menimpa rumah bagian depan," kata Yasin.

Penghuni Rumah Panggung

di Garut Mengungsi

Warga penghuni rumah panggung sepanjang pesisir pantai Kabupaten Garut bagian selatan, Jawa Barat, mengungsi menghindari ancaman bahaya terjangan angin kencang yang dikhawatirkan dapat menghancurkan rumah.

"Beberapa hari ini angin sangat kencang, warga yang rumahnya panggung ketakutan, makanya memilih mengungsi ke tetangga yang rumahnya dibangun dari tembok," kata Sekjen Himpunan Nelayan Se-Indonesia (HNSI) Kabupaten Garut, Lukman Nurhakim saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu.

Warga yang harus mengungsi ke rumah permanen tersebut, kata Lukman hanya terjadi pada malam hari, sementara siang hari warga kembali menempati rumah panggungnya masing-masng.

Menurut dia, angin pada malam hari lebih kencang, sehingga khawatir ketika warga sedang tertidur tiba-tiba rumah panggungnya roboh diterjang angin.

Pemkab Lebak Anggarkan

Kesehatan Rp 141 Miliar

Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menganggarkan dana kesehatan untuk menunjang program peningkatan derajat kesehatan masyarakat sebesar Rp141 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2012.

"Dana alokasi kesehatan tahun ini naik dibandingkan 2011 sebesar Rp105 miliar. Dengan bertambahnya dana itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Asep Aeda Rusman di Rangkasbitung, Rabu.

Ia mengatakan, dana sebesar Rp141 miliar dialokasikan untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Adjidarmo Rangkasbitung dan Dinas Kesehatan setempat.

Anggaran bidang kesehatan tersebut dipergunakan untuk pembelian obat-obatan, kebutuhan di sekretariat, jamkesda, penanggulangan dan pencegahan penyakit menular, serta kegiatan promosi kesehatan kepada masyarakat dan kegiatan lainnya.